alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Antisipasi DBD, Nurkhalis : Jangan sampai ada yang meninggal baru bergerak

BANJARBARU – Penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kota Banjarbaru mulai meningkat. Ini dilihat dari semakin banyaknya pasien DBD yang dirawat atau mendapat pengobatan di beberapa Rumah Sakit

Hal ini pun diutarakan oleh Sekretaris Komisi III DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari. Menurutnya, harus ada langkah cepat untuk mengantisipasi pasien DBD terus bertambah banyak.

“Dari data RSD Idaman, bulan November 2018 saja ada 32 pasien yang terkena DBD, belum lagi ditambah dengan RS lainnya, tentu ini harus jadi perhatian,” katanya.

Maka dari itulah kata Nurkhalis, pihaknya menghimbau Pemerintah Kota melalui dinas terkait mulai lebih cepat mengantisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai mewabah.

“Kami berharap pemerintah kota segera melakukan antisipasi dini terhadap wabah penyakit seperti DBD. Pasalnya, wabah ini kerap muncul di musim penghujan seperti saat ini. Jangan sampai ada yang meninggal baru mulai bergerak,” kritisnya.

Lanjutnya lagi, Nurkhalis berharap agar pemerintah kota segera melakukan fogging atau pengasapan insektisida. Ini sebutnya untuk mencegah nyamuk Aedes aegypti ini semakin menyebar.

“Terutama di daerah-daerah yang ditemukan kasus penyakit DBD. Apalagi penyakit ini termasuk penyakit menular yang penyebarannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti,” tambahnya.

Terakhir, dia juga meminta agar SKPD terkait untuk lebih masif lagi dalam melakukan sosialisasi terhadap bahaya penyakit DBD serta langkah pencegahannya.

“Masyarakat juga harus kooperatif. Artinya agar masyarakat untuk segera melapor ke Puskesmas maupun rumah sakit terdekat jika mengetahui ada warga atau kerabatnya terkena DBD dan maksimalkan peran puskesmas yang ada di setiap kelurahan yang ada. Karena informasi ini penting buat antisipasi pemerintah,” pesannya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Penyakit Demam Berdarah (DBD) di Kota Banjarbaru mulai meningkat. Ini dilihat dari semakin banyaknya pasien DBD yang dirawat atau mendapat pengobatan di beberapa Rumah Sakit

Hal ini pun diutarakan oleh Sekretaris Komisi III DPRD Banjarbaru, Nurkhalis Anshari. Menurutnya, harus ada langkah cepat untuk mengantisipasi pasien DBD terus bertambah banyak.

“Dari data RSD Idaman, bulan November 2018 saja ada 32 pasien yang terkena DBD, belum lagi ditambah dengan RS lainnya, tentu ini harus jadi perhatian,” katanya.

Maka dari itulah kata Nurkhalis, pihaknya menghimbau Pemerintah Kota melalui dinas terkait mulai lebih cepat mengantisipasi Demam Berdarah Dengue (DBD) yang mulai mewabah.

“Kami berharap pemerintah kota segera melakukan antisipasi dini terhadap wabah penyakit seperti DBD. Pasalnya, wabah ini kerap muncul di musim penghujan seperti saat ini. Jangan sampai ada yang meninggal baru mulai bergerak,” kritisnya.

Lanjutnya lagi, Nurkhalis berharap agar pemerintah kota segera melakukan fogging atau pengasapan insektisida. Ini sebutnya untuk mencegah nyamuk Aedes aegypti ini semakin menyebar.

“Terutama di daerah-daerah yang ditemukan kasus penyakit DBD. Apalagi penyakit ini termasuk penyakit menular yang penyebarannya melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti,” tambahnya.

Terakhir, dia juga meminta agar SKPD terkait untuk lebih masif lagi dalam melakukan sosialisasi terhadap bahaya penyakit DBD serta langkah pencegahannya.

“Masyarakat juga harus kooperatif. Artinya agar masyarakat untuk segera melapor ke Puskesmas maupun rumah sakit terdekat jika mengetahui ada warga atau kerabatnya terkena DBD dan maksimalkan peran puskesmas yang ada di setiap kelurahan yang ada. Karena informasi ini penting buat antisipasi pemerintah,” pesannya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/