alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Masjid Bambu Terbesar di Dunia Ini Sudah Masuk Rencana Pembangunan Pemprov Kalsel

SUASANA teduh sangat terasa saat salat di musala dengan arsitektur bambu di objek wisata Kiram Park, Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Di malam hari, derik jangkrik terdengar bersahutan, menambah nuansa alam yang teduh seakan turut mengantarkan munajat para jemaah kepada sang maha pencipta.

Keberadaan musala tersebut membantu para pengunjung dan wisatawan untuk beribadah sekaligus merileksasi pikiran.

“Kami sangat bangga dan bersyukur bisa berkesempatan salat di Musala Kiram Park. Musalanya unik. Seluruh bahan bangunan terbuat dari bambu. Tidak banyak ada musala atau masjid berasitek bambu, di objek wisata,” tutur Ramlan Sunardi, warga Jawa Barat, belum lama tadi.

Menurut Ramlan beribadah di tempat wisata alami seperti di Kiram, sarat dengan kearifan lokal. Istimewanya lagi musala berarsitek dari bahan bambu seperti menyatu dengan alam. 

Ya , apa yang menjadi harapan wisatawan itu rupanya sudah dipikirkan dan direncanakan jauh hari oleh Pemprov Kalsel. Bahkan, desain bangunan telah disayembarakan. Pemenangnya pun baru saja telah ditetapkan.

Pentingnya Kalsel memiliki masjid berarsitektur dari bambu berawal dari inspirasi dan ide murni Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

Menurut Paman Birin salah satu latar pemikiran pembangunan masjid berbahan bambu selain ramah lingkungan, juga karena Kalsel termasuk daerah penghasil bambu.

“Cita- cita kita bikin masjid terbesar di dunia dengan bahan dari bambu. Salah satunya karena tanaman bambu penyimpan cadangan air paling banyak dan ramah lingkungan ,” terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemprov Kalsel Roy Rizali Anwar, Minggu (2/12) tadi menjelaskan detil rencana Kalsel memiliki masjid berarsitek bambu.

Dikatakan Roy Rizali , untuk mempunyai masjid yang terbuat dari bambu bukan hanya wacana semata. Namun, hal itu sudah masuk perencanaan pembangunan Pemprov Kalsel. 

“Detail engineering design (DED) dibuat oleh konsultan atau pihak ketiga dan diharapkan rampung pada 2019. Tahapan terbaru kita sudah menetapkan tiga tim pemenang sayembara,” tuturnya.

Sebelumnya, bentuk dari tugu pal nol yang akan dibangun juga atas hasil sayembara. Hasil sayembara nanti dibawa kepada pimpinan untuk dinilai. Hasil sayembara itu akan dijadikan DED.

Roy menambahkan, tiga tim pemenang sayembara itu adalah: Juara 1 Studio 5, Juara II ARCH 14, Juara III Kayuh Baimbai.

Ditetapkannya pemenang sayembara tersebut berdasarkan penilaian profesional dari tim ahli. Dan salah satu juri kehormatan adalah Paman Birin, Gubernur Kalsel.

Dikatakan Roy, secara umum semua peserta desaiannya cukup baik. Tetapi tiga pemenang itu memiliki kelebihan desain antara lain dari sisi kekuatan pada telaahan konsep filosofis arsitektur Banjar dan penerapan karakteristik struktur bambu pada masjid.

Masjid berbahan bambu ini direncanakan akan dibangun di areal kawasan wisata. Untuk lokasi menurut Roy masih dalam proses menunggu kajian TIm DED.

Masjid berbahan bambu inimenggunakan bahan bambu lokal yaitu dari Loksado dan daerah sekitarnya. Dengan itu pembangunan masjid tersebut juga menguntungkan bagi masyarakat lokal yang berprofesi sebagai pencari bambu karena tentu saja akan banyak bambu yang digunakan.

Kepala Bappeda Kalsel H Nurul Fajar Desira beberapa waktu lalu menjelaskan, masjid yang terbuat dari bambu sudah ada beberapa yang dibangun di Indonesia.

Contohnya, adalah di Cirebon Jawa Barat. Begitu pula, di luar negeri, Malaysia juga sudah mempunyai masjid dengan arsitektur dari bambu. Selain modelnya yang unik, masjid yang terbuat dari bambu dianggap memberikan rasa kesejukan bagi pengunjungnya.

Pembuatan masjid berbahan bambu ini sendiri dikarenakan Kalsel dianggap sebagai provinsi penghasil bambu. Namun bangunan berbahan bambu masih minim di Kalsel.

Dengan adanya masjid yang indah dari bambu ini akan menjadi penanda produksi bambu dengan masyarakat Kalsel. (bdm/wid).

SUASANA teduh sangat terasa saat salat di musala dengan arsitektur bambu di objek wisata Kiram Park, Desa Kiram, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Di malam hari, derik jangkrik terdengar bersahutan, menambah nuansa alam yang teduh seakan turut mengantarkan munajat para jemaah kepada sang maha pencipta.

Keberadaan musala tersebut membantu para pengunjung dan wisatawan untuk beribadah sekaligus merileksasi pikiran.

“Kami sangat bangga dan bersyukur bisa berkesempatan salat di Musala Kiram Park. Musalanya unik. Seluruh bahan bangunan terbuat dari bambu. Tidak banyak ada musala atau masjid berasitek bambu, di objek wisata,” tutur Ramlan Sunardi, warga Jawa Barat, belum lama tadi.

Menurut Ramlan beribadah di tempat wisata alami seperti di Kiram, sarat dengan kearifan lokal. Istimewanya lagi musala berarsitek dari bahan bambu seperti menyatu dengan alam. 

Ya , apa yang menjadi harapan wisatawan itu rupanya sudah dipikirkan dan direncanakan jauh hari oleh Pemprov Kalsel. Bahkan, desain bangunan telah disayembarakan. Pemenangnya pun baru saja telah ditetapkan.

Pentingnya Kalsel memiliki masjid berarsitektur dari bambu berawal dari inspirasi dan ide murni Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

Menurut Paman Birin salah satu latar pemikiran pembangunan masjid berbahan bambu selain ramah lingkungan, juga karena Kalsel termasuk daerah penghasil bambu.

“Cita- cita kita bikin masjid terbesar di dunia dengan bahan dari bambu. Salah satunya karena tanaman bambu penyimpan cadangan air paling banyak dan ramah lingkungan ,” terangnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pemprov Kalsel Roy Rizali Anwar, Minggu (2/12) tadi menjelaskan detil rencana Kalsel memiliki masjid berarsitek bambu.

Dikatakan Roy Rizali , untuk mempunyai masjid yang terbuat dari bambu bukan hanya wacana semata. Namun, hal itu sudah masuk perencanaan pembangunan Pemprov Kalsel. 

“Detail engineering design (DED) dibuat oleh konsultan atau pihak ketiga dan diharapkan rampung pada 2019. Tahapan terbaru kita sudah menetapkan tiga tim pemenang sayembara,” tuturnya.

Sebelumnya, bentuk dari tugu pal nol yang akan dibangun juga atas hasil sayembara. Hasil sayembara nanti dibawa kepada pimpinan untuk dinilai. Hasil sayembara itu akan dijadikan DED.

Roy menambahkan, tiga tim pemenang sayembara itu adalah: Juara 1 Studio 5, Juara II ARCH 14, Juara III Kayuh Baimbai.

Ditetapkannya pemenang sayembara tersebut berdasarkan penilaian profesional dari tim ahli. Dan salah satu juri kehormatan adalah Paman Birin, Gubernur Kalsel.

Dikatakan Roy, secara umum semua peserta desaiannya cukup baik. Tetapi tiga pemenang itu memiliki kelebihan desain antara lain dari sisi kekuatan pada telaahan konsep filosofis arsitektur Banjar dan penerapan karakteristik struktur bambu pada masjid.

Masjid berbahan bambu ini direncanakan akan dibangun di areal kawasan wisata. Untuk lokasi menurut Roy masih dalam proses menunggu kajian TIm DED.

Masjid berbahan bambu inimenggunakan bahan bambu lokal yaitu dari Loksado dan daerah sekitarnya. Dengan itu pembangunan masjid tersebut juga menguntungkan bagi masyarakat lokal yang berprofesi sebagai pencari bambu karena tentu saja akan banyak bambu yang digunakan.

Kepala Bappeda Kalsel H Nurul Fajar Desira beberapa waktu lalu menjelaskan, masjid yang terbuat dari bambu sudah ada beberapa yang dibangun di Indonesia.

Contohnya, adalah di Cirebon Jawa Barat. Begitu pula, di luar negeri, Malaysia juga sudah mempunyai masjid dengan arsitektur dari bambu. Selain modelnya yang unik, masjid yang terbuat dari bambu dianggap memberikan rasa kesejukan bagi pengunjungnya.

Pembuatan masjid berbahan bambu ini sendiri dikarenakan Kalsel dianggap sebagai provinsi penghasil bambu. Namun bangunan berbahan bambu masih minim di Kalsel.

Dengan adanya masjid yang indah dari bambu ini akan menjadi penanda produksi bambu dengan masyarakat Kalsel. (bdm/wid).

Most Read

Artikel Terbaru

/