alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Enam Tahun di Telantarkan, Bangunan Pemko ini Begitu Memprihatinkan

BANJARBARU – Selesai dibangun pada 2012, Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemko Banjarbaru di Jalan Gunung Kupang, kelurahan Cempaka hingga kini belum juga difungsikan.

Selama enam tahun dibiarkan kosong, bangunan berada di atas lahan seluas dua hektare itu kondisinya kini cukup memprihatinkan dan terkesan tak terawat.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, Minggu (2/12) kemarin, gedung berlantai satu itu tampak mengalami kerusakan di beberapa sisinya. Seperti kaca jendelanya yang pecah dan pintu utamanya tampak jebol.

Selain itu, di kawasan RPH juga terlihat banyak ditemukan bekas botol alkohol dan lem fox yang terbungkus plastik. Diduga, bangunan kosong itu menjadi tepat mabuk-mabukan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru Siti Hamdah membenarkan jika bangunan RPH sampai saat ini belum digunakan. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan memfungsikannya.

“Rencananya mau kami fungsikan jadi kantor UPT Peternakan dan Pusat Kesehatan Hewan. Saat ini masih mempersiapkan sarana dan prasarananya. Serta memperbaiki beberapa bagian bangunan yang rusak, akibat lama tidak digunakan,” katanya.

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak memfungsikan bangunan sesuai rencana awal untuk RPH. Lantaran, para peternak menolak memotong hewan di lokasi itu.

“Para peternak sudah kami kumpulkan. Mereka bilang, jika RPH di sana terlalu jauh lokasinya. Sehingga, banyak membuang waktu dalam proses pengiriman,” ungkapnya.

Para peternak di Banjarbaru sendiri lebih memilih memotong hewan di kandang mereka, karena dianggap lebih efisien. “Daripada dipaksakan jadi RPH, tapi tidak terpakai. Lebih baik kita jadikan kantor. Dan ini sudah diizinkan oleh Sekda Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (ris)

BANJARBARU – Selesai dibangun pada 2012, Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemko Banjarbaru di Jalan Gunung Kupang, kelurahan Cempaka hingga kini belum juga difungsikan.

Selama enam tahun dibiarkan kosong, bangunan berada di atas lahan seluas dua hektare itu kondisinya kini cukup memprihatinkan dan terkesan tak terawat.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, Minggu (2/12) kemarin, gedung berlantai satu itu tampak mengalami kerusakan di beberapa sisinya. Seperti kaca jendelanya yang pecah dan pintu utamanya tampak jebol.

Selain itu, di kawasan RPH juga terlihat banyak ditemukan bekas botol alkohol dan lem fox yang terbungkus plastik. Diduga, bangunan kosong itu menjadi tepat mabuk-mabukan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru Siti Hamdah membenarkan jika bangunan RPH sampai saat ini belum digunakan. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan memfungsikannya.

“Rencananya mau kami fungsikan jadi kantor UPT Peternakan dan Pusat Kesehatan Hewan. Saat ini masih mempersiapkan sarana dan prasarananya. Serta memperbaiki beberapa bagian bangunan yang rusak, akibat lama tidak digunakan,” katanya.

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak memfungsikan bangunan sesuai rencana awal untuk RPH. Lantaran, para peternak menolak memotong hewan di lokasi itu.

“Para peternak sudah kami kumpulkan. Mereka bilang, jika RPH di sana terlalu jauh lokasinya. Sehingga, banyak membuang waktu dalam proses pengiriman,” ungkapnya.

Para peternak di Banjarbaru sendiri lebih memilih memotong hewan di kandang mereka, karena dianggap lebih efisien. “Daripada dipaksakan jadi RPH, tapi tidak terpakai. Lebih baik kita jadikan kantor. Dan ini sudah diizinkan oleh Sekda Kota Banjarbaru,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/