alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Kondisi di Anggap Membaik, Dinsos Pulangkan Penderita Gangguan Jiwa

BANJARBARU – Dinas Sosial (Dinsos) Banjarbaru memulangkan salah seorang gelandangan penderita gangguan jiwa ke kampung halamannya di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pria bernama Herman itu dipulangkan karena kondisinya dianggap membaik, setelah dirawat selama beberapa tahun di RSJ Sambang Lihum. Kemudian, ditampung beberapa bulan di Rumah Singgah Berkarakter milik Dinsos Banjarbaru.

Herman sendiri sebelumnya dikenal sebagai MR X yang hidup menggelandang di Banjarbaru. Tidak ada yang mengetahui asal-usulnya, karena dirinya menderita gangguan jiwa.

Kepala Dinsos Banjarbaru Masjudin Noor mengatakan, Herman sudah dipulangkan Rabu (28/11) tadi melalui Bandara Syamsudin Noor.

“Kondisinya sudah stabil, setelah di RSJ Sambang Lihum dan di Rumah Singgah mendapatkan pengobatan, rehabilitasi dan perawatan yang baik,” katanya.

Dia mengungkapkan, pemulangan Herman sendiri sesuai permintaannya yang mengaku ingin kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, mereka siap menerima dan mengantar Herman ke kampung halamannya,” ungkapnya.

Setelah Herman dipulangkan, Koordinator Rumah Singgah Berkarakter Banjarbaru Mulyadi mengatakan, kini rumah singgah dihuni oleh empat orang yang mengalami gangguan psikis.

“Kami tahun ini telah memulangkan 19 orang termasuk Herman yang dianggap telah pulih,” ucapnya.

Dia berharap, saat penghuni rumah singgah dipulangkan. Pengobatan tetap dilanjutkan oleh keluarga mereka masing-masing, agar kondisi pasien semakin membaik. “Kalau pengobatan tidak dilanjutkan, takutnya kondisinya kembali seperti semula,” pungkasnya. (ris)

BANJARBARU – Dinas Sosial (Dinsos) Banjarbaru memulangkan salah seorang gelandangan penderita gangguan jiwa ke kampung halamannya di Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pria bernama Herman itu dipulangkan karena kondisinya dianggap membaik, setelah dirawat selama beberapa tahun di RSJ Sambang Lihum. Kemudian, ditampung beberapa bulan di Rumah Singgah Berkarakter milik Dinsos Banjarbaru.

Herman sendiri sebelumnya dikenal sebagai MR X yang hidup menggelandang di Banjarbaru. Tidak ada yang mengetahui asal-usulnya, karena dirinya menderita gangguan jiwa.

Kepala Dinsos Banjarbaru Masjudin Noor mengatakan, Herman sudah dipulangkan Rabu (28/11) tadi melalui Bandara Syamsudin Noor.

“Kondisinya sudah stabil, setelah di RSJ Sambang Lihum dan di Rumah Singgah mendapatkan pengobatan, rehabilitasi dan perawatan yang baik,” katanya.

Dia mengungkapkan, pemulangan Herman sendiri sesuai permintaannya yang mengaku ingin kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat, mereka siap menerima dan mengantar Herman ke kampung halamannya,” ungkapnya.

Setelah Herman dipulangkan, Koordinator Rumah Singgah Berkarakter Banjarbaru Mulyadi mengatakan, kini rumah singgah dihuni oleh empat orang yang mengalami gangguan psikis.

“Kami tahun ini telah memulangkan 19 orang termasuk Herman yang dianggap telah pulih,” ucapnya.

Dia berharap, saat penghuni rumah singgah dipulangkan. Pengobatan tetap dilanjutkan oleh keluarga mereka masing-masing, agar kondisi pasien semakin membaik. “Kalau pengobatan tidak dilanjutkan, takutnya kondisinya kembali seperti semula,” pungkasnya. (ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/