alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Laki-Laki Dominasi Kasus HIV/AIDS (3)

Hubungan seksual menjadi faktor paling tinggi penyebaran virus HIV/AIDS di Kalsel. Persentasenya mencapai 86 persen. Bahkan, temuan kasus pertama virus ini di Kalsel pada tahun 2002 lalu, dilatari oleh faktor ini.

Sekretaris KPA Kalsel, Mursalin menerangkan pada tahun 2002 silam tersebut, ditemukan 4 kasus. Yang mana salah satunya disebarkan melalui sang suami. Dia bercerita, kala itu, sang suami yang seorang pelaut pulang dari Kalimantan Timur ternyata membawa virus ini.

Alhasil, istrinya pun terpapar HIV/AIDS yang tertular dari suaminya. “Hubungan seksual paling berpengaruh. Apalagi, bagi mereka yang suka “jajan” di luar,” kata Mursalin. Dia sendiri menerangkan, estimasi lelaki beresiko tinggi pengidap HIV/AIDS mencapai 70 ribu orang lebih.

Dimana, 60 persennya sudah berkeluarga atau pasangan suami-istri. Jumlah tersebut menurutnya tak sebanding dengan estimasi jumlah pekerja seks di Kalsel yang jumlahnya sekitar 6 ribu orang lebih.

“Sampai dengan akhir bulan Juni 2018 ini,  Laki-Laki mendominasi Kasus HIV dan AIDS di Kalsel yaitu sebesar 56 persen, sedangkan Perempuan sebesar 42 persen. Peningkatan penemuan kasus pada laki-laki pada triwulan I tahun ini, karena semakin meningkatnya penjangkauan dan keterbukaan dari komunitas populasi kunci, estimasinya sekitar 6 ribu orang lebih,” sebutnya.

Sementara, berdasarkan data dari KPA Kalsel, sebesar 16,7 persen populasi kunci terkena HIV dan AIDS adalah WPS yang berada di lokasi prostitusi.

“Sebanyak 644 Kasus HIV dan AIDS atau 29,8 persen adalah laki-laki yang pernah berhubungan seks dengan populasi kunci yang sudah terpapar virus ini,” ungkapnya. (mof/by/bin)

Hubungan seksual menjadi faktor paling tinggi penyebaran virus HIV/AIDS di Kalsel. Persentasenya mencapai 86 persen. Bahkan, temuan kasus pertama virus ini di Kalsel pada tahun 2002 lalu, dilatari oleh faktor ini.

Sekretaris KPA Kalsel, Mursalin menerangkan pada tahun 2002 silam tersebut, ditemukan 4 kasus. Yang mana salah satunya disebarkan melalui sang suami. Dia bercerita, kala itu, sang suami yang seorang pelaut pulang dari Kalimantan Timur ternyata membawa virus ini.

Alhasil, istrinya pun terpapar HIV/AIDS yang tertular dari suaminya. “Hubungan seksual paling berpengaruh. Apalagi, bagi mereka yang suka “jajan” di luar,” kata Mursalin. Dia sendiri menerangkan, estimasi lelaki beresiko tinggi pengidap HIV/AIDS mencapai 70 ribu orang lebih.

Dimana, 60 persennya sudah berkeluarga atau pasangan suami-istri. Jumlah tersebut menurutnya tak sebanding dengan estimasi jumlah pekerja seks di Kalsel yang jumlahnya sekitar 6 ribu orang lebih.

“Sampai dengan akhir bulan Juni 2018 ini,  Laki-Laki mendominasi Kasus HIV dan AIDS di Kalsel yaitu sebesar 56 persen, sedangkan Perempuan sebesar 42 persen. Peningkatan penemuan kasus pada laki-laki pada triwulan I tahun ini, karena semakin meningkatnya penjangkauan dan keterbukaan dari komunitas populasi kunci, estimasinya sekitar 6 ribu orang lebih,” sebutnya.

Sementara, berdasarkan data dari KPA Kalsel, sebesar 16,7 persen populasi kunci terkena HIV dan AIDS adalah WPS yang berada di lokasi prostitusi.

“Sebanyak 644 Kasus HIV dan AIDS atau 29,8 persen adalah laki-laki yang pernah berhubungan seks dengan populasi kunci yang sudah terpapar virus ini,” ungkapnya. (mof/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/