alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Gara-gara Tebang Pinang, Bandara Siap Ganti 360 Pohon

BANJARBARU – Seperti diberitakan Radar Banjarmasin sebelumnya. Ada 36 pohon pinang yang dibabat habis di area pagar Bandara. Tepatnya di sepanjang Jalan A Yani Km 27 Banjarbaru.

Atas penebangan ini, Masyarakat Peduli Pohon (MPP) Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir mengutarakan kekesalan mereka di sejumlah media sosial. Buntut dari ditebangnya puluhan pohon pinang yang diklaim mereka sudah ditanam sejak tahun 2011 dan 2012 lalu.

Diketahui pohon ditebang oleh pihak Bandara Syamsudin Noor dengan alasan untuk keamanan bandara. Sebab pohon pinang ini dinyatakan ketinggiannya sudah melewati batas pagar bandara yang dikhawatirkan bisa menjadi akses orang tak bertanggungjawab masuk ke dalam area bandara.

“Intinya itu (penebangan) niatnya mengamankan pagar perimeter, karena memang aturannya juga begitu,” kata General Manager Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty, usai diskusi tertutup dengan MPP serta dinas terkait di kantor Angkasa Pura pada Senin (29/10).

Ia juga mengakui, ada miss dalam eksekusi penebangan tersebut. Karena dirinya sendiri juga belum mengetahui pokok permasalahannya lantaran juga tergolong baru di Syamsudin Noor.

“Memang sebelum penebangan sudah disiapkan tanaman pengganti, cuma mungkin ada miss dengan yang di lapangan. Pastinya kami kita pihak Bandara tidak menebang itu ngawur, ada tujuan dan niat dari kami untuk alasan keamanan,” tegasnya.

Untuk menyelesaikan perkara tersebut. Pihak bandara menggelar diskusi bersama MPP. Maklum kata Indah, dirinya belum pernah bertemu dan duduk bareng bersama MPP untuk membahasnya.

“Jadi hasil diskusinya didapat kesepakatan, kami bertanggungjawab mengganti pohon yang sudah ditebang, dan sebetulnya tanaman pengganti ini juga sudah kita siapkan dari dulu, kalau mau ditanam di lokasi bandara baru pun juga bisa karena memang juga ada area penanaman yang kita siapkan,” ucapnya.

Soal lokasi dan tanaman apa sebagai penggantinya. Indah mengatakan belum bisa memutuskan karena masih akan mengadakan diskusi serupa ke depannya.

“Yang pasti sekarang masalah kesalahpahaman sudah clear, untuk nanti bagaimana kita bicarakan lagi,” tambahnya.

Lanjutnya, pihak bandara juga siap mengganti satu batang pohon dengan sepuluh pohon sesuai kesepakatan. “Iya satu per sepuluh, untuk tanaman yang jelas bukan tanaman perdu,” lugasnya.

Sementara itu, Ketua MPP Banjarmasin, Arifin menyebut pihak bandara akan mengganti 360 batang pohon.

“Sesuai Perwali dan tuntutan kami, kalau ada yang ditebang diganti sepuluh batang,” ujarnya.

Walaupun belum masuk ke pembahasan soal lokasi dan waktu. Arifin kembali mengusulkan bahwa pohon-pohon pengganti ini nantinya bisa ditanam bulan Desember.

“Lokasinya saya pikir bagus di depan Masjid Agung, area bundaran dan median, agar cantik dan tidak gersang, untuk tanaman tidak perlu pinang, bisa pucuk merah, bintaro, atau tanjung, yang penting bukan tanaman Perdu,” sarannya. (rvn/al/bin)

BANJARBARU – Seperti diberitakan Radar Banjarmasin sebelumnya. Ada 36 pohon pinang yang dibabat habis di area pagar Bandara. Tepatnya di sepanjang Jalan A Yani Km 27 Banjarbaru.

Atas penebangan ini, Masyarakat Peduli Pohon (MPP) Banjarmasin dalam beberapa hari terakhir mengutarakan kekesalan mereka di sejumlah media sosial. Buntut dari ditebangnya puluhan pohon pinang yang diklaim mereka sudah ditanam sejak tahun 2011 dan 2012 lalu.

Diketahui pohon ditebang oleh pihak Bandara Syamsudin Noor dengan alasan untuk keamanan bandara. Sebab pohon pinang ini dinyatakan ketinggiannya sudah melewati batas pagar bandara yang dikhawatirkan bisa menjadi akses orang tak bertanggungjawab masuk ke dalam area bandara.

“Intinya itu (penebangan) niatnya mengamankan pagar perimeter, karena memang aturannya juga begitu,” kata General Manager Bandara Syamsudin Noor, Indah Preastuty, usai diskusi tertutup dengan MPP serta dinas terkait di kantor Angkasa Pura pada Senin (29/10).

Ia juga mengakui, ada miss dalam eksekusi penebangan tersebut. Karena dirinya sendiri juga belum mengetahui pokok permasalahannya lantaran juga tergolong baru di Syamsudin Noor.

“Memang sebelum penebangan sudah disiapkan tanaman pengganti, cuma mungkin ada miss dengan yang di lapangan. Pastinya kami kita pihak Bandara tidak menebang itu ngawur, ada tujuan dan niat dari kami untuk alasan keamanan,” tegasnya.

Untuk menyelesaikan perkara tersebut. Pihak bandara menggelar diskusi bersama MPP. Maklum kata Indah, dirinya belum pernah bertemu dan duduk bareng bersama MPP untuk membahasnya.

“Jadi hasil diskusinya didapat kesepakatan, kami bertanggungjawab mengganti pohon yang sudah ditebang, dan sebetulnya tanaman pengganti ini juga sudah kita siapkan dari dulu, kalau mau ditanam di lokasi bandara baru pun juga bisa karena memang juga ada area penanaman yang kita siapkan,” ucapnya.

Soal lokasi dan tanaman apa sebagai penggantinya. Indah mengatakan belum bisa memutuskan karena masih akan mengadakan diskusi serupa ke depannya.

“Yang pasti sekarang masalah kesalahpahaman sudah clear, untuk nanti bagaimana kita bicarakan lagi,” tambahnya.

Lanjutnya, pihak bandara juga siap mengganti satu batang pohon dengan sepuluh pohon sesuai kesepakatan. “Iya satu per sepuluh, untuk tanaman yang jelas bukan tanaman perdu,” lugasnya.

Sementara itu, Ketua MPP Banjarmasin, Arifin menyebut pihak bandara akan mengganti 360 batang pohon.

“Sesuai Perwali dan tuntutan kami, kalau ada yang ditebang diganti sepuluh batang,” ujarnya.

Walaupun belum masuk ke pembahasan soal lokasi dan waktu. Arifin kembali mengusulkan bahwa pohon-pohon pengganti ini nantinya bisa ditanam bulan Desember.

“Lokasinya saya pikir bagus di depan Masjid Agung, area bundaran dan median, agar cantik dan tidak gersang, untuk tanaman tidak perlu pinang, bisa pucuk merah, bintaro, atau tanjung, yang penting bukan tanaman Perdu,” sarannya. (rvn/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/