alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Bupati Balangan Luncurkan Tujuh Desa Sebagai Kampung KB

PARINGIN – Pemkab Balangan bersama TP PKK setempat, Kamis (25/10) kemarin meluncurkan beberapa desa di Kabupaten Balangan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB).

Ada tujuh desa di tujuh kecamatan yang diresmikan sebagai Kampung KB, diantaranya Desa Jimamun Kecamatan Lampihong, Desa Layap Kecamatan Paringin, Desa Tarangan Kecamatan Paringin Selatan, Desa Mampari Kecamatan Batumandi, Desa Simpang Nadong Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Puyun Kecamatan Halong dan Desa Tundakan Kecamatan Awayan.

Bupati Balangan H Ansharuddin secara langsung meluncurkan tujuh desa tersebut sebagai Kampung KB, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin. Peluncuran berlangsung simbolis di Desa Jimamun Kecamatan Lampihong.

Dalam sambutannya, Bupati Balangan H Ansharuddin menuturkan, jumlah penduduk yang besar dapat membawa kemakmuran jika individu-individunya memiliki kualitas yang tinggi. Namun sebaliknya, jika rendah kualitasnya maka akan menjadi beban sosial dan ekonomi bagi negara.

Seiring era desentralisasi saat ini, kata dia, program KB mengalami penurunan. Dari tahun 2016 ke 2017, pertumbuhan jumlah penduduk Balangan mencapai 1,57 persen. Artinya, di atas rata-rata nasional dan membawa Balangan menuju permasalahan yang besar.

Diungkapkannya, masalah kependudukan ini harus dipahami bersama sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial, dan berdampak besar terhadap segala bidang, seperti pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, sandang, pangan, papan serta keamanan.

“Sehingga pada gilirannya bisa mengancam stabilitas dan pembangunan nasional. Kita sedang menghadapi permasalahan yang memerlukan pemecahan yang sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin mengatakan, sasaran program KB lebih mengarah pada masyarakat yang lebih demokratis, dengan pola pembangunan yang sangat berbeda dibanding era terdahulu. Kalau dulu pendekatannya pada kelembagaan, sekarang harus ke individu, dan harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat setempat.

“Maka di sinilah pentingnya kita menghidupkan Kampung KB. Pembentukan Kampung KB dimaksudkan untuk membumikan kembali program KB, mendekatkan pelayanan kepada keluarga-keluarga,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, juga mengimplementasikan 8 fungsi keluarga, mengintegrasikan lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada keluarga, membangun rasa memiliki dari keluarga dan masyarakat terhadap program pembangunan, serta membangun Indonesia dari pinggiran dengan memberikan perhatian kepada daerah dan desa dalam kerangka NKRI,” ujarnya. (why)

PARINGIN – Pemkab Balangan bersama TP PKK setempat, Kamis (25/10) kemarin meluncurkan beberapa desa di Kabupaten Balangan sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB).

Ada tujuh desa di tujuh kecamatan yang diresmikan sebagai Kampung KB, diantaranya Desa Jimamun Kecamatan Lampihong, Desa Layap Kecamatan Paringin, Desa Tarangan Kecamatan Paringin Selatan, Desa Mampari Kecamatan Batumandi, Desa Simpang Nadong Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Puyun Kecamatan Halong dan Desa Tundakan Kecamatan Awayan.

Bupati Balangan H Ansharuddin secara langsung meluncurkan tujuh desa tersebut sebagai Kampung KB, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin. Peluncuran berlangsung simbolis di Desa Jimamun Kecamatan Lampihong.

Dalam sambutannya, Bupati Balangan H Ansharuddin menuturkan, jumlah penduduk yang besar dapat membawa kemakmuran jika individu-individunya memiliki kualitas yang tinggi. Namun sebaliknya, jika rendah kualitasnya maka akan menjadi beban sosial dan ekonomi bagi negara.

Seiring era desentralisasi saat ini, kata dia, program KB mengalami penurunan. Dari tahun 2016 ke 2017, pertumbuhan jumlah penduduk Balangan mencapai 1,57 persen. Artinya, di atas rata-rata nasional dan membawa Balangan menuju permasalahan yang besar.

Diungkapkannya, masalah kependudukan ini harus dipahami bersama sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial, dan berdampak besar terhadap segala bidang, seperti pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, sandang, pangan, papan serta keamanan.

“Sehingga pada gilirannya bisa mengancam stabilitas dan pembangunan nasional. Kita sedang menghadapi permasalahan yang memerlukan pemecahan yang sungguh-sungguh,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Balangan, Hj Nursidah Ansharuddin mengatakan, sasaran program KB lebih mengarah pada masyarakat yang lebih demokratis, dengan pola pembangunan yang sangat berbeda dibanding era terdahulu. Kalau dulu pendekatannya pada kelembagaan, sekarang harus ke individu, dan harus sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat setempat.

“Maka di sinilah pentingnya kita menghidupkan Kampung KB. Pembentukan Kampung KB dimaksudkan untuk membumikan kembali program KB, mendekatkan pelayanan kepada keluarga-keluarga,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut dia, juga mengimplementasikan 8 fungsi keluarga, mengintegrasikan lintas sektor dalam memberikan pelayanan kepada keluarga, membangun rasa memiliki dari keluarga dan masyarakat terhadap program pembangunan, serta membangun Indonesia dari pinggiran dengan memberikan perhatian kepada daerah dan desa dalam kerangka NKRI,” ujarnya. (why)

Most Read

Artikel Terbaru

/