alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Nyaris, Penyelundupan Miras ke Dalam Rutan Kelas II B Kandangan

KANDANGAN – Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kandangan berhasil menggagalkan penyelundupan minuman mengandung minuman keras (Miras) yang dilakukan pengunjung perempuan, Rabu (24/10) siang sekitar pukul 11.00 Wita.

Aksi penyelundupan miras yang dilakukan HL (50) tersebut berawal saat akan mengunjungi anaknya di Rutan Kelas II B Kandangan karena terjerat kasus narkoba.

Dari informasi dihimpun, sebelum mengunjungi Rutan Kelas II Kandangan, HL mendapatkan pesanan dari salah satu napi narkoba dengan perantaraan anaknya untuk membawakan air mineral ukuran 600 mililiter yang sudah dicampur dengan alkohol.

Setelah mengambilnya dan tidak curiga, HL pun membawa air mineral tersebut ke rutan. Namun, saat petugas P2U curiga. Saat diperiksa, air mineral tersebut dikocok-kocok mengeluarkan buih cukup lama. Padahal air mineral yang masih belum dibuka tidak akan mengeluarkan buih yang lama. Kecurigaan petugas ternyata benar. Setelah dibuka, minuman tersebut mengandung alkohol.

Kepala Rutan Kelas II B Kandangan, Jeremia Leonta membenarkan petugas P2U berhasil menggagalkan penyelundupan miras ke dalam rutan.

“Modusnya botol air mineral dimasukkan alkohol dengan cara disuntikkan melalui bagian atas, tepat di bawah tutup botol,” ujarnya.

Apabila tidak teliti, sekilas memang sama seperti air mineral. Lubang suntik juga tidak terlihat karena tertutup dengan plastik segel botol mineral.

Pengakuan dari HL kepada petugas, dia tidak mengetahui barang dibawanya minuman mengandung alkohol.

“Meski tidak mengetahui, HL tetap kami beri sanksi tidak boleh menjenguk anaknya di Rutan Kelas II B kandangan selama satu bulan,” tegas Jeremia. (shn)

 

KANDANGAN – Petugas Penjaga Pintu Utama (P2U) Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kandangan berhasil menggagalkan penyelundupan minuman mengandung minuman keras (Miras) yang dilakukan pengunjung perempuan, Rabu (24/10) siang sekitar pukul 11.00 Wita.

Aksi penyelundupan miras yang dilakukan HL (50) tersebut berawal saat akan mengunjungi anaknya di Rutan Kelas II B Kandangan karena terjerat kasus narkoba.

Dari informasi dihimpun, sebelum mengunjungi Rutan Kelas II Kandangan, HL mendapatkan pesanan dari salah satu napi narkoba dengan perantaraan anaknya untuk membawakan air mineral ukuran 600 mililiter yang sudah dicampur dengan alkohol.

Setelah mengambilnya dan tidak curiga, HL pun membawa air mineral tersebut ke rutan. Namun, saat petugas P2U curiga. Saat diperiksa, air mineral tersebut dikocok-kocok mengeluarkan buih cukup lama. Padahal air mineral yang masih belum dibuka tidak akan mengeluarkan buih yang lama. Kecurigaan petugas ternyata benar. Setelah dibuka, minuman tersebut mengandung alkohol.

Kepala Rutan Kelas II B Kandangan, Jeremia Leonta membenarkan petugas P2U berhasil menggagalkan penyelundupan miras ke dalam rutan.

“Modusnya botol air mineral dimasukkan alkohol dengan cara disuntikkan melalui bagian atas, tepat di bawah tutup botol,” ujarnya.

Apabila tidak teliti, sekilas memang sama seperti air mineral. Lubang suntik juga tidak terlihat karena tertutup dengan plastik segel botol mineral.

Pengakuan dari HL kepada petugas, dia tidak mengetahui barang dibawanya minuman mengandung alkohol.

“Meski tidak mengetahui, HL tetap kami beri sanksi tidak boleh menjenguk anaknya di Rutan Kelas II B kandangan selama satu bulan,” tegas Jeremia. (shn)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/