alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Peseban Buyar di Masa Injury Time Piala Soeratin U-17

BARABAI – Hasrat Peseban Banjarmasin untuk melangkah ke babak final Piala Soeratin U-17 tahun 2018 tertunda. Keunggulan 1-0 atas tuan rumah Gasib Barabai U-17 buyar di menit 91 saat Sahrul Roraji menciptakan gol penyeimbang 1-1 hingga akhir laga.

Bermain di Lapangan Bina Muda Pandawa Barabai, laga berjalan seru dan menarik. Perebutan bola di tengah lapangan sering terjadi hingga saling berbalas serangan.

Peseban yang mampu mencuri gol lewat sepakan jarak jauh Ricko Mangaray di menit ke-14 mampu bermain baik hingga 90 menit jalannya pertandingan.

Namun, kemenangan di depan mata buyar di masa injury time. Bermain di hari yang mulai gelap tanpa ada penerangan, konsentrasi pemain The Young Yellow Alligator ikut menurun.

Pelatih Peseban U-17, Andi Amarullah mengaku kecewa dan merasa sangat dirugikan.

“Kondisi sudah tidak kondusif untuk memainkan sebuah laga. Bahkan sudah menunjukkan pukul 18.30 pertandingan masih berlanjut tanpa ada satupun penerangan. Tentu saja jika mengacu di peraturan ini masuk dalam kondisi force majeure, dan laga harus dihentikan,” ungkap Iyul.

Inspektur Pertandingan Rudi Aspian berdalih bahwa dalam kondisi tersebut sang pengadil, Anil dari Balangan masih mampu memimpin laga.

“Selagi wasit masih sanggup memimpin laga makanya kita terus melanjutkan pertandingan hingga akhir,” terang Rudi.

Berhubung hasil imbang dan laga tidak bisa diteruskan, Rudi memutuskan bahwa laga dilanjutkan (26/10) pagi ini.

“Kami lanjutkan di tempat yang sama. Perangkat pertandingan yang sama, dan pemain sama juga melalui babak adu penalti,” terangnya.

Manajer Peseban U-17, Rayhan Rahimi mengaku sebenarnya sulit menerima keputusan yang telah dibuat Inspektur Pertandingan.

“Kami harus berjiwa besar menyelesaikan pertandingan. Saya harap anak-anak bisa melupakan, dan fokus di babak adu penalti nanti,” tuntasnya.(bir/az/dye)

BARABAI – Hasrat Peseban Banjarmasin untuk melangkah ke babak final Piala Soeratin U-17 tahun 2018 tertunda. Keunggulan 1-0 atas tuan rumah Gasib Barabai U-17 buyar di menit 91 saat Sahrul Roraji menciptakan gol penyeimbang 1-1 hingga akhir laga.

Bermain di Lapangan Bina Muda Pandawa Barabai, laga berjalan seru dan menarik. Perebutan bola di tengah lapangan sering terjadi hingga saling berbalas serangan.

Peseban yang mampu mencuri gol lewat sepakan jarak jauh Ricko Mangaray di menit ke-14 mampu bermain baik hingga 90 menit jalannya pertandingan.

Namun, kemenangan di depan mata buyar di masa injury time. Bermain di hari yang mulai gelap tanpa ada penerangan, konsentrasi pemain The Young Yellow Alligator ikut menurun.

Pelatih Peseban U-17, Andi Amarullah mengaku kecewa dan merasa sangat dirugikan.

“Kondisi sudah tidak kondusif untuk memainkan sebuah laga. Bahkan sudah menunjukkan pukul 18.30 pertandingan masih berlanjut tanpa ada satupun penerangan. Tentu saja jika mengacu di peraturan ini masuk dalam kondisi force majeure, dan laga harus dihentikan,” ungkap Iyul.

Inspektur Pertandingan Rudi Aspian berdalih bahwa dalam kondisi tersebut sang pengadil, Anil dari Balangan masih mampu memimpin laga.

“Selagi wasit masih sanggup memimpin laga makanya kita terus melanjutkan pertandingan hingga akhir,” terang Rudi.

Berhubung hasil imbang dan laga tidak bisa diteruskan, Rudi memutuskan bahwa laga dilanjutkan (26/10) pagi ini.

“Kami lanjutkan di tempat yang sama. Perangkat pertandingan yang sama, dan pemain sama juga melalui babak adu penalti,” terangnya.

Manajer Peseban U-17, Rayhan Rahimi mengaku sebenarnya sulit menerima keputusan yang telah dibuat Inspektur Pertandingan.

“Kami harus berjiwa besar menyelesaikan pertandingan. Saya harap anak-anak bisa melupakan, dan fokus di babak adu penalti nanti,” tuntasnya.(bir/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/