alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

Klasifier Kalsel Harus Jeli

BANJARMASIN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sekretariat Daerah Provinsi (Bappeda Setdaprov) Kalsel turut berpartisipasi dalam bidang pembangunan dan pengembangan olahraga Kalsel. Salah satunya dengan menggelar Pembinaan Teknis Klasifikasi Atlet Difabel Kalsel di Hotel Roditha Banjarmasin, 19-20 Oktober. Dalam kegiatan ini, Bappeda Kalsel berkeinginan untuk mencetak para klasifier untuk menentukan tingkat klasifikasi para atlet difabel.

Menurut Kepala Bappeda Kalsel, Ina Yuliani, potensi atlet difabel Kalsel cukup besar. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan para atlet difabel Kalsel dalam meraih medali di ajang Asian Para Games (APG) 2018 di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Dalam ajang tersebut, ada tiga medali perak dan satu medali perunggu yang berhasil dibawah pulang para paralimpian Kalsel. Ini menandakan prestasi atlet difabel Kalsel bagus dan perlu ditingkatkan kualitasnya,” ungkap Ina.

Baca Juga :  Langkah Berani SOIna Kalsel

Oleh karena itu, lanjut Ina, pihaknya merasa terpanggil dan berinisiatif dalam proses perekrutan atlet difabel melalui tahapan klasifikasi. “Untuk diketahui, klasifikasi adalah langkah awal dalam mencapai kesuksesan membina atlet difabel. Tentunya, untuk menentukan klasifikasi atlet difabel, memerlukan peranan klasifier. Mereka dituntut jeli untuk menentukan tingkatan klasifikasi disabilitas para atlet, inilah yang ingin kami tonjolkan supaya ke depan Kalsel bisa mempunyai tenaga klasifier yang mumpuni,” sebutnya.

Favehotel Banjarmasin

Sementara itu, Ketua National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel, Ahmad Firdaus menyambut baik kegiatan bimtek klasifikasi atlet difabel Kalsel tersebut. “Ini menandakan adanya kepedulian dari Pemprov Kalsel melalui Bappeda Kalsel dalam mengembangkan dan meningkatkan potensi para paralimpian Kalsel. Untuk saat ini, tenaga teknis kualifier di Kalsel memang masih minim,” sebutnya.

Baca Juga :  Langkah Berani SOIna Kalsel

Di sisi lain, Daus optimistis dengan adanya kegiatan ini, maka akan semakin menambah pengetahuan dalam menganalisa tingkat disabilitas para atlet difabel. “Kebetulan, yang diundang di Bimtek ini adalah para pelatih dan pengurus NPC Kalsel dan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) se-Kalsel yang memang banyak bersentuhan dalam pembinaan atlet difabel,” tandasnya.(oza)

BANJARMASIN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sekretariat Daerah Provinsi (Bappeda Setdaprov) Kalsel turut berpartisipasi dalam bidang pembangunan dan pengembangan olahraga Kalsel. Salah satunya dengan menggelar Pembinaan Teknis Klasifikasi Atlet Difabel Kalsel di Hotel Roditha Banjarmasin, 19-20 Oktober. Dalam kegiatan ini, Bappeda Kalsel berkeinginan untuk mencetak para klasifier untuk menentukan tingkat klasifikasi para atlet difabel.

Menurut Kepala Bappeda Kalsel, Ina Yuliani, potensi atlet difabel Kalsel cukup besar. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan para atlet difabel Kalsel dalam meraih medali di ajang Asian Para Games (APG) 2018 di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Dalam ajang tersebut, ada tiga medali perak dan satu medali perunggu yang berhasil dibawah pulang para paralimpian Kalsel. Ini menandakan prestasi atlet difabel Kalsel bagus dan perlu ditingkatkan kualitasnya,” ungkap Ina.

Baca Juga :  Langkah Berani SOIna Kalsel

Oleh karena itu, lanjut Ina, pihaknya merasa terpanggil dan berinisiatif dalam proses perekrutan atlet difabel melalui tahapan klasifikasi. “Untuk diketahui, klasifikasi adalah langkah awal dalam mencapai kesuksesan membina atlet difabel. Tentunya, untuk menentukan klasifikasi atlet difabel, memerlukan peranan klasifier. Mereka dituntut jeli untuk menentukan tingkatan klasifikasi disabilitas para atlet, inilah yang ingin kami tonjolkan supaya ke depan Kalsel bisa mempunyai tenaga klasifier yang mumpuni,” sebutnya.

Favehotel Banjarmasin

Sementara itu, Ketua National Paralympic Comitee (NPC) Kalsel, Ahmad Firdaus menyambut baik kegiatan bimtek klasifikasi atlet difabel Kalsel tersebut. “Ini menandakan adanya kepedulian dari Pemprov Kalsel melalui Bappeda Kalsel dalam mengembangkan dan meningkatkan potensi para paralimpian Kalsel. Untuk saat ini, tenaga teknis kualifier di Kalsel memang masih minim,” sebutnya.

Baca Juga :  Langkah Berani SOIna Kalsel

Di sisi lain, Daus optimistis dengan adanya kegiatan ini, maka akan semakin menambah pengetahuan dalam menganalisa tingkat disabilitas para atlet difabel. “Kebetulan, yang diundang di Bimtek ini adalah para pelatih dan pengurus NPC Kalsel dan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) se-Kalsel yang memang banyak bersentuhan dalam pembinaan atlet difabel,” tandasnya.(oza)

Most Read

Artikel Terbaru

/