alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Kangen Penjara, Rafiki Tertangkap Lagi Karena Kasus Penganiayaan

BANJARMASIN – Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan. Warga Jalan Belitung Darat Gang Inayah RT 35 Kelurahan Kuin Cerucuk Banjarmasin Barat ini sudah pernah masuk penjara tahun 2013. Kasusnya karena perkelahian, dan 2016 baru bebas setelah menjalani vonis 3 tahun penjara. Kali ini kembali menganiaya dengan senjata pisau dapur, Sabtu (13/10) malam sekira pukul 22.00 Wita. Lokasi penganiayaan di Jalan Belitung Darat Ujung Banjarmasin Barat. 

Korbannya M Noor Sa’dillah (25) warga Jalan Kuin Selatan RT 09, Banjarmasin Barat. Sa’dillah mengalami luka serius. Pergelangannya tidak hanya luka robek, juga patah karen tebasan pisau milik pelaku.

Ketika disambangi Radar Banjarmasin, Kamis (18/10) sore, Iki yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye terpancing kalimat kasar yang dikeluarkan korban.

Pemicunya hanya salah paham saja waktu itu. Sebelumnya bersama dua kawannya mau menggelar pesta miras. Korban datang mengajak salah satu temannya itu menjauh. “Ketika digandeng menjauh, teman saya Bagong itu saya tanya mau ke mana. Tetapi malah korban yang menyahut,” katanya.

“Saya tanya Bagong, bukan ke kamu,” balas Iki. “Ujungnya dia sewot, dan mengajak berkelahi. Meminta saya menunggu,” sambungnya.

Merasa ditantang, Iki pulang ke rumah mengambil pisau dapur. Tidak berapa lama kembali lagi ke tempat mereka mangkal. “Saya masih sadar, kami batal pesta miras,” ungkapnya.

Korban datang lagi. “Begitu hendak menyerang, langsung saya serang duluan. Dia tangkis, hingga tangan kanan korban luka,” ungkapnya.

Tubuh Iki hampir dipenuhi tato. Rajahan itu dilakukannya selama tiga tahun mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Napi Anak Martapura. “Tahun 2013 saya pernah kasus 170 KUHP, korbannya tewas. Saya divonis 3 tahun karena masa itu masih di bawah umur, dan teman saya 7 tahun penjara. Kalau bebas sudah tiga tahun ini,” katanya.

Pemuda ini mengaku menyesal. Entah kenapa setiap ada orang yang mengeluarkan kalimat kasar selalu terpancing. “Seandainya saya tak menyerang dulu, bisa saya yang dilukai korban. Saya saat itu berusaha membela diri,” dalihnya.

Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, Ipda Jordy Dharma mengatakan Iki tiga hari diburu dan berhasil ditangkap ketika berada Belitung Darat Ujung Depan Gang Mutiara RT 11 Kelurahan Kuin Cerucuk Banjarmasin Barat.

“Kita tangkap dia lagi berpesta miras dengan temannya. Untuk barang bukti, dia akui dibuang ke sungai. Namun kami cari tak ditemukan. Meski begitu tetap saja proses hukum berlanjut, pasal 351 ayat KUHP ancaman 5 tahun penjara,” tuntasnya.(lan/at/dye)

BANJARMASIN – Rafiki alias Iki (21) lebih banyak menghabiskan usianya dibalik jeruji besi sel tahanan. Warga Jalan Belitung Darat Gang Inayah RT 35 Kelurahan Kuin Cerucuk Banjarmasin Barat ini sudah pernah masuk penjara tahun 2013. Kasusnya karena perkelahian, dan 2016 baru bebas setelah menjalani vonis 3 tahun penjara. Kali ini kembali menganiaya dengan senjata pisau dapur, Sabtu (13/10) malam sekira pukul 22.00 Wita. Lokasi penganiayaan di Jalan Belitung Darat Ujung Banjarmasin Barat. 

Korbannya M Noor Sa’dillah (25) warga Jalan Kuin Selatan RT 09, Banjarmasin Barat. Sa’dillah mengalami luka serius. Pergelangannya tidak hanya luka robek, juga patah karen tebasan pisau milik pelaku.

Ketika disambangi Radar Banjarmasin, Kamis (18/10) sore, Iki yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye terpancing kalimat kasar yang dikeluarkan korban.

Pemicunya hanya salah paham saja waktu itu. Sebelumnya bersama dua kawannya mau menggelar pesta miras. Korban datang mengajak salah satu temannya itu menjauh. “Ketika digandeng menjauh, teman saya Bagong itu saya tanya mau ke mana. Tetapi malah korban yang menyahut,” katanya.

“Saya tanya Bagong, bukan ke kamu,” balas Iki. “Ujungnya dia sewot, dan mengajak berkelahi. Meminta saya menunggu,” sambungnya.

Merasa ditantang, Iki pulang ke rumah mengambil pisau dapur. Tidak berapa lama kembali lagi ke tempat mereka mangkal. “Saya masih sadar, kami batal pesta miras,” ungkapnya.

Korban datang lagi. “Begitu hendak menyerang, langsung saya serang duluan. Dia tangkis, hingga tangan kanan korban luka,” ungkapnya.

Tubuh Iki hampir dipenuhi tato. Rajahan itu dilakukannya selama tiga tahun mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Napi Anak Martapura. “Tahun 2013 saya pernah kasus 170 KUHP, korbannya tewas. Saya divonis 3 tahun karena masa itu masih di bawah umur, dan teman saya 7 tahun penjara. Kalau bebas sudah tiga tahun ini,” katanya.

Pemuda ini mengaku menyesal. Entah kenapa setiap ada orang yang mengeluarkan kalimat kasar selalu terpancing. “Seandainya saya tak menyerang dulu, bisa saya yang dilukai korban. Saya saat itu berusaha membela diri,” dalihnya.

Kanit Reskrim Polsekta Banjarmasin Barat, Ipda Jordy Dharma mengatakan Iki tiga hari diburu dan berhasil ditangkap ketika berada Belitung Darat Ujung Depan Gang Mutiara RT 11 Kelurahan Kuin Cerucuk Banjarmasin Barat.

“Kita tangkap dia lagi berpesta miras dengan temannya. Untuk barang bukti, dia akui dibuang ke sungai. Namun kami cari tak ditemukan. Meski begitu tetap saja proses hukum berlanjut, pasal 351 ayat KUHP ancaman 5 tahun penjara,” tuntasnya.(lan/at/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/