alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 9 August 2022

Rencana Pemindahan Pasar Bauntung Jadi Pro Kontra di Dewan

BANJARBARU – Meski pihak eksekutif menganggap sudah ada lampu hijau dari pihak legislatif, untuk pembiayaan pembangunan pasar baru dengan cara berutang. Ternyata rencana pemindahan pasar ini masih menjadi pro kontra di gedung dewan.

Seperti sikap M Ikhsan dari Komisi III. Menurutnya ada pedagang yang tidak setuju, karena mereka kaget dengan kaba relokasi tersebut.

“Jadi sebelum memutuskan kebijakan ini harusnya dipikirkan dahulu para pedagang yang menolak ini,” katanya.

Bahkan menurut Ikhsan, dia mengklaim ada setidaknya 506 pedagang yang tidak mau direlokasi. Alasan yang masuk kepadanya dari pedagang katanya beragam. Dari yang merasa tidak tahu kabar hingga soal nasib mereka di pasar baru.

“Pemko seharusnya menjalin komunikasi intens dengan mereka agar meyakinkan bahwa di tempat baru lebih baik dari sekarang, namun kenyataannya sosialisasinya kurang,” ujarnya.

Ditegaskannya lagi, bahwa untuk merelokasi ini sepatutnya disepakati dulu dengan pedagang yang dalam hal ini selalu pelaku utama di pasar kelak.

“Harus ada (kesepakatan), kepastian tempat/toko mereka nanti, jangan sampai relokasi ini malah memutus bahkan mematikan mata pencaharian mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Subakhi dari Komisi II mendukung penuh rencana pembangunan pasar tradisional modern yang digagas Pemko.

“Relokasi Pasar Bauntung menurut saya termasuk pembenahan yang positif, untuk keamanan, kenyamanan dan keindahan kota Banjarbaru,” katanya.

Lanjutnya lagi, Pasar Bauntung yang sekarang terbilang kondisinya memprihatinkan. Sebab pemandangan yang terkesan kumuh masih terlihat. Apalagi keberadaan PKL yang jumlahnya ratusan dan sampai berjualan dempet-dempetan.

“Ada yang sampai memakan badan jalan juga, terus los-los belakang juga banyak kosong, jadi saya kira perlu ada penertiban agar Banjarbaru punya pasar yang nyaman dan bersih,” pandangnya.

Terakhir kata Subakhi soal adanya informasi bahwa pedagang yang tidak setuju direlokasi. Menurutnya itu hanya soal ketidakpahaman dengan konsep Pasar Tradisional modern yang dicanangkan pemerintah.

“Jadi saya kira kalau ada komentar relokasi ini mendzolimi pedagang, itu tidak tepat, malah pemerintah mau menata menjadi lebih rapi,” tandasnya. (rvn/al/bin)

BANJARBARU – Meski pihak eksekutif menganggap sudah ada lampu hijau dari pihak legislatif, untuk pembiayaan pembangunan pasar baru dengan cara berutang. Ternyata rencana pemindahan pasar ini masih menjadi pro kontra di gedung dewan.

Seperti sikap M Ikhsan dari Komisi III. Menurutnya ada pedagang yang tidak setuju, karena mereka kaget dengan kaba relokasi tersebut.

“Jadi sebelum memutuskan kebijakan ini harusnya dipikirkan dahulu para pedagang yang menolak ini,” katanya.

Bahkan menurut Ikhsan, dia mengklaim ada setidaknya 506 pedagang yang tidak mau direlokasi. Alasan yang masuk kepadanya dari pedagang katanya beragam. Dari yang merasa tidak tahu kabar hingga soal nasib mereka di pasar baru.

“Pemko seharusnya menjalin komunikasi intens dengan mereka agar meyakinkan bahwa di tempat baru lebih baik dari sekarang, namun kenyataannya sosialisasinya kurang,” ujarnya.

Ditegaskannya lagi, bahwa untuk merelokasi ini sepatutnya disepakati dulu dengan pedagang yang dalam hal ini selalu pelaku utama di pasar kelak.

“Harus ada (kesepakatan), kepastian tempat/toko mereka nanti, jangan sampai relokasi ini malah memutus bahkan mematikan mata pencaharian mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Subakhi dari Komisi II mendukung penuh rencana pembangunan pasar tradisional modern yang digagas Pemko.

“Relokasi Pasar Bauntung menurut saya termasuk pembenahan yang positif, untuk keamanan, kenyamanan dan keindahan kota Banjarbaru,” katanya.

Lanjutnya lagi, Pasar Bauntung yang sekarang terbilang kondisinya memprihatinkan. Sebab pemandangan yang terkesan kumuh masih terlihat. Apalagi keberadaan PKL yang jumlahnya ratusan dan sampai berjualan dempet-dempetan.

“Ada yang sampai memakan badan jalan juga, terus los-los belakang juga banyak kosong, jadi saya kira perlu ada penertiban agar Banjarbaru punya pasar yang nyaman dan bersih,” pandangnya.

Terakhir kata Subakhi soal adanya informasi bahwa pedagang yang tidak setuju direlokasi. Menurutnya itu hanya soal ketidakpahaman dengan konsep Pasar Tradisional modern yang dicanangkan pemerintah.

“Jadi saya kira kalau ada komentar relokasi ini mendzolimi pedagang, itu tidak tepat, malah pemerintah mau menata menjadi lebih rapi,” tandasnya. (rvn/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/