alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 14 August 2022

Imunisasi MR di Tanbu Gunakan Sistem Jemput Bola

BATULICIN – Penyakit Measles dan Rubella (MR) seakan menjadi ancaman di tengah masyarakat. Dibutuhkan kesadaran orang tua untuk segera mengimunisasikan anaknya agar terhindar dari penyakit membahayakan tersebut.

Demi mengoptimalkan sosialisasi pencegahan terhadap penyakit itu, Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor akan membuat gebrakan jemput bola di tiap desa.

Gebrakan menuju pencapaian target MR ini tidak cukup mengandalkan pihak Dinas Kesehatan saja, pemerintah daerah akan membuat tim khusus yang melibatkan SKPD terkait.

“Di tiap kecamatan dibuat tim yang dipimpin oleh masing-masing camat. Nantinya mereka ditugaskan melakukan pemetaan dan pendataan terhadap warga yang belum melakukan Imunisasi MR untuk anaknya,” ujarnya saat membuka Evaluasi Pelaksanaan Kampanye MR di Mahligai Bersujud Kapet Batulicin.

Bupati yakin target pencapaian Imunisasi MR akan tercapai kalau dikerjakan secara keroyokan. Peran strategis dalam pencapaian ini adalah Dinas Pendidikan setempat agar melakukan koordinasi dengan sekolah.

“Hal ini lebih mudah dilakukan pendataannya, tentunya kepala sekolah akan mendata terhadap murid yang belum melakukan imunisasi itu,” jelasnya.

Menurutnya persoalan kesehatan sudah menjadi hak anak. Terkait dalam upaya pencegahan ini, tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Bupati beralasan pemerintah sudah berupaya melakukan sosialisasi dalam rangka pencegahan dengan tujuan menggugah kesadaran orang tua demi kelangsungan hidup sehat bagi anak mereka.

“Tugas kami sudah menjelaskan bahayanya serta melayani imunisasinya. Setelah itu sudah menjadi tanggung  jawab orang tua agar mengajak anak-anaknya untuk imunisasi MR di puskesmas atau posyandu,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu H Damrah turut menjelaskan kegiatan Kampanye MR ini sudah dilaksanakan di 10 kecamatan pada 14 puskesmas dengan sasaran sebanyak 99.772 anak, dengan usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun.

“Adapun pelaksanaan yang digelar pada bulan Agustus dan September 2018 itu, pihaknya telah melakukan penilaian risiko secara menyeluruh terhadap puskesmas pelaksana kampanye MR tersebut,” jelas H Damrah.

Sedangkan kendala yang dihadapi  jajarannya selama ini, yakni adanya isu haram vaksin, ditambah dengan isu Hoax beredar di media sosial, sehingga menimbulkan penolakan di berbagai tempat, mulai orang tua siswa hingga pihak sekolah.

“Strategi yang kami lakukan untuk menangkal isu itu kami terus melakukan konsolidasi ke 14 puskesmas sekaligus pemantauan langsung. Terus berkoordinasi dengan pihak MUI Kabupaten Tanah Bumbu dalam melakukan sosialisasi fatwa MUI untuk menghindari keraguan masyarakat serta melaksanakan pelayanan imunisasi itu di berbagai kesempatan selain posyandu dan puskesmas,” papar H Damrah. (kry/ij/ram)

 

BATULICIN – Penyakit Measles dan Rubella (MR) seakan menjadi ancaman di tengah masyarakat. Dibutuhkan kesadaran orang tua untuk segera mengimunisasikan anaknya agar terhindar dari penyakit membahayakan tersebut.

Demi mengoptimalkan sosialisasi pencegahan terhadap penyakit itu, Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor akan membuat gebrakan jemput bola di tiap desa.

Gebrakan menuju pencapaian target MR ini tidak cukup mengandalkan pihak Dinas Kesehatan saja, pemerintah daerah akan membuat tim khusus yang melibatkan SKPD terkait.

“Di tiap kecamatan dibuat tim yang dipimpin oleh masing-masing camat. Nantinya mereka ditugaskan melakukan pemetaan dan pendataan terhadap warga yang belum melakukan Imunisasi MR untuk anaknya,” ujarnya saat membuka Evaluasi Pelaksanaan Kampanye MR di Mahligai Bersujud Kapet Batulicin.

Bupati yakin target pencapaian Imunisasi MR akan tercapai kalau dikerjakan secara keroyokan. Peran strategis dalam pencapaian ini adalah Dinas Pendidikan setempat agar melakukan koordinasi dengan sekolah.

“Hal ini lebih mudah dilakukan pendataannya, tentunya kepala sekolah akan mendata terhadap murid yang belum melakukan imunisasi itu,” jelasnya.

Menurutnya persoalan kesehatan sudah menjadi hak anak. Terkait dalam upaya pencegahan ini, tak sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Bupati beralasan pemerintah sudah berupaya melakukan sosialisasi dalam rangka pencegahan dengan tujuan menggugah kesadaran orang tua demi kelangsungan hidup sehat bagi anak mereka.

“Tugas kami sudah menjelaskan bahayanya serta melayani imunisasinya. Setelah itu sudah menjadi tanggung  jawab orang tua agar mengajak anak-anaknya untuk imunisasi MR di puskesmas atau posyandu,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu H Damrah turut menjelaskan kegiatan Kampanye MR ini sudah dilaksanakan di 10 kecamatan pada 14 puskesmas dengan sasaran sebanyak 99.772 anak, dengan usia 9 bulan sampai dengan kurang 15 tahun.

“Adapun pelaksanaan yang digelar pada bulan Agustus dan September 2018 itu, pihaknya telah melakukan penilaian risiko secara menyeluruh terhadap puskesmas pelaksana kampanye MR tersebut,” jelas H Damrah.

Sedangkan kendala yang dihadapi  jajarannya selama ini, yakni adanya isu haram vaksin, ditambah dengan isu Hoax beredar di media sosial, sehingga menimbulkan penolakan di berbagai tempat, mulai orang tua siswa hingga pihak sekolah.

“Strategi yang kami lakukan untuk menangkal isu itu kami terus melakukan konsolidasi ke 14 puskesmas sekaligus pemantauan langsung. Terus berkoordinasi dengan pihak MUI Kabupaten Tanah Bumbu dalam melakukan sosialisasi fatwa MUI untuk menghindari keraguan masyarakat serta melaksanakan pelayanan imunisasi itu di berbagai kesempatan selain posyandu dan puskesmas,” papar H Damrah. (kry/ij/ram)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/