alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

Warga Dibuat Geger, Ini Motif Pembunuhan di Depan Hotel Sinar Dodo

BANJARMASIN – Khairi alias Bagong. Pemuda 20 tahun ini lagi-lagi ditangkap polisi. Kasusnya sama; membunuh.

Warga Basirih, Banjarmasin Selatan itu adalah tersangka atas kematian Ardiansyah alias Ujang, 60 tahun, Selasa (25/9) lalu.

Bagong dan Ujang kala itu terlibat perkelahian. Lokasinya di Jalan Kolonel Sugiono, di depan Hotel Sinar Dodo. Kejadiannya sekitar pukul 23.00 Wita.

Perkelahian dipicu karena Bagong tersinggung. Dia tak terima sering diejek korban. Hingga keduanya terlibat baku hantam. Hanya saja, kala itu sempat dilerai warga.
Tak berselang lama, Ujang kembali menghampiri Bagong yang kebetulan ada di warung ibunya. Dengan membawa sebatang kayu, dalam kondisi mabuk, dia berteriak-teriak mencari Bagong.

Lalu Ujang bertemu ibunya Bagong. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengamuk dan mengacak-acak dagangan ibu pelaku.

Kala itu Bagong sedang makan di dalam warung. Ia terpancing, lalu mengambil senjata tajam dan menyerang Ujang.

Perkelahian itupun berakhir tragis. Ujang terturuk di bagian dada. “Saya sering ditantang duel oleh dia (Ujang, Red). Karena jika mabuk pasti membuat ulah. Setiap ketemu saya mengeluarkan ejekan,” ujar Bagong.

Berdasarkan pengakuan Bagong, dia tak meladeni ketika Ujang cuma berteriak mencari dirinya. Namun ia terpancing setelah ibunya dipukul. “Jika dia tak mengganggu dagangan dan tidak memukul ibu saya, saya tak hiraukan. Sajam itu setiap saat selalu ada didalam warung ibu,” katanya.

Terlepas dari itu, menghilangkan nyawa orang bukan pengalaman pertama bagi Bagong. Dia mengaku, delapan tahun silam sudah pernah masuk penjara karena menghabisi temannya sendiri.

“Waktu itu usia saya 12 tahun masih di bawah umur. Dan divonis kurang lebih dua tahunan lebih,”akunya.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papar Rihi merilis kasus ini Jumat (27/9) tadi. Dia mengatakan pelaku tertangkap oleh petugas gabungan Satreskrim Polresta Unit Reskrim Banjarmasin Tengah, di rumah kakaknya di kawasan Jalan Lingkar Bumi Basirih, Banjarmasin Selatan.

“Motif pembunuhan ini, karena pelaku jengkel sering diejek korban. Jika ketemu pelaku, korban selalu mengeluarkan ucapan; Ayah kamu kan mati dibunuh orang, kamu juga seperti itu nanti. Dan kalimat itu sering didengar pelaku hingga dia tak tahan,” ungkap Ade.

Akibat perbuatannya itu, Bagong terancam penjara paling lama 15 tahun. (lan/ma/nur)

BANJARMASIN – Khairi alias Bagong. Pemuda 20 tahun ini lagi-lagi ditangkap polisi. Kasusnya sama; membunuh.

Warga Basirih, Banjarmasin Selatan itu adalah tersangka atas kematian Ardiansyah alias Ujang, 60 tahun, Selasa (25/9) lalu.

Bagong dan Ujang kala itu terlibat perkelahian. Lokasinya di Jalan Kolonel Sugiono, di depan Hotel Sinar Dodo. Kejadiannya sekitar pukul 23.00 Wita.

Perkelahian dipicu karena Bagong tersinggung. Dia tak terima sering diejek korban. Hingga keduanya terlibat baku hantam. Hanya saja, kala itu sempat dilerai warga.
Tak berselang lama, Ujang kembali menghampiri Bagong yang kebetulan ada di warung ibunya. Dengan membawa sebatang kayu, dalam kondisi mabuk, dia berteriak-teriak mencari Bagong.

Lalu Ujang bertemu ibunya Bagong. Tanpa banyak bicara, ia langsung mengamuk dan mengacak-acak dagangan ibu pelaku.

Kala itu Bagong sedang makan di dalam warung. Ia terpancing, lalu mengambil senjata tajam dan menyerang Ujang.

Perkelahian itupun berakhir tragis. Ujang terturuk di bagian dada. “Saya sering ditantang duel oleh dia (Ujang, Red). Karena jika mabuk pasti membuat ulah. Setiap ketemu saya mengeluarkan ejekan,” ujar Bagong.

Berdasarkan pengakuan Bagong, dia tak meladeni ketika Ujang cuma berteriak mencari dirinya. Namun ia terpancing setelah ibunya dipukul. “Jika dia tak mengganggu dagangan dan tidak memukul ibu saya, saya tak hiraukan. Sajam itu setiap saat selalu ada didalam warung ibu,” katanya.

Terlepas dari itu, menghilangkan nyawa orang bukan pengalaman pertama bagi Bagong. Dia mengaku, delapan tahun silam sudah pernah masuk penjara karena menghabisi temannya sendiri.

“Waktu itu usia saya 12 tahun masih di bawah umur. Dan divonis kurang lebih dua tahunan lebih,”akunya.

Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, AKP Ade Papar Rihi merilis kasus ini Jumat (27/9) tadi. Dia mengatakan pelaku tertangkap oleh petugas gabungan Satreskrim Polresta Unit Reskrim Banjarmasin Tengah, di rumah kakaknya di kawasan Jalan Lingkar Bumi Basirih, Banjarmasin Selatan.

“Motif pembunuhan ini, karena pelaku jengkel sering diejek korban. Jika ketemu pelaku, korban selalu mengeluarkan ucapan; Ayah kamu kan mati dibunuh orang, kamu juga seperti itu nanti. Dan kalimat itu sering didengar pelaku hingga dia tak tahan,” ungkap Ade.

Akibat perbuatannya itu, Bagong terancam penjara paling lama 15 tahun. (lan/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/