alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Thursday, 18 August 2022

PARAH..!! Delapan Sopir Angkutan Pelajar Pecandu Sabu

BANJARBARU – Dipercaya untuk mengantar dan menjemput para siswa dan siswi ke sekolah, perilaku delapan sopir angkutan pelajar ternyata tak patut dicontoh. Mereka ketahuan sebagai pecandu narkoba jenis sabu-sabu, saat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menggelar tes urine baru-baru tadi.

Tes urine sendiri digelar, berawal dari kecurigaan Satuan Narkoba Polres Banjarbaru usai berhasil menciduk salah satu sopir angkutan pelajar bernama Rusmin, Kamis (20/9) tadi.

Rusmin diamankan di depan Kolam Renang Idaman Banjarbaru, Jalan Serikaya, Kelurahan Guntung Paikat. Lantaran diduga sebagai pengedar. Saat digeledah, anggota menemukan satu paket sabu-sabu di celananya.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa dia itu pengedar. Kemudian kami lakukan penyelidikan, lalu menciduknya,” kata Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Narkoba Polres Banjarbaru AKP Elche Angelina.

Dia menambahkan, setelah berhasil menemukan satu paket sabu-sabu. Mereka kemudian mengembangkannya dengan cara menggeledah rumah Rusmin di Jalan Guntung Lua, Kelurahan Kemuning. “Di rumahnya kami temukan lagi tiga paket sabu. Saat kami introgasi pelaku tak menampik semua barang bukti miliknya,” tambahnya.

Selanjutnya, Rusmin dan semua barang bukti dibawa ke Mapolres Banjarbaru untuk diproses lebih lanjut. “Ketika kami periksa, dia ternyata sopir pelajar. Kami kemudian langsung berkoordinasi dengan Pemkot Banjarbaru guna melakukan tes urine untuk semua sopir. Hasilnya tujuh orang positif,” ujar Elche.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru Ahmad Yani Makkie saat dikonfirmasi membenarkannya. “Iya benar, tujuh orang positif saat dites urine. Jadi ada delapan sopir yang menggunakan sabu, jika ditambah dengan pengedar yang sudah tertangkap,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, atas perintah Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani delapan sopir angkutan pelajar itu sudah pecat dan kontraknya tidak lagi diperpanjang. “Ini merupakan bentuk keseriusan walikota dalam memerangi narkoba di Kota Banjarbaru. Beliau meminta supaya pegawai pecandu narkoba dipecat,” pungkasnya. (ris)

 

BANJARBARU – Dipercaya untuk mengantar dan menjemput para siswa dan siswi ke sekolah, perilaku delapan sopir angkutan pelajar ternyata tak patut dicontoh. Mereka ketahuan sebagai pecandu narkoba jenis sabu-sabu, saat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru menggelar tes urine baru-baru tadi.

Tes urine sendiri digelar, berawal dari kecurigaan Satuan Narkoba Polres Banjarbaru usai berhasil menciduk salah satu sopir angkutan pelajar bernama Rusmin, Kamis (20/9) tadi.

Rusmin diamankan di depan Kolam Renang Idaman Banjarbaru, Jalan Serikaya, Kelurahan Guntung Paikat. Lantaran diduga sebagai pengedar. Saat digeledah, anggota menemukan satu paket sabu-sabu di celananya.

“Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa dia itu pengedar. Kemudian kami lakukan penyelidikan, lalu menciduknya,” kata Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Narkoba Polres Banjarbaru AKP Elche Angelina.

Dia menambahkan, setelah berhasil menemukan satu paket sabu-sabu. Mereka kemudian mengembangkannya dengan cara menggeledah rumah Rusmin di Jalan Guntung Lua, Kelurahan Kemuning. “Di rumahnya kami temukan lagi tiga paket sabu. Saat kami introgasi pelaku tak menampik semua barang bukti miliknya,” tambahnya.

Selanjutnya, Rusmin dan semua barang bukti dibawa ke Mapolres Banjarbaru untuk diproses lebih lanjut. “Ketika kami periksa, dia ternyata sopir pelajar. Kami kemudian langsung berkoordinasi dengan Pemkot Banjarbaru guna melakukan tes urine untuk semua sopir. Hasilnya tujuh orang positif,” ujar Elche.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarbaru Ahmad Yani Makkie saat dikonfirmasi membenarkannya. “Iya benar, tujuh orang positif saat dites urine. Jadi ada delapan sopir yang menggunakan sabu, jika ditambah dengan pengedar yang sudah tertangkap,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, atas perintah Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani delapan sopir angkutan pelajar itu sudah pecat dan kontraknya tidak lagi diperpanjang. “Ini merupakan bentuk keseriusan walikota dalam memerangi narkoba di Kota Banjarbaru. Beliau meminta supaya pegawai pecandu narkoba dipecat,” pungkasnya. (ris)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/