alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Cuma Teguran Ortu Kepada Anak

DALAM pemeriksaan kemarin, AJYB mendapat pendampingan hukum dari Wahyu Rushandy Noor. Advokat itu kebetulan teman satu majelis taklim dengan Algi Rifani, salah satu nama yang dilaporkan wali kota.

Wahyu menegaskan, kedatangan mereka ke Sat Reskrim Polresta Banjarmasin sebatas memberikan klarifikasi. “Ini sebenarnya interview, bukan interogasi,” ujar advokat dari Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) tersebut.

Karena itulah, selama pemeriksaan, penyidik lebih tertarik untuk menangkap latar belakang dari aduan tersebut. “Makanya juga tadi tidak ada BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” imbuhnya.

Dari pengalamannya di dunia hukum, bagaimana Wahyu melihat masalah ini? “Dari gelagat yang saya tangkap, insya Allah, tidak akan berlanjut hingga menjadi sebuah kasus hukum. Saya berharap seperti itu,” jawabnya.

Jika diteruskan hingga tahap penyelidikan, penyidikan, dan bahkan ke persidangan, bakal menghabiskan energi semua pihak. Apalagi wali kota adalah tokoh publik. Sudah bisa ditebak, ke arah mana masyarakat akan memihak. Anjal jelas bukan lawan yang sepadan.

Jika bukan kasus, lantas apa? Wahyu melihat, Ibnu hanya sedang coba memberikan teguran. “Ibaratkan saja ini teguran dari orang tua kepada anak-anaknya. Dan sebagai anak, kan bisa meminta maaf kalau ternyata berbuat salah,” tegasnya.

Dia berharap, bakal ada dialog antara AJYB dan wali kota. Cara yang jelas lebih elegan. “Kami paham, beliau pejabat, tentu sibuk. Kami akan mencari waktu yang pas untuk dialog tersebut,” pungkasnya. (fud/at/nur)

DALAM pemeriksaan kemarin, AJYB mendapat pendampingan hukum dari Wahyu Rushandy Noor. Advokat itu kebetulan teman satu majelis taklim dengan Algi Rifani, salah satu nama yang dilaporkan wali kota.

Wahyu menegaskan, kedatangan mereka ke Sat Reskrim Polresta Banjarmasin sebatas memberikan klarifikasi. “Ini sebenarnya interview, bukan interogasi,” ujar advokat dari Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) tersebut.

Karena itulah, selama pemeriksaan, penyidik lebih tertarik untuk menangkap latar belakang dari aduan tersebut. “Makanya juga tadi tidak ada BAP (Berita Acara Pemeriksaan),” imbuhnya.

Dari pengalamannya di dunia hukum, bagaimana Wahyu melihat masalah ini? “Dari gelagat yang saya tangkap, insya Allah, tidak akan berlanjut hingga menjadi sebuah kasus hukum. Saya berharap seperti itu,” jawabnya.

Jika diteruskan hingga tahap penyelidikan, penyidikan, dan bahkan ke persidangan, bakal menghabiskan energi semua pihak. Apalagi wali kota adalah tokoh publik. Sudah bisa ditebak, ke arah mana masyarakat akan memihak. Anjal jelas bukan lawan yang sepadan.

Jika bukan kasus, lantas apa? Wahyu melihat, Ibnu hanya sedang coba memberikan teguran. “Ibaratkan saja ini teguran dari orang tua kepada anak-anaknya. Dan sebagai anak, kan bisa meminta maaf kalau ternyata berbuat salah,” tegasnya.

Dia berharap, bakal ada dialog antara AJYB dan wali kota. Cara yang jelas lebih elegan. “Kami paham, beliau pejabat, tentu sibuk. Kami akan mencari waktu yang pas untuk dialog tersebut,” pungkasnya. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/