alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Baru Dua Berkas CPNS yang Masuk di Kantor BKPP Banjarbaru

BANJARBARU – Pada hari kedua pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kamis (27/9) kemarin, tempat penyerahan berkas bagi peserta yang sudah memiliki nomor pendaftaran dari portal sistem seleksi CPNS nasional (SSCN) tampak masih sepi.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, tak ada satupun peserta yang terlihat. Sehingga, puluhan bangku yang disediakan di lokasi penyerahan berkas, tepat di depan Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru tersebut kosong.

Kabid Perencanaan dan Pembinaan ASN BKPP Banjarbaru Denny Mahendrata mengatakan, dibuka sejak pagi baru ada dua peserta yang menyerahkan berkas pada hari kedua. “Mungkin hanya sekitar 20 orang yang datang tadi. Itu pun baru ada dua berkas yang kami terima. Dengan begitu baru dua peserta yang kami beri nomor ujian,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebagian besar yang datang masih sebatas berkonsultasi. Lantaran rumitnya persyaratan yang harus dilengkapi. “Berkas peserta kebanyakan masih bermasalah dengan legalisir fotokopi ijazah. Sebab, hanya ditandatangani oleh Kasubag TU kampus,” ungkapnya.

Padahal bagi lulusan universitas, legalisir harus ditandatangani oleh rektor atau paling rendah pembantu dekan. Sedangkan untuk institut, sekolah tinggi, akademi dan politeknik wajib ditandatangani direktur atau pembantu direktur.

“Syarat itu sudah ada di Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (Perka BKN) nomor 11 tahun 2002 tentang pejabat yang berwenang membuat dan mengesahkan surat keterangan,” ucap pria yang akrab disapa Denny ini.

Selain legalisir, dia menyampaikan beberapa peserta juga tak membawa bukti mahasiswa dari Forlap Dikti. “Padahal itu penting, karena sebagai bukti bahwa peserta yang ikut CPNS dari alumni mana,” ucapnya.

Dalam penerimaan CPNS 2018 sendiri, Pemko Banjarbaru mendapatkan kuota formasi sangat kecil. Dari 265 yang diusulkan, hanya 96 formasi yang diberikan oleh Kementerian PAN dan RB.

Selain itu, formasi yang diberikan pun semuanya umum tak ada yang khusus. Yaitu, 42 formasi tenaga pendidik dan 54 tenaga kesehatan. (ris/by/bin)

BANJARBARU – Pada hari kedua pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kamis (27/9) kemarin, tempat penyerahan berkas bagi peserta yang sudah memiliki nomor pendaftaran dari portal sistem seleksi CPNS nasional (SSCN) tampak masih sepi.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, tak ada satupun peserta yang terlihat. Sehingga, puluhan bangku yang disediakan di lokasi penyerahan berkas, tepat di depan Kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru tersebut kosong.

Kabid Perencanaan dan Pembinaan ASN BKPP Banjarbaru Denny Mahendrata mengatakan, dibuka sejak pagi baru ada dua peserta yang menyerahkan berkas pada hari kedua. “Mungkin hanya sekitar 20 orang yang datang tadi. Itu pun baru ada dua berkas yang kami terima. Dengan begitu baru dua peserta yang kami beri nomor ujian,” katanya.

Dia mengungkapkan, sebagian besar yang datang masih sebatas berkonsultasi. Lantaran rumitnya persyaratan yang harus dilengkapi. “Berkas peserta kebanyakan masih bermasalah dengan legalisir fotokopi ijazah. Sebab, hanya ditandatangani oleh Kasubag TU kampus,” ungkapnya.

Padahal bagi lulusan universitas, legalisir harus ditandatangani oleh rektor atau paling rendah pembantu dekan. Sedangkan untuk institut, sekolah tinggi, akademi dan politeknik wajib ditandatangani direktur atau pembantu direktur.

“Syarat itu sudah ada di Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (Perka BKN) nomor 11 tahun 2002 tentang pejabat yang berwenang membuat dan mengesahkan surat keterangan,” ucap pria yang akrab disapa Denny ini.

Selain legalisir, dia menyampaikan beberapa peserta juga tak membawa bukti mahasiswa dari Forlap Dikti. “Padahal itu penting, karena sebagai bukti bahwa peserta yang ikut CPNS dari alumni mana,” ucapnya.

Dalam penerimaan CPNS 2018 sendiri, Pemko Banjarbaru mendapatkan kuota formasi sangat kecil. Dari 265 yang diusulkan, hanya 96 formasi yang diberikan oleh Kementerian PAN dan RB.

Selain itu, formasi yang diberikan pun semuanya umum tak ada yang khusus. Yaitu, 42 formasi tenaga pendidik dan 54 tenaga kesehatan. (ris/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/