alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Warga Desa Kelumpang Protes Angkutan Batubara Ganggu Lalu Lintas

RANTAU – Jarangnya penjaga yang berjaga di Simpang Empat Pantai Walang, Desa Kelumpang Kecamatan Bungur, membuat warga mengeluh, karena membahayakan pengendara yang lewat.
Pasalnya perempatan jalan itu masuk jalan hauling yang biasa dilintasi oleh mobil-mobil besar atau mobil pengangkut batu bara.

Saniah (38), warga Pantai Walang mengeluhkan bahwa mobil-mobil batu bara yang melintas tidak peduli dengan masyarakat yang mau menyeberang jalan.

“Saat kami mau menyeberang, kami yang harus mengalah dengan menghentikan sepeda motor maupun mobil. Seharusnya mereka yang mengalah,” ucap Saniah kepada Radar Banjarmasin.
Karena mereka yang melintas harus mendahulukan masyarakat yang ingin melewati jalan tersebut. “Untuk itulah diperlukannya penjaga yang selalu siaga berada di lokasi, terutama saat-saat jam-jam sekolah,” tambahnya.

Diakui Saniah, penjaga perempatan jalan memang ada, tapi di jam-jam yang vital. Mereka sering tidak ada di lokasi. “Mungkin mereka mengeluh juga, karena gaji dan fasilitas tidak cukup,” bebernya.

Sementara itu, Camat Bungur, Soegian Noor mengakui bahwa masyarakat juga sempat mengeluh kepadanya dan sempat mengirim surat ke PT Kalimantan Prima Persada, pada tanggal 27 Agustus lalu.

“Setelah masyarakat mengirim surat, kata mereka belum ditanggapi, barulah kami pihak kecamatan yang mengirim surat pada Sabtu (22/9) tadi,” ucapnya.

Pengawas jalan PT Bumi Gunung Mulia, Athaillah mengatakan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan tiga kepala desa, camat beserta Kapolsek Bungur di Mapolsek Bungur.
“Pertemuan ini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang kurangnya pengaturan arus lalu lintas di sana,” ucapnya, Kamis (27/9).

Hasil pertemuan dengan tiga kepala desa, yaitu Desa Kelumpang, Rantau Bujur dan Linuh, beserta camat, petugas dan kapolsek, menyepakati komitmen untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

“Kami pihak perusahaan akan berusaha untuk mengaktifkan kembali petugas yang berjaga,” ujarnya.

Dijelaskan Athaillah, memang beberapa bulan ini petugas kurang aktif, karena mereka mengeluh untuk kenaikan gaji. “Keluhan para petugas jaga, dari segi gaji, fasilitas kerja dan lain sebagainya akan berusaha kami penuhi,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Bungur, Iptu Agung Setiawan menyarankan kepada pihak perusahaan agar petugas yang berjaga di lintasan itu harus memiliki peralatan yang lengkap. “Seperti baju, lampu rambu, peluit dan senter. Agar para sopir batu bara yang melintas juga mengetahui kalau di sana ada yang jaga,” bebernya. (dly)

RANTAU – Jarangnya penjaga yang berjaga di Simpang Empat Pantai Walang, Desa Kelumpang Kecamatan Bungur, membuat warga mengeluh, karena membahayakan pengendara yang lewat.
Pasalnya perempatan jalan itu masuk jalan hauling yang biasa dilintasi oleh mobil-mobil besar atau mobil pengangkut batu bara.

Saniah (38), warga Pantai Walang mengeluhkan bahwa mobil-mobil batu bara yang melintas tidak peduli dengan masyarakat yang mau menyeberang jalan.

“Saat kami mau menyeberang, kami yang harus mengalah dengan menghentikan sepeda motor maupun mobil. Seharusnya mereka yang mengalah,” ucap Saniah kepada Radar Banjarmasin.
Karena mereka yang melintas harus mendahulukan masyarakat yang ingin melewati jalan tersebut. “Untuk itulah diperlukannya penjaga yang selalu siaga berada di lokasi, terutama saat-saat jam-jam sekolah,” tambahnya.

Diakui Saniah, penjaga perempatan jalan memang ada, tapi di jam-jam yang vital. Mereka sering tidak ada di lokasi. “Mungkin mereka mengeluh juga, karena gaji dan fasilitas tidak cukup,” bebernya.

Sementara itu, Camat Bungur, Soegian Noor mengakui bahwa masyarakat juga sempat mengeluh kepadanya dan sempat mengirim surat ke PT Kalimantan Prima Persada, pada tanggal 27 Agustus lalu.

“Setelah masyarakat mengirim surat, kata mereka belum ditanggapi, barulah kami pihak kecamatan yang mengirim surat pada Sabtu (22/9) tadi,” ucapnya.

Pengawas jalan PT Bumi Gunung Mulia, Athaillah mengatakan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan tiga kepala desa, camat beserta Kapolsek Bungur di Mapolsek Bungur.
“Pertemuan ini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat tentang kurangnya pengaturan arus lalu lintas di sana,” ucapnya, Kamis (27/9).

Hasil pertemuan dengan tiga kepala desa, yaitu Desa Kelumpang, Rantau Bujur dan Linuh, beserta camat, petugas dan kapolsek, menyepakati komitmen untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

“Kami pihak perusahaan akan berusaha untuk mengaktifkan kembali petugas yang berjaga,” ujarnya.

Dijelaskan Athaillah, memang beberapa bulan ini petugas kurang aktif, karena mereka mengeluh untuk kenaikan gaji. “Keluhan para petugas jaga, dari segi gaji, fasilitas kerja dan lain sebagainya akan berusaha kami penuhi,” ucapnya.

Sementara Kapolsek Bungur, Iptu Agung Setiawan menyarankan kepada pihak perusahaan agar petugas yang berjaga di lintasan itu harus memiliki peralatan yang lengkap. “Seperti baju, lampu rambu, peluit dan senter. Agar para sopir batu bara yang melintas juga mengetahui kalau di sana ada yang jaga,” bebernya. (dly)

Most Read

Artikel Terbaru

/