alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Parah..! Buruh Angkut di Pasar Harum Manis Ditikam Begini Kondisinya

BANJARMASIN – Mahyuni (40),  warga Jalan Kelayan A Murung Raya RT 20, Banjarmasin Selatan sedang berduka. Putranya, Halex (21) meninggal dunia setelah beberapa saat penanganan medis UGD RSUD Ulin Banjarmasin.

Pemuda yang sehari-hari buruh angkut di kawasan Pasar Harum Manis ini menjadi korban penganiayaan . Dia menerima beberapa tusukan senjata tajam. Diantaranya bagian bawah ketiak kiri, leher belakang kiri dan pinggang kiri dua tusukan. Insiden tersebut terjadi,  Selasa (25/9) sekira pukul 16.25 Wita, di los Pasar Bawang.

Informasi dihimpun Radar Banjarmasin di lokasi kejadian, pelaku marah setelah dipergoki hendak mencuri di sebuah toko. Ketika dipergoki ia tanpa banyak bicara langsung saja mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya atau terselip di pinggang.

Pelaku yang disebut bernama Daham, warga Kelayan,  langsung saja menikamkan sajam ke tubuh korban. Sempat berusaha menyelamatkan diri, Halex terkena tikaman. Ia tersungkur dan bersimbah darah. Pedagang dan pengunjung pasar pun heboh.

“Tadi saya kaget mendengar orang teriak-teriak di dalam lorong pasar. Kebetulan saya di depan. Ternyata keponakan saya yang berlumuran darah,” cerita Arifin (23),  paman korban.

Mengetahui itu,  dia berusaha menolong keponakannya. Kebetulan ketika kejadian,  Mahyuni yang juga menjadi buruh di sana mendengar anaknya menjadi korban. Mereka berdua langsung mengevakuasi.

“Kami tadi melarikannya ke rumah sakit menggunakan Tossa. Kurang lebih setengah jam ditangani medis, ia meninggal dunia.  Ada tiga luka, tetapi di perut yang parah,” kata Arifin.

Arifin mengaku tak mengetahui pemicunya, namun untuk pelaku ia mengetahui siapa orangnya. “Daham nama pelakunya. Dia bukan pekerja di sini. Dia sering nongkrong  di belakang Pasar Harum Manis, di tepi Sungai,” ujarnya.

Terlihat di lokasi sejumlah penyidik Polsekta Banjarmasin Tengah, melakukan  olah tempat kejadian perkara dan mencari saksi,  maupun informasi terkait peristiwa berdarah tersebut.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah,  AKP Sigit Prihanton mengaku masih menyelidiki  pelaku dan sore itu juga ia berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Banjarmasin.

“Ini kami masih di lapangan,  gabung dengan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin, melidik pelaku,” jawab Sigit.(lan)

BANJARMASIN – Mahyuni (40),  warga Jalan Kelayan A Murung Raya RT 20, Banjarmasin Selatan sedang berduka. Putranya, Halex (21) meninggal dunia setelah beberapa saat penanganan medis UGD RSUD Ulin Banjarmasin.

Pemuda yang sehari-hari buruh angkut di kawasan Pasar Harum Manis ini menjadi korban penganiayaan . Dia menerima beberapa tusukan senjata tajam. Diantaranya bagian bawah ketiak kiri, leher belakang kiri dan pinggang kiri dua tusukan. Insiden tersebut terjadi,  Selasa (25/9) sekira pukul 16.25 Wita, di los Pasar Bawang.

Informasi dihimpun Radar Banjarmasin di lokasi kejadian, pelaku marah setelah dipergoki hendak mencuri di sebuah toko. Ketika dipergoki ia tanpa banyak bicara langsung saja mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya atau terselip di pinggang.

Pelaku yang disebut bernama Daham, warga Kelayan,  langsung saja menikamkan sajam ke tubuh korban. Sempat berusaha menyelamatkan diri, Halex terkena tikaman. Ia tersungkur dan bersimbah darah. Pedagang dan pengunjung pasar pun heboh.

“Tadi saya kaget mendengar orang teriak-teriak di dalam lorong pasar. Kebetulan saya di depan. Ternyata keponakan saya yang berlumuran darah,” cerita Arifin (23),  paman korban.

Mengetahui itu,  dia berusaha menolong keponakannya. Kebetulan ketika kejadian,  Mahyuni yang juga menjadi buruh di sana mendengar anaknya menjadi korban. Mereka berdua langsung mengevakuasi.

“Kami tadi melarikannya ke rumah sakit menggunakan Tossa. Kurang lebih setengah jam ditangani medis, ia meninggal dunia.  Ada tiga luka, tetapi di perut yang parah,” kata Arifin.

Arifin mengaku tak mengetahui pemicunya, namun untuk pelaku ia mengetahui siapa orangnya. “Daham nama pelakunya. Dia bukan pekerja di sini. Dia sering nongkrong  di belakang Pasar Harum Manis, di tepi Sungai,” ujarnya.

Terlihat di lokasi sejumlah penyidik Polsekta Banjarmasin Tengah, melakukan  olah tempat kejadian perkara dan mencari saksi,  maupun informasi terkait peristiwa berdarah tersebut.

Kapolsekta Banjarmasin Tengah,  AKP Sigit Prihanton mengaku masih menyelidiki  pelaku dan sore itu juga ia berkoordinasi dengan Satreskrim Polresta Banjarmasin.

“Ini kami masih di lapangan,  gabung dengan Unit Jatanras Satreskrim Polresta Banjarmasin, melidik pelaku,” jawab Sigit.(lan)

Most Read

Artikel Terbaru

Pikap Tabrak Pohon, Sopir Terjepit

BPK adalah Aset Kota

Keluarga Sudah Ikhlas

Izin Kafe, Isi Karaoke

Dompet dan Handphone Sasaran Copet

/