alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Polisi Imbau Petani Waspada Terhadap Karhutla

BANJARMASIN – Wilayah Banjarmasin Selatan, salah satu wilayah masih memiliki lahan persawahan. Untuk itu di musim kemarau ini jajaran Polsekta Banjarmasin Selatan gencar melakukan imbauan terkait Karhutla.

Melalui ujung tombak kepolisian personel Bhabinkamtibmas  satu kampung ke kampung.  Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Pagar Polsek Banjarmasin Selatan,  Brigadir Agus dengan melaksanakan imbauan kepada warga binaan,  yaitu seorang petani.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Najamuddin Bustari, membuka lahan dengan cara membakar merupakan metode praktis yang biasa digunakan oleh masyarakat yang mengelola lahan tradisional, selain prosesnya cepat dan juga murah.

“Tetapi proses ini menyisakan segudang masalah, tentu gangguan kesehatan yang disebabkan dari asap yang dihasilkan,” terang Najamuddin.

Menurutnya untuk mengantisipasi hal itu ia telah mengarahkan seluruh anggota agar melaksanakan turun ke lapangan memberikan imbauan kepada masyarakat .

“Dampaknya banyak  bisa rusaknya alam, punahnya hewan dan tercemarnya udara. Yang jelas jika mereka tetap melakukan pembakaran,  maka telah melanggar aturan larangan membakar hutan dan lahan, ancaman hukuman pidana penjara 10 tahun atau denda  sebanyak Rp 10 miliar,” tandas Najamuddin.(lan)

BANJARMASIN – Wilayah Banjarmasin Selatan, salah satu wilayah masih memiliki lahan persawahan. Untuk itu di musim kemarau ini jajaran Polsekta Banjarmasin Selatan gencar melakukan imbauan terkait Karhutla.

Melalui ujung tombak kepolisian personel Bhabinkamtibmas  satu kampung ke kampung.  Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tanjung Pagar Polsek Banjarmasin Selatan,  Brigadir Agus dengan melaksanakan imbauan kepada warga binaan,  yaitu seorang petani.

Kapolsek Banjarmasin Selatan Kompol Najamuddin Bustari, membuka lahan dengan cara membakar merupakan metode praktis yang biasa digunakan oleh masyarakat yang mengelola lahan tradisional, selain prosesnya cepat dan juga murah.

“Tetapi proses ini menyisakan segudang masalah, tentu gangguan kesehatan yang disebabkan dari asap yang dihasilkan,” terang Najamuddin.

Menurutnya untuk mengantisipasi hal itu ia telah mengarahkan seluruh anggota agar melaksanakan turun ke lapangan memberikan imbauan kepada masyarakat .

“Dampaknya banyak  bisa rusaknya alam, punahnya hewan dan tercemarnya udara. Yang jelas jika mereka tetap melakukan pembakaran,  maka telah melanggar aturan larangan membakar hutan dan lahan, ancaman hukuman pidana penjara 10 tahun atau denda  sebanyak Rp 10 miliar,” tandas Najamuddin.(lan)

Most Read

Artikel Terbaru

/