alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Jacksen Turut Berduka untuk Haringga

BANJARMASIN – Laga klasik yang mempertemukan Persib Bandung vs Persija Jakarta kembali memakan korban jiwa. Kali ini Haringga Sirila, The Jakmania yang tewas dikeroyok oknum suporter Persib saat mencoba menonton laga pekan ke-23 Liga 1 2018 itu di Stadion GBLA, Minggu (23/09).

Insiden ini mendapat kecaman keras dari berbagai pihak. Salah satunya pelatih Liga 1 yang sudah sangat memahami karakteristik sepak bola Indonesia, Jacksen F Tiago. “Olahraga pada umumnya adalah alat menyatukan bangsa maupun manusia. Tidak ada alasan apapun yang bisa membuat kami memahami kejadian menimpa Alm Adik Haringga kemarin,” ungkap Jacksen.

Pelatih asal Brasil itu sangat menyayangkan adanya korban jiwa dalam sepak bola. Padahal Indonesia terkenal dengan asas toleransi yang sangat tinggi. Untuk itu, Jacksen berharap segala lini sepak bola Indonesia harus introspeksi dan berbenah, baik manajemen, pemain, suporter, serta panitia pelaksana, dan pemangku kebijakan. Supaya ke depannya tidak ada korban jiwa lainnya. “Apalagi Indonesia negara yang sangat kuat dalam aspek agama dan toleransi selama ini. Semoga kami semua introspeksi atas musibah ini,” ujarnya. “Saya turut berbelasungkawa untuk sepak bola Indonesia. Bukan hanya keluarga Haringga maupun Indonesia yang berduka, tetapi seluruh pelaku sepak bola Indonesia berduka saat ini,” tegas Jacksen.

Tewasnya Haringga Sirila menambah daftar panjang korban jiwa suporter Persib dan Persija. Musim sebelumnya, ada nama Ricko Rinaldi, suporter Persib yang juga tewas usai menjadi korban salah sasaran karena diduga sebagai anggota The Jakmania yang menyusup ke GBLA saat Persib Bandung menjamu Persija (22/07/17).(bir/ma/dye)

BANJARMASIN – Laga klasik yang mempertemukan Persib Bandung vs Persija Jakarta kembali memakan korban jiwa. Kali ini Haringga Sirila, The Jakmania yang tewas dikeroyok oknum suporter Persib saat mencoba menonton laga pekan ke-23 Liga 1 2018 itu di Stadion GBLA, Minggu (23/09).

Insiden ini mendapat kecaman keras dari berbagai pihak. Salah satunya pelatih Liga 1 yang sudah sangat memahami karakteristik sepak bola Indonesia, Jacksen F Tiago. “Olahraga pada umumnya adalah alat menyatukan bangsa maupun manusia. Tidak ada alasan apapun yang bisa membuat kami memahami kejadian menimpa Alm Adik Haringga kemarin,” ungkap Jacksen.

Pelatih asal Brasil itu sangat menyayangkan adanya korban jiwa dalam sepak bola. Padahal Indonesia terkenal dengan asas toleransi yang sangat tinggi. Untuk itu, Jacksen berharap segala lini sepak bola Indonesia harus introspeksi dan berbenah, baik manajemen, pemain, suporter, serta panitia pelaksana, dan pemangku kebijakan. Supaya ke depannya tidak ada korban jiwa lainnya. “Apalagi Indonesia negara yang sangat kuat dalam aspek agama dan toleransi selama ini. Semoga kami semua introspeksi atas musibah ini,” ujarnya. “Saya turut berbelasungkawa untuk sepak bola Indonesia. Bukan hanya keluarga Haringga maupun Indonesia yang berduka, tetapi seluruh pelaku sepak bola Indonesia berduka saat ini,” tegas Jacksen.

Tewasnya Haringga Sirila menambah daftar panjang korban jiwa suporter Persib dan Persija. Musim sebelumnya, ada nama Ricko Rinaldi, suporter Persib yang juga tewas usai menjadi korban salah sasaran karena diduga sebagai anggota The Jakmania yang menyusup ke GBLA saat Persib Bandung menjamu Persija (22/07/17).(bir/ma/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/