alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Pendaftaran CPNS 2018 Diundur

Pemerintah mengundur proses pelamaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) via daring (online) ke 26 September 2018. Saat ini pemerintah mematangkan laman resmi sscn.bkn.go.id.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Perkasa Alam. “Dari penuturan BKN, diperkirakan 7 juta masyarakat Indonesia bakal mengakses itu secara bersamaan. Dimatangkan supaya tidak down,” bebernya.

Bahkan, rentang waktu proses pendaftaran CPNS 2018 pun bakal diperpanjang sampai tanggal 10 Oktober 2018. Ini menjadi kesempatan bagi para pelamar agar menyiapkan berkas lamaran lebih lama. Ambil contoh, bagi para pelamar yang bermasalah dengan data administrasi kependudukan.

Alasan lainnya, belum semua instansi menyerahkan jumlah formasi serta persyaratan ke dalam portal SSCN. Hasilnya, website pihak BKN juga urung dibuka untuk umum. “Dengan waktu yang panjang itu, saya harap pelamar bisa menyiapkan segala persyaratannya dengan baik,” kata Perkasa.

Yang menarik, pendaftaran CPNS ini harus juga mengunggah foto selfie atau swafoto di laman resmi di sscn.bkn.go.id Kepala BKD Kalsel, Perkasa Alam mengatakan ini semata-mata untuk menhindari joki saat proses seseorang mendaftarkan diri menjadi calon abdi negara.

“Instruksinya sudah resmi. Pelamar harus mengunggah foto selfie dengan KTP dan kartu informasi akun,” kata Perkasa mesti mengunggah foto non formal namun tetap sopan dipandang.

Selain swafoto, beberapa persyaratan lainnya seperti KTP, pas foto, ijazah, transkrip nilai menjadi dokumen penting lainnya yang wajib disediakan oleh pelamar.

“Saya pastikan, untuk SKCK dan Kartu Kuning ketenagakerjaan jelas tidak dibutuhkan dalam proses pendaftaran CPNS 2018. Pemerintah sekarang memudahkan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalsel, Ardiansyah memastikan bagi pelamar yang administrasi kependudukan saat mendaftar di sscn.bkn.go.id dapat langsung datang ke masing-masing kantor disdukcapil yang ada di daerah masing-masing.

“Biasanya ini gara-gara karena perekaman ganda KTP yang sebelumnya dilakukan oleh si pelamar,” tutur Ardiansyah.

Pihak kantor Disdukcapil masing-masing daerah nantinya bakal membantu pelamar yang bermasalah dengan syarat membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang bersangkutan. (dom/ay/ran)

Pemerintah mengundur proses pelamaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) via daring (online) ke 26 September 2018. Saat ini pemerintah mematangkan laman resmi sscn.bkn.go.id.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Perkasa Alam. “Dari penuturan BKN, diperkirakan 7 juta masyarakat Indonesia bakal mengakses itu secara bersamaan. Dimatangkan supaya tidak down,” bebernya.

Bahkan, rentang waktu proses pendaftaran CPNS 2018 pun bakal diperpanjang sampai tanggal 10 Oktober 2018. Ini menjadi kesempatan bagi para pelamar agar menyiapkan berkas lamaran lebih lama. Ambil contoh, bagi para pelamar yang bermasalah dengan data administrasi kependudukan.

Alasan lainnya, belum semua instansi menyerahkan jumlah formasi serta persyaratan ke dalam portal SSCN. Hasilnya, website pihak BKN juga urung dibuka untuk umum. “Dengan waktu yang panjang itu, saya harap pelamar bisa menyiapkan segala persyaratannya dengan baik,” kata Perkasa.

Yang menarik, pendaftaran CPNS ini harus juga mengunggah foto selfie atau swafoto di laman resmi di sscn.bkn.go.id Kepala BKD Kalsel, Perkasa Alam mengatakan ini semata-mata untuk menhindari joki saat proses seseorang mendaftarkan diri menjadi calon abdi negara.

“Instruksinya sudah resmi. Pelamar harus mengunggah foto selfie dengan KTP dan kartu informasi akun,” kata Perkasa mesti mengunggah foto non formal namun tetap sopan dipandang.

Selain swafoto, beberapa persyaratan lainnya seperti KTP, pas foto, ijazah, transkrip nilai menjadi dokumen penting lainnya yang wajib disediakan oleh pelamar.

“Saya pastikan, untuk SKCK dan Kartu Kuning ketenagakerjaan jelas tidak dibutuhkan dalam proses pendaftaran CPNS 2018. Pemerintah sekarang memudahkan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kalsel, Ardiansyah memastikan bagi pelamar yang administrasi kependudukan saat mendaftar di sscn.bkn.go.id dapat langsung datang ke masing-masing kantor disdukcapil yang ada di daerah masing-masing.

“Biasanya ini gara-gara karena perekaman ganda KTP yang sebelumnya dilakukan oleh si pelamar,” tutur Ardiansyah.

Pihak kantor Disdukcapil masing-masing daerah nantinya bakal membantu pelamar yang bermasalah dengan syarat membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang bersangkutan. (dom/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Pikap Tabrak Pohon, Sopir Terjepit

BPK adalah Aset Kota

Keluarga Sudah Ikhlas

Izin Kafe, Isi Karaoke

Dompet dan Handphone Sasaran Copet

/