alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Raih Predikat Kota Pintar Tapi Masih Banyak yang Buta Huruf

BANJARMASIN – Menyandang predikat kota pintar, penduduk Kota Banjarmasin masih ada yang buta huruf. Dari hasil pendataan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, angka melek huruf warga kota ini belum mencapai 100 persen.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto tak menepis fakta. Dibeberkannya data angka melek huruf selalu diperbaharui serta diunggah oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Lantas, berapa angkanya? Untuk kalangan laki-laki persentasenya mencapai 99,70 persen. Dari kaum hawa, capaiannya malah tertinggal 98,16 dari total penduduk Kota Banjarmasin. “Data ini bisa dijadikan acuan. Meski ada yang masih tercecer, gara-gara warga enggan terbuka dengan ketidakmampuan mereka membaca dan menulis,” kata Totok, kemarin (20/9).

Namun, Totok menegaskan pihaknya telah berupaya maksimal menggenjot angka melek huruf sampai 100 persen. Setiap tahun kemampuan baca tulis masyarakat juga menunjukkan tren yang membaik.

Misi mengentaskan buta huruf itu diwujudkan dengan memperbanyak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pada daerah-daerah yang masyarakatnya kebanyakan buta huruf. “Total ada 20 PKBM. Seluruh kecamatan ada, kecuali Banjarmasin Tengah,” ujarnya.

Di situ warga buta huruf mendapatkan pelatihan membaca dan menulis. Lewat program Keaksaraan Fungsional (KF) dan life skill. Rata-rata, pesertanya berasal dari lansia, khususnya para perempuan. “Kenapa jadi kebanyakan perempuan? Ketimpangan gender masih ada. Kaum perempuan lebih banyak beraktivitas di rumah. Berbeda dengan laki-laki,” bebernya.

Namun, Totok memastikan bakal sigap membuka PKBM baru apabila ada masyarakat memerlukan bantuan baca tulis.

Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banjarmasin, Iwan Fitriady tak menampik ketimpangan gender dalam dunia pendidikan masih jadi pekerjaan rumah. “Sosialisasi pengarusutamaan gender sudah dilakukan ke masyarakat. Namun, masih banyak perempuan yang tidak terlibat dalam bidang pendidikan,” sebutnya.(dom/at/dye)

BANJARMASIN – Menyandang predikat kota pintar, penduduk Kota Banjarmasin masih ada yang buta huruf. Dari hasil pendataan Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, angka melek huruf warga kota ini belum mencapai 100 persen.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto tak menepis fakta. Dibeberkannya data angka melek huruf selalu diperbaharui serta diunggah oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Lantas, berapa angkanya? Untuk kalangan laki-laki persentasenya mencapai 99,70 persen. Dari kaum hawa, capaiannya malah tertinggal 98,16 dari total penduduk Kota Banjarmasin. “Data ini bisa dijadikan acuan. Meski ada yang masih tercecer, gara-gara warga enggan terbuka dengan ketidakmampuan mereka membaca dan menulis,” kata Totok, kemarin (20/9).

Namun, Totok menegaskan pihaknya telah berupaya maksimal menggenjot angka melek huruf sampai 100 persen. Setiap tahun kemampuan baca tulis masyarakat juga menunjukkan tren yang membaik.

Misi mengentaskan buta huruf itu diwujudkan dengan memperbanyak Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) pada daerah-daerah yang masyarakatnya kebanyakan buta huruf. “Total ada 20 PKBM. Seluruh kecamatan ada, kecuali Banjarmasin Tengah,” ujarnya.

Di situ warga buta huruf mendapatkan pelatihan membaca dan menulis. Lewat program Keaksaraan Fungsional (KF) dan life skill. Rata-rata, pesertanya berasal dari lansia, khususnya para perempuan. “Kenapa jadi kebanyakan perempuan? Ketimpangan gender masih ada. Kaum perempuan lebih banyak beraktivitas di rumah. Berbeda dengan laki-laki,” bebernya.

Namun, Totok memastikan bakal sigap membuka PKBM baru apabila ada masyarakat memerlukan bantuan baca tulis.

Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banjarmasin, Iwan Fitriady tak menampik ketimpangan gender dalam dunia pendidikan masih jadi pekerjaan rumah. “Sosialisasi pengarusutamaan gender sudah dilakukan ke masyarakat. Namun, masih banyak perempuan yang tidak terlibat dalam bidang pendidikan,” sebutnya.(dom/at/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/