alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Total 328 Formasi CPNS di Kalsel, Guru Matematika Paling Banyak Dicari

BANJARBARU – Pemprov Kalsel secara resmi merilis kualifikasi formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Dari, 328 formasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), tenaga guru paling banyak dicari. Jumlahnya mencapai 212 orang.

Dari semua jatah formasi guru tersebut, tenaga guru Matematika ahli pratama memiliki alokasi formasi terbanyak, yakni sebanyak 38 orang. Guru Agama Islam Ahli Pertama dan Guru Bahasa Indonesia Ahli Pertama juga mencapai 38 orang. Selain itu, Pemprov hanya mencari satu guru per formasi.

Selain formasi guru, CPNS di lingkup Pemprov juga membutuhkan 50 orang tenaga kesehatan. Formasi umum yang dicari meliputi dokter umum, dokter spesialis hingga perawat. Jumlah alokasi yang dibutuhkan rata-rata hanya 1 orang. Paling banyak hanya pada formasi terampil dengan kualifikasi pendidikan D-III Keperawatan, jumlahnya sebanyak 5 orang.

Di formasi ketiga, tenaga teknis yang jumlah formasinya membutuhkan 66 orang. Paling banyak dicari pada formasi Polisi Kehutanan Terampil, jumlahnya sebanyak 13 orang. Di formasi tenaga teknis sendiri, Pemprov mengalokasikan tiga orang penyandang disabilitas. Mereka dibutuhkan pada Analis Jabatan, Instruktur Ahli Pertama, dan Pustakawan Ahli Pertama.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kalsel, Perkasa Alam mengatakan, bagi pelamar CPNS disabilitas harus melampirkan surat dari dokter yang menerangkan tingkat disabilitasnya. Pasalnya, mereka harus mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran, berdiskusi, bisa berjalan, tidak buta, serta tidak tuli.

Proses pendaftaran lamaran diterangkannya, dikirim melalaui website resmi, yakni ssc.bkn.go.id. Namun, potokopinya harus di kirim ke kantor BKD Kalsel di Banjarbaru, sebagai dokumen. Seperti ijazah, KTP, kartu keluarga, pass photo. “Surat permohonan ditujukan kepada Gubernur Kalsel Up BKD Kalsel,” terang Perkasa sembari menerangkan proses pendaftaran CPNS akan dimulai pada 26 September hingga 10 Oktober 2018 mendatang.

Sementara itu, musim penerimaan tahun ini, Pemko Banjarbaru hanya mendapatkan kuota formasi sangat kecil. Dari 265 yang diusulkan, hanya 96 formasi yang diberikan oleh Kementerian PAN dan RB.

Selain itu, formasi yang diberikan pun semuanya umum tak ada yang khusus. Yaitu, 42 formasi tenaga pendidik dan 54 tenaga kesehatan. Sehingga, tak ada harapan bagi honorer K2 untuk bisa meraih status PNS.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah di Kota Banjarbaru mengungkapkan bahwa pemko tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, semua keputusan ada di pusat. “Kami sudah mengusulkan 265 formasi. Namun usulan itu tidak sepenuhnya diterima kementerian, hanya 96 yang diberikan. Sedangkan, untuk formasi honorer K2 keputusan ada di tangan BKN Pusat,” ungkapnya.

Dia mengaku menyayangkan formasi yang didapatkan sangat sedikit, padahal Pemko Banjarbaru masih memerlukan banyak pegawai. “Formasi yang kami usulkan sudah sesuai keperluan. Sayang, banyak yang dikurangi. Termasuk, tenaga kesehatan di rumah sakit,” ucapnya.

Sementara bagi honorer K2, Pemko Banjarbaru juga tak bisa memaksakan untuk mengangkat mereka. Karena, semua sudah diatur oleh BKN. “Di Banjarbaru sendiri jumlah honorer K2 yang tercatat di BKN ada 67 orang,” ujar pria yang akrab disapa Habib Abdullah ini.

Menurutnya, seandainya ada formasi untuk honorer K2. Tak semuanya bisa mendaftar. Sebab, honorer K2 Banjarbaru sebagian besar berusia di atas 35 tahun. “Sekarang ‘kan pemerintah pusat mengatur peserta CPNS maksimal berumur 35 tahun,” ungkapnya.

Jadwal pendaftaran penerimaan CPNS 2018 sendiri akan dimulai pada 26 September. Namun, informasi atau pengumuman sudah mulai dibuka Rabu (19/9) kemarin. “Pengumuman ini untuk memberikan waktu kepada masyarakat, agar bisa mempersiapkan diri sebelum mendaftar,” kata Habib.

Lanjutnya, informasi sendiri bisa dilihat di portal sistem seleksi CPNS: sscn.bkn.go.id. “Kalau sistem belum bisa diakses, berarti belum dibuka oleh pusat,” pungkasnya. (mof/ris/ay/ran)

BANJARBARU – Pemprov Kalsel secara resmi merilis kualifikasi formasi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018. Dari, 328 formasi yang ditetapkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), tenaga guru paling banyak dicari. Jumlahnya mencapai 212 orang.

Dari semua jatah formasi guru tersebut, tenaga guru Matematika ahli pratama memiliki alokasi formasi terbanyak, yakni sebanyak 38 orang. Guru Agama Islam Ahli Pertama dan Guru Bahasa Indonesia Ahli Pertama juga mencapai 38 orang. Selain itu, Pemprov hanya mencari satu guru per formasi.

Selain formasi guru, CPNS di lingkup Pemprov juga membutuhkan 50 orang tenaga kesehatan. Formasi umum yang dicari meliputi dokter umum, dokter spesialis hingga perawat. Jumlah alokasi yang dibutuhkan rata-rata hanya 1 orang. Paling banyak hanya pada formasi terampil dengan kualifikasi pendidikan D-III Keperawatan, jumlahnya sebanyak 5 orang.

Di formasi ketiga, tenaga teknis yang jumlah formasinya membutuhkan 66 orang. Paling banyak dicari pada formasi Polisi Kehutanan Terampil, jumlahnya sebanyak 13 orang. Di formasi tenaga teknis sendiri, Pemprov mengalokasikan tiga orang penyandang disabilitas. Mereka dibutuhkan pada Analis Jabatan, Instruktur Ahli Pertama, dan Pustakawan Ahli Pertama.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kalsel, Perkasa Alam mengatakan, bagi pelamar CPNS disabilitas harus melampirkan surat dari dokter yang menerangkan tingkat disabilitasnya. Pasalnya, mereka harus mampu melakukan tugas seperti menganalisa, mengetik, menyampaikan buah pikiran, berdiskusi, bisa berjalan, tidak buta, serta tidak tuli.

Proses pendaftaran lamaran diterangkannya, dikirim melalaui website resmi, yakni ssc.bkn.go.id. Namun, potokopinya harus di kirim ke kantor BKD Kalsel di Banjarbaru, sebagai dokumen. Seperti ijazah, KTP, kartu keluarga, pass photo. “Surat permohonan ditujukan kepada Gubernur Kalsel Up BKD Kalsel,” terang Perkasa sembari menerangkan proses pendaftaran CPNS akan dimulai pada 26 September hingga 10 Oktober 2018 mendatang.

Sementara itu, musim penerimaan tahun ini, Pemko Banjarbaru hanya mendapatkan kuota formasi sangat kecil. Dari 265 yang diusulkan, hanya 96 formasi yang diberikan oleh Kementerian PAN dan RB.

Selain itu, formasi yang diberikan pun semuanya umum tak ada yang khusus. Yaitu, 42 formasi tenaga pendidik dan 54 tenaga kesehatan. Sehingga, tak ada harapan bagi honorer K2 untuk bisa meraih status PNS.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah di Kota Banjarbaru mengungkapkan bahwa pemko tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, semua keputusan ada di pusat. “Kami sudah mengusulkan 265 formasi. Namun usulan itu tidak sepenuhnya diterima kementerian, hanya 96 yang diberikan. Sedangkan, untuk formasi honorer K2 keputusan ada di tangan BKN Pusat,” ungkapnya.

Dia mengaku menyayangkan formasi yang didapatkan sangat sedikit, padahal Pemko Banjarbaru masih memerlukan banyak pegawai. “Formasi yang kami usulkan sudah sesuai keperluan. Sayang, banyak yang dikurangi. Termasuk, tenaga kesehatan di rumah sakit,” ucapnya.

Sementara bagi honorer K2, Pemko Banjarbaru juga tak bisa memaksakan untuk mengangkat mereka. Karena, semua sudah diatur oleh BKN. “Di Banjarbaru sendiri jumlah honorer K2 yang tercatat di BKN ada 67 orang,” ujar pria yang akrab disapa Habib Abdullah ini.

Menurutnya, seandainya ada formasi untuk honorer K2. Tak semuanya bisa mendaftar. Sebab, honorer K2 Banjarbaru sebagian besar berusia di atas 35 tahun. “Sekarang ‘kan pemerintah pusat mengatur peserta CPNS maksimal berumur 35 tahun,” ungkapnya.

Jadwal pendaftaran penerimaan CPNS 2018 sendiri akan dimulai pada 26 September. Namun, informasi atau pengumuman sudah mulai dibuka Rabu (19/9) kemarin. “Pengumuman ini untuk memberikan waktu kepada masyarakat, agar bisa mempersiapkan diri sebelum mendaftar,” kata Habib.

Lanjutnya, informasi sendiri bisa dilihat di portal sistem seleksi CPNS: sscn.bkn.go.id. “Kalau sistem belum bisa diakses, berarti belum dibuka oleh pusat,” pungkasnya. (mof/ris/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/