alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Pengaduan Dicabut, Demo Dibatalkan

BANJARMASIN – Rencananya Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) untuk melakukan aksi unjuk rasa,  Rabu (19/9) pagi batal. Jika sebelumnya mengenai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, kali ini mereka menutut pencabutan penetapan tersangka terhadap tujuh orang rekan mahasiswa.

“Mereka tidak jadi demo ke sini,” ungkap Kepala Bagian Tata Usaha, Protokoler dan Kehumasan, Riduansyah kepada Radar Banjarmasin.

Tujuan aksi unjuk rasa mereka kali ini mendesak Setwan Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mencabut laporan terhadap ketujuh rekan mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. “Karena kita sudah cabut laporan di kepolisian,  kemarin (18/9),  otomatis mereka batal,” jelasnya.

Riduan mengaku sudah mendapat surat tembusan dari kepolisian mengenai rencana LSISK yang akan berunjuk rasa kembali ke DPRD Kalsel. “Aturan memang begitu, mereka mengirim surat ke kepolisian, kita hanya tembusan saja,” jelasnya.

Batalnya rencana aksi unjuk rasa disyukuri oleh Riduan. Meski begitu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polresta Banjarmasin guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kembali. “Hasil koordinasi, kita tidak menerima pengunjuk rasa di halaman gedung dewan. Mereka hanya di luar pagar gedung,” katanya.

Dia menyebut,  Kamis (20/9) akan ada aksi unjuk rasa ke dewan. Kelompok yang berunjuk rasa mengatasnamakan  Aliansi Mahasiswa Kalsel. Aspirasi yang diangkat mengenai selamatkan nilai rupiah ,  selamatkan rakyat. “Beda lagi kelompok yang akan unjuk rasa besok,” tambahnya.

Radar Banjarmasin mencoba konfirmasi Ketua Umum LSISK, Abdul Hakim mengenai batalnya aksi unjuk rasa. “Karena tuntutan kita sudah terpenuhi,  ya kita batalkan aksi,” katanya. (gmp)

BANJARMASIN – Rencananya Lingkar Studi Ilmu Sosial Kerakyatan (LSISK) untuk melakukan aksi unjuk rasa,  Rabu (19/9) pagi batal. Jika sebelumnya mengenai melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, kali ini mereka menutut pencabutan penetapan tersangka terhadap tujuh orang rekan mahasiswa.

“Mereka tidak jadi demo ke sini,” ungkap Kepala Bagian Tata Usaha, Protokoler dan Kehumasan, Riduansyah kepada Radar Banjarmasin.

Tujuan aksi unjuk rasa mereka kali ini mendesak Setwan Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mencabut laporan terhadap ketujuh rekan mereka yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. “Karena kita sudah cabut laporan di kepolisian,  kemarin (18/9),  otomatis mereka batal,” jelasnya.

Riduan mengaku sudah mendapat surat tembusan dari kepolisian mengenai rencana LSISK yang akan berunjuk rasa kembali ke DPRD Kalsel. “Aturan memang begitu, mereka mengirim surat ke kepolisian, kita hanya tembusan saja,” jelasnya.

Batalnya rencana aksi unjuk rasa disyukuri oleh Riduan. Meski begitu, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polresta Banjarmasin guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kembali. “Hasil koordinasi, kita tidak menerima pengunjuk rasa di halaman gedung dewan. Mereka hanya di luar pagar gedung,” katanya.

Dia menyebut,  Kamis (20/9) akan ada aksi unjuk rasa ke dewan. Kelompok yang berunjuk rasa mengatasnamakan  Aliansi Mahasiswa Kalsel. Aspirasi yang diangkat mengenai selamatkan nilai rupiah ,  selamatkan rakyat. “Beda lagi kelompok yang akan unjuk rasa besok,” tambahnya.

Radar Banjarmasin mencoba konfirmasi Ketua Umum LSISK, Abdul Hakim mengenai batalnya aksi unjuk rasa. “Karena tuntutan kita sudah terpenuhi,  ya kita batalkan aksi,” katanya. (gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/