alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Stiker Kampanye Dilarang Keras

SAMPAI sekarang, belum ada satu pun partai politik yang melaporkan aktivitas media sosialnya ke KPU. Padahal, tenggat waktunya sebentar lagi habis, tepatnya pada tanggal 22 September.

“Belum ada yang mendaftar, satu pun. Saya pikir, parpol menunggu hari terakhir. Mungkin masih konsolidasi,” kata Ketua KPU Banjarmasin, Khairunnizan, kemarin (18/9).

Akun medsos yang akan dipakai pada masa kampanye harus didaftarkan. Apakah itu akun parpol atau caleg. Setiap jenis medsos, apakah itu Instagram, Facebook, atau Twitter, masing-masing dibatasi 10 akun saja.

Tujuannya, untuk mengawasi aktivitas kampanye di dunia maya. “Setelah didaftarkan ke KPU, akan kami laporkan ke Bawaslu dan kepolisian untuk bantu mengawasi,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana dengan aturan main kampanye di dunia nyata? Khairunnizan menegaskan, penempelan stiker dilarang keras di jalan-jalan protokol. Semisal Jalan Ahmad Yani dan Jalan Hasan Basry.

Alasannya jelas. Stiker dalam ukuran kecil, kerap disebar secara membabi buta. Menempel di tiang listrik, lampu penerangan jalan, trotoar, hingga gardu listrik. Selain merusak pemandangan kota, membersihkannya juga sulit.

“Stiker dilarang. Lalu mana titik yang boleh dan dilarang untuk baliho atau umbul-umbul? Masih dirundingkan bersama pemko,” ujarnya.

Alasannya, Peraturan KPU harus dicocokkan dengan Perda (Peraturan Daerah) dan (Peraturan Wali Kota) yang berlaku di kota ini. Namun, bisa dipastikan, ada sejumlah kawasan terlarang untuk alat peraga kampanye.

“Seperti tempat ibadah, kantor pemerintahan, sekolah, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Semuanya harus bebas dari alat peraga kampanye,” tegas Khairunnizan.

Terkait larangan politisasi tempat ibadah, agak membingungkan. Dalam pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, kandidat bisa saja mendatangi masjid atau gereja.

“Tentu boleh kalau cuma untuk silaturahmi atau beribadah. Yang dilarang kalau sudah diberi muatan ajakan, pemberitahuan nomor urut, atau kemunculan logo parpol,” pungkas Khairunnizan. (fud/at/nur)

SAMPAI sekarang, belum ada satu pun partai politik yang melaporkan aktivitas media sosialnya ke KPU. Padahal, tenggat waktunya sebentar lagi habis, tepatnya pada tanggal 22 September.

“Belum ada yang mendaftar, satu pun. Saya pikir, parpol menunggu hari terakhir. Mungkin masih konsolidasi,” kata Ketua KPU Banjarmasin, Khairunnizan, kemarin (18/9).

Akun medsos yang akan dipakai pada masa kampanye harus didaftarkan. Apakah itu akun parpol atau caleg. Setiap jenis medsos, apakah itu Instagram, Facebook, atau Twitter, masing-masing dibatasi 10 akun saja.

Tujuannya, untuk mengawasi aktivitas kampanye di dunia maya. “Setelah didaftarkan ke KPU, akan kami laporkan ke Bawaslu dan kepolisian untuk bantu mengawasi,” imbuhnya.

Lalu, bagaimana dengan aturan main kampanye di dunia nyata? Khairunnizan menegaskan, penempelan stiker dilarang keras di jalan-jalan protokol. Semisal Jalan Ahmad Yani dan Jalan Hasan Basry.

Alasannya jelas. Stiker dalam ukuran kecil, kerap disebar secara membabi buta. Menempel di tiang listrik, lampu penerangan jalan, trotoar, hingga gardu listrik. Selain merusak pemandangan kota, membersihkannya juga sulit.

“Stiker dilarang. Lalu mana titik yang boleh dan dilarang untuk baliho atau umbul-umbul? Masih dirundingkan bersama pemko,” ujarnya.

Alasannya, Peraturan KPU harus dicocokkan dengan Perda (Peraturan Daerah) dan (Peraturan Wali Kota) yang berlaku di kota ini. Namun, bisa dipastikan, ada sejumlah kawasan terlarang untuk alat peraga kampanye.

“Seperti tempat ibadah, kantor pemerintahan, sekolah, dan fasilitas pelayanan kesehatan. Semuanya harus bebas dari alat peraga kampanye,” tegas Khairunnizan.

Terkait larangan politisasi tempat ibadah, agak membingungkan. Dalam pemilu pada tahun-tahun sebelumnya, kandidat bisa saja mendatangi masjid atau gereja.

“Tentu boleh kalau cuma untuk silaturahmi atau beribadah. Yang dilarang kalau sudah diberi muatan ajakan, pemberitahuan nomor urut, atau kemunculan logo parpol,” pungkas Khairunnizan. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/