alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Larangan Kresek di Pasar Tradisional Makin Digaungkan

BANJARMASIN – Kebijakan diet kantong plastik bakal benar-benar menyasar pasar tradisional. Artinya, penggunaan kresek perlahan-lahan akan tergantikan oleh bahan-bahan yang ramah lingkungan.

“Dapat kami laporkan bahwa Banjarmasin ini adalah satu-satunya kota di Indonesia yang melarang penggunaan kantong plastik di pasar-pasar modern. Dan mohon dukungannya tahun ini kita sudah mulai masuk ke pasar-pasar tradisional,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Proses sosialisasi sendiri sudah dimulai. Kata Ibnu, ada dua pasar yang sudah mulai menerapkan diet kantong plastik. Diantaranya, Pasar Pandu dan Sentra Antasari.

Untuk diketahui, Banjarmasin bisa disebut pelopor. Belakangan sudah ada beberapa kota lain di Indonesia yang mengadopsi aturan serupa.

“Sampai saat ini sudah diikuti 5 kota lain di Indonesia. Mudah-mudahan ke depan semakin bagus, karena pada saat yang sama kita juga harus menjadikan pasar tradisional sebagai pasar yang sehat dan nyaman,” ucapnya.

Jika kantong kresek dilarang di pasar tradisonal, lalu apa penggantinya? Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, Khairil Anwar bakal mencoba bakul purun sebagai alternatif. Selain mengangkat kearifan lokal, harganya juga murah. “Ini sudah sesuai dengan Perwali No 18 Tahun 2016,” ujarnya.

Satu harga bakul purun diestimasikan senila Rp3.000. Namun, bisa digunakan untuk jangka panjang. Bahannya kuat, tak gampang rusak. Bisa tahan mengangkut sayur-sayuran hingga lauk-pauk.

Khairil mengklaim, program diet kantong plastik itu dinyatakan mampu memangkas 30 persen sampah di kota ini. Apabila dilanjutkan oleh pasar tradisional, maka volume sampah plastik juga semakin berkurang. “Kami bertahap menyampaikan program pemerintah. Ke depannya, melaksanakan ke beberapa pasar yang ada di Banjarmasin. Memang diakui ada pro dan kontra,” tandasnya. (dom/at/nur)

BANJARMASIN – Kebijakan diet kantong plastik bakal benar-benar menyasar pasar tradisional. Artinya, penggunaan kresek perlahan-lahan akan tergantikan oleh bahan-bahan yang ramah lingkungan.

“Dapat kami laporkan bahwa Banjarmasin ini adalah satu-satunya kota di Indonesia yang melarang penggunaan kantong plastik di pasar-pasar modern. Dan mohon dukungannya tahun ini kita sudah mulai masuk ke pasar-pasar tradisional,” ucap Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Proses sosialisasi sendiri sudah dimulai. Kata Ibnu, ada dua pasar yang sudah mulai menerapkan diet kantong plastik. Diantaranya, Pasar Pandu dan Sentra Antasari.

Untuk diketahui, Banjarmasin bisa disebut pelopor. Belakangan sudah ada beberapa kota lain di Indonesia yang mengadopsi aturan serupa.

“Sampai saat ini sudah diikuti 5 kota lain di Indonesia. Mudah-mudahan ke depan semakin bagus, karena pada saat yang sama kita juga harus menjadikan pasar tradisional sebagai pasar yang sehat dan nyaman,” ucapnya.

Jika kantong kresek dilarang di pasar tradisonal, lalu apa penggantinya? Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, Khairil Anwar bakal mencoba bakul purun sebagai alternatif. Selain mengangkat kearifan lokal, harganya juga murah. “Ini sudah sesuai dengan Perwali No 18 Tahun 2016,” ujarnya.

Satu harga bakul purun diestimasikan senila Rp3.000. Namun, bisa digunakan untuk jangka panjang. Bahannya kuat, tak gampang rusak. Bisa tahan mengangkut sayur-sayuran hingga lauk-pauk.

Khairil mengklaim, program diet kantong plastik itu dinyatakan mampu memangkas 30 persen sampah di kota ini. Apabila dilanjutkan oleh pasar tradisional, maka volume sampah plastik juga semakin berkurang. “Kami bertahap menyampaikan program pemerintah. Ke depannya, melaksanakan ke beberapa pasar yang ada di Banjarmasin. Memang diakui ada pro dan kontra,” tandasnya. (dom/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/