alexametrics
26.3 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Siapkan Perwali Kampung Banjar

BANJARMASIN – Sebagai kawasan tua Kota Banjarmasin, nasib Muara Kuin, Pengambangan, Sungai Jingah terkatung-katung. Antara diperhatikan atau tidak.

Namun, belakangan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan lampu hijau. Untuk eksistensi kawasan-kawasan ini. “Tiga titik ini awal mula kehidupan Kota Banjarmasin. Penduduk asli banyak di sana. Bakal kita pelihara,” ucapnya, kemarin (16/5).

Konkretnya, dalam waktu dekat pemko bakal menggodok Perwali untuk tiga titik kawasan ini. Mengukuhkannya sebagai Kampung Banjar. “Khususnya Sungai Jingah, dalam waktu dekat akan diberikan SK Kampung Banjar,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan. Di kawasan Sungai Jingah, pemko sudah melakukan inventarisasi. Setidaknya sudah ada 80 rumah adat tradisional berarsitektur khas Banjar. “Kawasan ini juga bakal ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Tapi untuk langkah awal di-SK dulu sebagai Kampung Banjar,” tuturnya.

Untuk menetapkannya sebagai kawasan cagar budaya, Ibnu mengatakan tak mudah. Perlu berkonsultasi dengan pihak kementerian di pusat, hingga mengurus dokumen yang memerlukan waktu tak sedikit. Namun, dibeberkannya rencana ini sudah diteruskannya kepada pemerintah pusat. “Harus ada ahli-ahli dulu yang datang meninjau tempat,” tuturnya.

Sekadar diketahui, perkampungan ini beralamat di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Bangunan-bangunan rumah adat Banjar masih kokoh. Tak ringkih meski sudah melintasi berbagai periode waktu.

Warga setempat, M Rasyid mengatakan beberapa kali sudah didata oleh pemko. Khususnya terkait rumah banjar yang ia tempati. Namun, sampai sekarang wacana itu menguap begitu saja.

Menurutnya, harus ada tindak lanjut untuk perkampungan tertua dari Kota Banjarmasin ini. Agar nantinya tidak terganggu oleh laju pembangunan kota. “Dengar-dengar nantinya juga bakal dijadikan cagar budaya,” katanya. (dom/ma/nur)

BANJARMASIN – Sebagai kawasan tua Kota Banjarmasin, nasib Muara Kuin, Pengambangan, Sungai Jingah terkatung-katung. Antara diperhatikan atau tidak.

Namun, belakangan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan lampu hijau. Untuk eksistensi kawasan-kawasan ini. “Tiga titik ini awal mula kehidupan Kota Banjarmasin. Penduduk asli banyak di sana. Bakal kita pelihara,” ucapnya, kemarin (16/5).

Konkretnya, dalam waktu dekat pemko bakal menggodok Perwali untuk tiga titik kawasan ini. Mengukuhkannya sebagai Kampung Banjar. “Khususnya Sungai Jingah, dalam waktu dekat akan diberikan SK Kampung Banjar,” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan. Di kawasan Sungai Jingah, pemko sudah melakukan inventarisasi. Setidaknya sudah ada 80 rumah adat tradisional berarsitektur khas Banjar. “Kawasan ini juga bakal ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Tapi untuk langkah awal di-SK dulu sebagai Kampung Banjar,” tuturnya.

Untuk menetapkannya sebagai kawasan cagar budaya, Ibnu mengatakan tak mudah. Perlu berkonsultasi dengan pihak kementerian di pusat, hingga mengurus dokumen yang memerlukan waktu tak sedikit. Namun, dibeberkannya rencana ini sudah diteruskannya kepada pemerintah pusat. “Harus ada ahli-ahli dulu yang datang meninjau tempat,” tuturnya.

Sekadar diketahui, perkampungan ini beralamat di Kelurahan Sungai Jingah, Kecamatan Banjarmasin Utara. Bangunan-bangunan rumah adat Banjar masih kokoh. Tak ringkih meski sudah melintasi berbagai periode waktu.

Warga setempat, M Rasyid mengatakan beberapa kali sudah didata oleh pemko. Khususnya terkait rumah banjar yang ia tempati. Namun, sampai sekarang wacana itu menguap begitu saja.

Menurutnya, harus ada tindak lanjut untuk perkampungan tertua dari Kota Banjarmasin ini. Agar nantinya tidak terganggu oleh laju pembangunan kota. “Dengar-dengar nantinya juga bakal dijadikan cagar budaya,” katanya. (dom/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/