alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Pentingnya Penanganan Gawat Darurat

BANJARMASIN – Tim Bantuan Medis (TBM) Calamus Scriptorius Fakultas Kedokteran Universita Lambung Mangkurat menggelar seminar penanganan kegawatdaruratan, kemarin (16/9). Event yang digelar di Barito Ballroom Aria Barito Banjarmasin itu mengambil tajuk Clinical Updates on Emergency Medicine.

Ini adalah pelatihan para tenaga medis dan mahasiswa kedokteran. Untuk melakukan penanganan masalah gawat darurat jika terjadi sebuah insiden. “Karena namanya Clinical Updates, jadi kami menggali lebih dalam perkembangan kegawatdaruratan yang terbaru,” kata Ketua Umum TBM Calamus Scriptorius, Muhammad Syarif Bustomy.

Dari pagi hari sampai sore, ada enam topik yang dibahas. Diantaranya; penanganan luka bakar jika terjadi insiden, penanganan cedera mata, hingga menyoal malpraktik dalam kasus emergency.

Syarif mengatakan, diskusi-diskusi ini jelas dibutuhkan. Makanya, pihak TBM sudah melaksanakan kegiatan seminar berkali-kali. “Karena ilmu kedokteran terus berkembang setiap saat. Tidak saklek. Harus diperbaharui,” ujarnya.

Dalam gelaran tersebut ada enam dokter yang dihadirkan sebagai pembicara. Salah satunya pemateri nasional, dr. Delfitri Lutfi, Sp.M (K). Dia merupakan spesialis mata dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Menurut Delfitri, penanganan persoalan gawat darurat jelas penting. Lantaran ini yang masih belum begitu dipahami oleh banyak tenaga medis dan juga mahasiswa. “Makanya saya minta terus-terus belajar meski sudah lulus,” katanya.

Dia juga berpesan untuk tenaga-tenaga medis di kota ini. Agar aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan korban saat terjadi sebuah insiden di TKP. “Apalagi saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Masyarakat harus paham. Pengetahuan-pengetahuan ini yang jarang ada di masyarakat kita. Harapannya mahasiswa dan tenaga medis bisa menjadi corong pengetahuan,” tutur Delfitri.

Sementara itu, salah satu dokter dari RSUD Ulin, dr. Sulandri Gusasi, Sp.BP-RE. Bergelut di bidang bedah plastik. Dia mengatakan, khusus untuk Banjarmasin, pengetahuan mengenai penanganan insiden saat terjadi kebakaran jelas dibutuhkan.

“Banjarmasin banyak sekali terjadi peristiwa kebakaran. Namun, pengetahuan mengenai penanganan saat insiden yang kurang diperhatikan. Akibatnya banyak korban yang makin parah mengalami luka bakar. Bisa saja terjadi komplikasi seperti kontraktur, jantung, hingga gagal ginjal. Perlu banyak diberikan edukasi,” imbuhnya. (dom/ma/nur)

BANJARMASIN – Tim Bantuan Medis (TBM) Calamus Scriptorius Fakultas Kedokteran Universita Lambung Mangkurat menggelar seminar penanganan kegawatdaruratan, kemarin (16/9). Event yang digelar di Barito Ballroom Aria Barito Banjarmasin itu mengambil tajuk Clinical Updates on Emergency Medicine.

Ini adalah pelatihan para tenaga medis dan mahasiswa kedokteran. Untuk melakukan penanganan masalah gawat darurat jika terjadi sebuah insiden. “Karena namanya Clinical Updates, jadi kami menggali lebih dalam perkembangan kegawatdaruratan yang terbaru,” kata Ketua Umum TBM Calamus Scriptorius, Muhammad Syarif Bustomy.

Dari pagi hari sampai sore, ada enam topik yang dibahas. Diantaranya; penanganan luka bakar jika terjadi insiden, penanganan cedera mata, hingga menyoal malpraktik dalam kasus emergency.

Syarif mengatakan, diskusi-diskusi ini jelas dibutuhkan. Makanya, pihak TBM sudah melaksanakan kegiatan seminar berkali-kali. “Karena ilmu kedokteran terus berkembang setiap saat. Tidak saklek. Harus diperbaharui,” ujarnya.

Dalam gelaran tersebut ada enam dokter yang dihadirkan sebagai pembicara. Salah satunya pemateri nasional, dr. Delfitri Lutfi, Sp.M (K). Dia merupakan spesialis mata dari Rumah Sakit Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Menurut Delfitri, penanganan persoalan gawat darurat jelas penting. Lantaran ini yang masih belum begitu dipahami oleh banyak tenaga medis dan juga mahasiswa. “Makanya saya minta terus-terus belajar meski sudah lulus,” katanya.

Dia juga berpesan untuk tenaga-tenaga medis di kota ini. Agar aktif memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penanganan korban saat terjadi sebuah insiden di TKP. “Apalagi saat di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Masyarakat harus paham. Pengetahuan-pengetahuan ini yang jarang ada di masyarakat kita. Harapannya mahasiswa dan tenaga medis bisa menjadi corong pengetahuan,” tutur Delfitri.

Sementara itu, salah satu dokter dari RSUD Ulin, dr. Sulandri Gusasi, Sp.BP-RE. Bergelut di bidang bedah plastik. Dia mengatakan, khusus untuk Banjarmasin, pengetahuan mengenai penanganan insiden saat terjadi kebakaran jelas dibutuhkan.

“Banjarmasin banyak sekali terjadi peristiwa kebakaran. Namun, pengetahuan mengenai penanganan saat insiden yang kurang diperhatikan. Akibatnya banyak korban yang makin parah mengalami luka bakar. Bisa saja terjadi komplikasi seperti kontraktur, jantung, hingga gagal ginjal. Perlu banyak diberikan edukasi,” imbuhnya. (dom/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/