alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Mubaligah Kalsel Harus Netral di Tahun Politik

BANJARMASIN – Di tahun politik ini, para mubaligah diminta netral. Supaya lebih fokus untuk syiar Islam.

Ketua panitia sarasehan mubaligah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, Hj Normayani menyebut bahwa ulama perempuan atau mubaligah berperan penting dalam melaksanakan amar makruf nahi mungkar. “Jadi, harus lebih difokus dan bisa netral di tahun politik ini,” pesannya. 

Menurutnya, sekarang ini MUI Kalsel terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas para mubaligah di Kalsel. Salah satu upayanya dengan menggelar sarasehan mubaligah Kalsel yang digelar di Hotel Roditha Banjarmasin, Sabtu kemarin. MUI Kalsel menghadirkan tiga narasumber. Ketua bidang dakwah MUI Kalsel, Dr A Sagir MAg membahas peningkatan kapasitas ulama perempuan dalam melaksanakan peran amar makruf nahi mungkar. Ketua bidang pemberdayaan perempuan remaja dan keluarga MUI Kalsel, Dr Hj Masyitah Umar Mhum berbicara soal pemberdayaan ulama perempuan untuk terpeliharanya akhlaqul karimah. Dr Zainal Fikri dari Fakultas Dakwah UIN Antasari menjelaskan tentang sinergi yang ramah antara ulama perempuan dengan majelis taklim dalam mewujudkan TUSI. 

Masyitah Umar menegaskan bahwa peran mubaligah sangat penting untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar serta mengembangkan syiar Islam dimasyarakat. “Para mubaligah juga harus senantiasa mengembangkan kualitas dakwah agar selalu segar dalam membawakan dakwah di masyarakat,” tuntasnya.(sya/az/dye) 

BANJARMASIN – Di tahun politik ini, para mubaligah diminta netral. Supaya lebih fokus untuk syiar Islam.

Ketua panitia sarasehan mubaligah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalsel, Hj Normayani menyebut bahwa ulama perempuan atau mubaligah berperan penting dalam melaksanakan amar makruf nahi mungkar. “Jadi, harus lebih difokus dan bisa netral di tahun politik ini,” pesannya. 

Menurutnya, sekarang ini MUI Kalsel terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas para mubaligah di Kalsel. Salah satu upayanya dengan menggelar sarasehan mubaligah Kalsel yang digelar di Hotel Roditha Banjarmasin, Sabtu kemarin. MUI Kalsel menghadirkan tiga narasumber. Ketua bidang dakwah MUI Kalsel, Dr A Sagir MAg membahas peningkatan kapasitas ulama perempuan dalam melaksanakan peran amar makruf nahi mungkar. Ketua bidang pemberdayaan perempuan remaja dan keluarga MUI Kalsel, Dr Hj Masyitah Umar Mhum berbicara soal pemberdayaan ulama perempuan untuk terpeliharanya akhlaqul karimah. Dr Zainal Fikri dari Fakultas Dakwah UIN Antasari menjelaskan tentang sinergi yang ramah antara ulama perempuan dengan majelis taklim dalam mewujudkan TUSI. 

Masyitah Umar menegaskan bahwa peran mubaligah sangat penting untuk menegakkan amar makruf nahi mungkar serta mengembangkan syiar Islam dimasyarakat. “Para mubaligah juga harus senantiasa mengembangkan kualitas dakwah agar selalu segar dalam membawakan dakwah di masyarakat,” tuntasnya.(sya/az/dye) 

Most Read

Artikel Terbaru

/