alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Widya Digigit Anjing Polisi

BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Jumat (14/9).

Masa yang jumlahnya 55 orang itu ingin menyampaikan sejumlah permasalahan terutama masalah ekonomi. Salah satunya adalah melemahnya nilai rupiah terhadap dollar. Kemudian juga mendesak pemerintah stabilkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji bersubsidi. Turunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

 Tidak itu saja, mereka juga menuntut turunkan Presiden Jokowi, memecat Menteri Agama RI Lukman Hakim terkait masalah speaker azan. Mendesak Menteri Perekonomian memperkuat keadaan ekonomi negara. Hapuskan Perpres Nomor 20 tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing dan terakhir, TNI/Polri tetap netral dalam pemilu mendatang.

Aksi mahasiswa terjadi empat kali. Pertama sebelum salat Jumat. Karena anggota dewan terlambat menemui, puluhan mahasiswa mendobrak pintu masuk ruang rapat paripurna dan merusak papan nama di ruang rapat tersebut sampai berserakan di lantai.

 Seorang anggota dewan Komisi I, Suripno Sumas menemui mereka. Sempat terjadi perdebatan sengit. Mahasiswa mendesak agar anggota dari Komisi II hadir menemui mereka. Tapi Suripno menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa memenuhi keinginan mahasiswa. Karena ia hanya anggota.

 “Kewenangan memanggil itu unsur pimpinan, saya hanya anggota dewan saja,” ucap Suripno. Kurang puas, mahasiswa memberikan waktu sampai usai salat Jumat. “Karena kami muslim, kami salat Jumat dulu, nanti kami akan kembali lagi ke sini,” tambah Jimmy, salah seorang mahasiswa.

Usai salat Jumat, kelompok mahasiswa ini datang kembali. Sambil menyanyikan lagu berjudul Darah Juang sebagai pembakar semangat. Tapi kedatangan mereka sudah ditunggu puluhan petugas kepolisian.

Saat orasi berlangsung, tibatiba terjadi kericuhan dari barisan belakang. Ternyata seorang mahasiswa dibekuk petugas kepolisian. Sontak, suasana di halaman gedung dewan memanas. Para mahasiswa berupaya untuk melepaskan temannya yang diamankan. Aksi tarik menarik dan baku hantam antara pendemo dan polisi tak terelakkan.

Polisi mengamankan pendemo, karena mereka telah merusak pintu gedung dewan dan papan nama anggota. Dalam kericuhan itu, seorang mahasiswi digigit anjing K9 yang diturunkan oleh petugas untuk membubarkan massa.

Korban diketahui bernama Widya. Mahasiswi semester 5 Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari. Oleh rekan-rekannya ia dievakuasi ke IGD Rumah Sakit Bhayangkara.

Ditemui Radar Banjarmasin di rumah sakit sekitar pukul 17.30 Wita, Widya baru saja keluar dari IGD. Beberapa orang teman kampusnya setia mendampinginya. Dia tampak masih menahan sakit. “Sudah mendingan berkurang,” ujarnya. Penuturan Widya, saat peristiwa itu, dia berusaha membantu rekannya yang akan dibekuk petugas. Tak sadar ada anjing K9. “Tiba-tiba saya merasa ada yang menarik-narik rok saya, ternyata anjing itu menggigit paha kiri saya,” ceritanya.

Wakapolresta Banjarmasin, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur yang didampingi Kabag Ops Kompol Awilzan saat dikonfirmasi belum memberikan komentar banyak. “Kita akan dalami dulu,” ucapnya singkat.

Ditangkapnya puluhan mahasiswa, memicu aksi ketiga. Sore pukul 16.00 Wita mahasiswa mendatangi Polresta Banjarmasin. Menuntut polisi melepas rekanrekan mereka. “Kami berangkat sama-sama, pulang juga harus sama-sama,” kata salah satu pendemo bernama Khalifah Revayanti.

 Tuntutan dipenuhi. Sekitar pukul 18.30 Wita, 31 orang dibebaskan. Namun tujuh orang belum, mereka adalah Jimmy, Andre, Hakim, Iqbal, Habib, Fahri dan Ikhwan. “Katanya masih dimintai keterangan intensif selama 1 x 24 jam, jadi tidak tahu kapan dikeluarkan,” ungkap Rizky Ade Saputra salah satu mahasiswa.

 Pantauan Radar Banjarmasin, setelah itu, ratusan mahasiswa kembali datang menuju ke Mapolresta dari Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari. Mereka berjalan sembari menyalakan lampu senter handphone. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap tujuh rekan mereka yang masih diamankan. (gmp/war/by/bin)

BANJARMASIN – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kalimantan Selatan kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Jumat (14/9).

Masa yang jumlahnya 55 orang itu ingin menyampaikan sejumlah permasalahan terutama masalah ekonomi. Salah satunya adalah melemahnya nilai rupiah terhadap dollar. Kemudian juga mendesak pemerintah stabilkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas elpiji bersubsidi. Turunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

 Tidak itu saja, mereka juga menuntut turunkan Presiden Jokowi, memecat Menteri Agama RI Lukman Hakim terkait masalah speaker azan. Mendesak Menteri Perekonomian memperkuat keadaan ekonomi negara. Hapuskan Perpres Nomor 20 tahun 2018 Tentang Tenaga Kerja Asing dan terakhir, TNI/Polri tetap netral dalam pemilu mendatang.

Aksi mahasiswa terjadi empat kali. Pertama sebelum salat Jumat. Karena anggota dewan terlambat menemui, puluhan mahasiswa mendobrak pintu masuk ruang rapat paripurna dan merusak papan nama di ruang rapat tersebut sampai berserakan di lantai.

 Seorang anggota dewan Komisi I, Suripno Sumas menemui mereka. Sempat terjadi perdebatan sengit. Mahasiswa mendesak agar anggota dari Komisi II hadir menemui mereka. Tapi Suripno menjelaskan bahwa dirinya tidak bisa memenuhi keinginan mahasiswa. Karena ia hanya anggota.

 “Kewenangan memanggil itu unsur pimpinan, saya hanya anggota dewan saja,” ucap Suripno. Kurang puas, mahasiswa memberikan waktu sampai usai salat Jumat. “Karena kami muslim, kami salat Jumat dulu, nanti kami akan kembali lagi ke sini,” tambah Jimmy, salah seorang mahasiswa.

Usai salat Jumat, kelompok mahasiswa ini datang kembali. Sambil menyanyikan lagu berjudul Darah Juang sebagai pembakar semangat. Tapi kedatangan mereka sudah ditunggu puluhan petugas kepolisian.

Saat orasi berlangsung, tibatiba terjadi kericuhan dari barisan belakang. Ternyata seorang mahasiswa dibekuk petugas kepolisian. Sontak, suasana di halaman gedung dewan memanas. Para mahasiswa berupaya untuk melepaskan temannya yang diamankan. Aksi tarik menarik dan baku hantam antara pendemo dan polisi tak terelakkan.

Polisi mengamankan pendemo, karena mereka telah merusak pintu gedung dewan dan papan nama anggota. Dalam kericuhan itu, seorang mahasiswi digigit anjing K9 yang diturunkan oleh petugas untuk membubarkan massa.

Korban diketahui bernama Widya. Mahasiswi semester 5 Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari. Oleh rekan-rekannya ia dievakuasi ke IGD Rumah Sakit Bhayangkara.

Ditemui Radar Banjarmasin di rumah sakit sekitar pukul 17.30 Wita, Widya baru saja keluar dari IGD. Beberapa orang teman kampusnya setia mendampinginya. Dia tampak masih menahan sakit. “Sudah mendingan berkurang,” ujarnya. Penuturan Widya, saat peristiwa itu, dia berusaha membantu rekannya yang akan dibekuk petugas. Tak sadar ada anjing K9. “Tiba-tiba saya merasa ada yang menarik-narik rok saya, ternyata anjing itu menggigit paha kiri saya,” ceritanya.

Wakapolresta Banjarmasin, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Guntur yang didampingi Kabag Ops Kompol Awilzan saat dikonfirmasi belum memberikan komentar banyak. “Kita akan dalami dulu,” ucapnya singkat.

Ditangkapnya puluhan mahasiswa, memicu aksi ketiga. Sore pukul 16.00 Wita mahasiswa mendatangi Polresta Banjarmasin. Menuntut polisi melepas rekanrekan mereka. “Kami berangkat sama-sama, pulang juga harus sama-sama,” kata salah satu pendemo bernama Khalifah Revayanti.

 Tuntutan dipenuhi. Sekitar pukul 18.30 Wita, 31 orang dibebaskan. Namun tujuh orang belum, mereka adalah Jimmy, Andre, Hakim, Iqbal, Habib, Fahri dan Ikhwan. “Katanya masih dimintai keterangan intensif selama 1 x 24 jam, jadi tidak tahu kapan dikeluarkan,” ungkap Rizky Ade Saputra salah satu mahasiswa.

 Pantauan Radar Banjarmasin, setelah itu, ratusan mahasiswa kembali datang menuju ke Mapolresta dari Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari. Mereka berjalan sembari menyalakan lampu senter handphone. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap tujuh rekan mereka yang masih diamankan. (gmp/war/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/