alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Tanbu Paling Banyak Pemilih Ganda

BANJARMASIN – Usai dilakukan pencermatan ulang yang dilakukan oleh KPU Kalsel bersama Bawaslu dan Partai Politik (Parpol). Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang sudah ditetapkan dan di plenokan 31 Agustus lalu, mengalami pengura-ngan mencapai 16.949 orang.

Dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain. Kabupaten Tanah Bumbu merupakan daerah terbanyak mengalami pengurangan. Totalnya mencapai 5.215 orang. Di urutan kedua ada di Kabupaten Banjar, sebanyak 4.043 orang. “Terbanyak ketiga ditemukan pemilih ganda ada di Kota Banjarmasin. Jumlahnya sebanyak 3.010 orang,” beber Ketua KPU Kalsel, Edy Ariansyah usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019,di Sekretariat KPU Kalsel, Jumat (14/9).

Sementara, jika sebelumnya Bawaslu tak menemukan kegandaan pemilih di Kabupaten Tapin. Ternyata di rapat pleno kemarin terungkap ada sebanyak 51 kegandaan. Temuan kegandaan itu dari Parpol yang disampaikan ke Bawaslu dan KPU. “Rekomendasi bawaslu memang nihil. Namun ada rekomendasi dari Parpol. Setelah diverifikasi, ternyata memang ditemukan kegandaan,”terangnya.

Penghapusan kegandaan pemilih paling sedikit ada di Kabupaten Tanah Laut. Dari DPT yang sudah ditetapkan lalu, hanya berkurang 17 orang. Rekomendasi tersebut atas temuan Bawaslu. “DPTHP mengalami pengurangan dari DPT yang ditetapkan lalu, yakni sebanyak 16.949 orang karena ditemukan pemilih ganda,” tambahnya.

DPT Pemilu di Kalsel yang ditetapkan lalu sendiri jumlahnya 2.754.291. Setelah dilakukan pencermatan, jumlahnya menjadi 2.737.342 orang.

Edy membeberkan, pencermatan data pemilih sendiri selain rekomendasi dari Bawaslu dan masukan Parpol. Pihaknya menemukan kegandaan pemilih, setelah mengecek langsung portal KPU. Yakni melalui website www. sidalih.kpu.go.id. Di portal tesebut terungkap kegandaan Nomor Kartu Keluarga (NKK), Nomor Induk KTP (NIK), tempat dan tanggal lahir, status kawin, jenis kelamin, alamat, hingga nama pemilih.

Setelah dilakukan pencermatan hingga penetapan kemarin. Pihaknya tak bisa menjamin apakah akan ditemukan kembali kegandaan serupa pada DPT Pemilu 2019. “Bertambah dan berkurangnya DPT sifatnya dinamis, ada yang sudah berusia boleh mencoblos. Ada pula yang meninggal. Namun, menyangkut kegandaan, Alhamdulillah semua sudah disisir bersama oleh KPU, Bawaslu, dan Parpol. Insya Allah potensi kegandaan setelah dilakukan pencermatan dan penghapusan bersama ini sudah bersih,” yakinnya.

Terpisah, Mochammad Afifuddin Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI ketika berada di Banjarmasin, Kamis (13/9) malam menuturkan. Data kegandaan pemilih ini jika tak dilakukan pencermatan, akan mempengaruhi legitimasi Pemilu nanti. “Masih banyak kami temukan kegandaan, bahkan jumlahnya jutaan. Ini harus dibersihkan,” kata Afifuddin. (mof/by/bin)

BANJARMASIN – Usai dilakukan pencermatan ulang yang dilakukan oleh KPU Kalsel bersama Bawaslu dan Partai Politik (Parpol). Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 yang sudah ditetapkan dan di plenokan 31 Agustus lalu, mengalami pengura-ngan mencapai 16.949 orang.

Dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain. Kabupaten Tanah Bumbu merupakan daerah terbanyak mengalami pengurangan. Totalnya mencapai 5.215 orang. Di urutan kedua ada di Kabupaten Banjar, sebanyak 4.043 orang. “Terbanyak ketiga ditemukan pemilih ganda ada di Kota Banjarmasin. Jumlahnya sebanyak 3.010 orang,” beber Ketua KPU Kalsel, Edy Ariansyah usai Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019,di Sekretariat KPU Kalsel, Jumat (14/9).

Sementara, jika sebelumnya Bawaslu tak menemukan kegandaan pemilih di Kabupaten Tapin. Ternyata di rapat pleno kemarin terungkap ada sebanyak 51 kegandaan. Temuan kegandaan itu dari Parpol yang disampaikan ke Bawaslu dan KPU. “Rekomendasi bawaslu memang nihil. Namun ada rekomendasi dari Parpol. Setelah diverifikasi, ternyata memang ditemukan kegandaan,”terangnya.

Penghapusan kegandaan pemilih paling sedikit ada di Kabupaten Tanah Laut. Dari DPT yang sudah ditetapkan lalu, hanya berkurang 17 orang. Rekomendasi tersebut atas temuan Bawaslu. “DPTHP mengalami pengurangan dari DPT yang ditetapkan lalu, yakni sebanyak 16.949 orang karena ditemukan pemilih ganda,” tambahnya.

DPT Pemilu di Kalsel yang ditetapkan lalu sendiri jumlahnya 2.754.291. Setelah dilakukan pencermatan, jumlahnya menjadi 2.737.342 orang.

Edy membeberkan, pencermatan data pemilih sendiri selain rekomendasi dari Bawaslu dan masukan Parpol. Pihaknya menemukan kegandaan pemilih, setelah mengecek langsung portal KPU. Yakni melalui website www. sidalih.kpu.go.id. Di portal tesebut terungkap kegandaan Nomor Kartu Keluarga (NKK), Nomor Induk KTP (NIK), tempat dan tanggal lahir, status kawin, jenis kelamin, alamat, hingga nama pemilih.

Setelah dilakukan pencermatan hingga penetapan kemarin. Pihaknya tak bisa menjamin apakah akan ditemukan kembali kegandaan serupa pada DPT Pemilu 2019. “Bertambah dan berkurangnya DPT sifatnya dinamis, ada yang sudah berusia boleh mencoblos. Ada pula yang meninggal. Namun, menyangkut kegandaan, Alhamdulillah semua sudah disisir bersama oleh KPU, Bawaslu, dan Parpol. Insya Allah potensi kegandaan setelah dilakukan pencermatan dan penghapusan bersama ini sudah bersih,” yakinnya.

Terpisah, Mochammad Afifuddin Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu RI ketika berada di Banjarmasin, Kamis (13/9) malam menuturkan. Data kegandaan pemilih ini jika tak dilakukan pencermatan, akan mempengaruhi legitimasi Pemilu nanti. “Masih banyak kami temukan kegandaan, bahkan jumlahnya jutaan. Ini harus dibersihkan,” kata Afifuddin. (mof/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/