alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Kabut Asap Mengerikan, Sekolah Minta Bantuan Masker

BANJARBARU – Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Banjarbaru, membuat kabut asap semakin pekat setiap harinya. Bahkan, sudah mulai mengganggu aktivitas di sekolah.

Sejumlah murid di beberapa sekolah di kawasan yang sering kali diselimuti kabut mengaku sulit bernafas dan mata terasa pedih, lantaran asap yang lumayan pekat.

Meski begitu, ternyata pembagian masker gratis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan ternyata belum merata. Padahal, masker sangat penting untuk meminimalisasi asap masuk ke saluran pernafasan.

 SDN 2 Guntung Manggis misalnya, pihak sekolah mengaku belum menerima masker gratis dari Dinkes Banjarbaru maupun Puskesmas. Sehingga, meski kabut asap tebal beberapa murid ada yang tidak menggunakan masker. “Yang pakai masker cuma yang mau beli sendiri. Sebagian tidak memakai, lantaran belum ada pembagian masker gratis,” kata Kepala SDN 2 Guntung Manggis, Nurdin.

 Dia menyayangkan Pemko Banjarbaru lamban dalam menangani permasalahan kabut asap. Menurutnya, seharusnya masker jauh-jauh hari sudah dibagi. Sebelum asap semakin tebal. “Mungkin pemerintah sekarang terfokus pada imunisasi MR. Lupa dengan masalah kabut yang sudah terjadi setiap tahunnya,” ungkapnya.

 Nurdin berharap, SDN 2 Guntung Manggis segera mendapatkan jatah masker. Supaya seluruh muridnya ke sekolah mengenakan masker. “Kan tidak semua orang tua murid dapat membelikan anaknya masker. Jadi, pembagian masker sangat perlu,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Agus Widjaja mengungkapkan bahwa masker gratis sebenarnya sudah dibagikan oleh pihak Puskesmas. Kalau memang masih ada yang urung menerima, kemungkinan memang pembagian belum merata. “Bukan dinas yang membagi. Tapi, Puskesmas yang langsung membagi ke wilayahnya masing-masing,” katanya. (ris/al/ram)

BANJARBARU – Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Banjarbaru, membuat kabut asap semakin pekat setiap harinya. Bahkan, sudah mulai mengganggu aktivitas di sekolah.

Sejumlah murid di beberapa sekolah di kawasan yang sering kali diselimuti kabut mengaku sulit bernafas dan mata terasa pedih, lantaran asap yang lumayan pekat.

Meski begitu, ternyata pembagian masker gratis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan ternyata belum merata. Padahal, masker sangat penting untuk meminimalisasi asap masuk ke saluran pernafasan.

 SDN 2 Guntung Manggis misalnya, pihak sekolah mengaku belum menerima masker gratis dari Dinkes Banjarbaru maupun Puskesmas. Sehingga, meski kabut asap tebal beberapa murid ada yang tidak menggunakan masker. “Yang pakai masker cuma yang mau beli sendiri. Sebagian tidak memakai, lantaran belum ada pembagian masker gratis,” kata Kepala SDN 2 Guntung Manggis, Nurdin.

 Dia menyayangkan Pemko Banjarbaru lamban dalam menangani permasalahan kabut asap. Menurutnya, seharusnya masker jauh-jauh hari sudah dibagi. Sebelum asap semakin tebal. “Mungkin pemerintah sekarang terfokus pada imunisasi MR. Lupa dengan masalah kabut yang sudah terjadi setiap tahunnya,” ungkapnya.

 Nurdin berharap, SDN 2 Guntung Manggis segera mendapatkan jatah masker. Supaya seluruh muridnya ke sekolah mengenakan masker. “Kan tidak semua orang tua murid dapat membelikan anaknya masker. Jadi, pembagian masker sangat perlu,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Agus Widjaja mengungkapkan bahwa masker gratis sebenarnya sudah dibagikan oleh pihak Puskesmas. Kalau memang masih ada yang urung menerima, kemungkinan memang pembagian belum merata. “Bukan dinas yang membagi. Tapi, Puskesmas yang langsung membagi ke wilayahnya masing-masing,” katanya. (ris/al/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/