alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Buntut Kasus Jual-Beli Data KTP Pilkada, Fahriansyah Laporkan M Noor Ke Polda

BANJARMASIN – Dituding M Noor menjual data KTP bekas Pilkada Tabalong ke bakal calon DPD, membuat Fachriansyah gerah. Dia akhirnya melaporkan M Noor ke Ditkrimum Polda Kalsel, Kamis (13/9) sekitar pukul 10.00.

Mantan Ketua KPU Tabalong ini melaporkan M Noor atas dua perkara. Pertama melakukan pencemaran nama baik, dan kedua dugaan kerjasama dalam menyalah-gunakan dan menyebarluaskan informasi yang dikecualikan.

“Apa yang ditudingkan M Noor kepada saya itu adalah pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik, saya juga dikomplain oleh calon DPD RI jika tidak mengambil tindakan hukum. Saya disangka berkonspirasi dengan M Noor. Makanya saya melapor,” kata Fahri yang ditemui saat menunggu laporannya di Polda Kalsel.

M Noor sebelumnya melaporkan Fachriansyah ke Bawaslu. Dia menyebut ada indikasi jual beli 25 ribu dukungan calon perseorangan bupati dan wakil bupati Tabalong atas nama H Norhasani-H Eddyan Noor Idur kepada calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Kalsel, Adhariani, Samsani dan Abdussani. Laporan yang juga masuk ke Badan Pengawas Pemilu Kalsel itu akhirnya tidak berdasar dan tidak terbukti.

“Artinya apa yang dituduhkan M Noor terhadap saya telah membagi-bagikan duplikat foto copy KTP calon perseorangan di Pilkada Tabalong tidak benar dan mengandung unsur fitnah,” tegas Fachriansyah.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Polisi Mochamad Rifai membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Fahriansyah. “Laporan tersebut akan segera ditindak lanjuti,” katanya.

Sementara itu, M Noor ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya oleh wartawan koran ini, mengatakan belum mendapat informasi atau menerima pemberitahuan dari kepolisian. Sehingga dirinya belum bisa memberikan komentar banyak.

“Belum tahu masalahnya apa, jadi saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” ucapnya di ujung telepon. (gmp/ay/ran)

BANJARMASIN – Dituding M Noor menjual data KTP bekas Pilkada Tabalong ke bakal calon DPD, membuat Fachriansyah gerah. Dia akhirnya melaporkan M Noor ke Ditkrimum Polda Kalsel, Kamis (13/9) sekitar pukul 10.00.

Mantan Ketua KPU Tabalong ini melaporkan M Noor atas dua perkara. Pertama melakukan pencemaran nama baik, dan kedua dugaan kerjasama dalam menyalah-gunakan dan menyebarluaskan informasi yang dikecualikan.

“Apa yang ditudingkan M Noor kepada saya itu adalah pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik, saya juga dikomplain oleh calon DPD RI jika tidak mengambil tindakan hukum. Saya disangka berkonspirasi dengan M Noor. Makanya saya melapor,” kata Fahri yang ditemui saat menunggu laporannya di Polda Kalsel.

M Noor sebelumnya melaporkan Fachriansyah ke Bawaslu. Dia menyebut ada indikasi jual beli 25 ribu dukungan calon perseorangan bupati dan wakil bupati Tabalong atas nama H Norhasani-H Eddyan Noor Idur kepada calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Kalsel, Adhariani, Samsani dan Abdussani. Laporan yang juga masuk ke Badan Pengawas Pemilu Kalsel itu akhirnya tidak berdasar dan tidak terbukti.

“Artinya apa yang dituduhkan M Noor terhadap saya telah membagi-bagikan duplikat foto copy KTP calon perseorangan di Pilkada Tabalong tidak benar dan mengandung unsur fitnah,” tegas Fachriansyah.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Kalsel, Ajun Komisaris Besar Polisi Mochamad Rifai membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari Fahriansyah. “Laporan tersebut akan segera ditindak lanjuti,” katanya.

Sementara itu, M Noor ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya oleh wartawan koran ini, mengatakan belum mendapat informasi atau menerima pemberitahuan dari kepolisian. Sehingga dirinya belum bisa memberikan komentar banyak.

“Belum tahu masalahnya apa, jadi saya tidak bisa berkomentar apa-apa,” ucapnya di ujung telepon. (gmp/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

Pikap Tabrak Pohon, Sopir Terjepit

BPK adalah Aset Kota

Keluarga Sudah Ikhlas

Izin Kafe, Isi Karaoke

Dompet dan Handphone Sasaran Copet

/