alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Pengamat Tata Kota: RTH Banjarmasin Butuh Road Map

BANJARMASIN – Belakangan Pemko Banjarmasin gencar membangun dan menata taman-taman kota. Ambil contoh, pembangunan air mancur di RTH Kamboja, atau penataan kembali tugu bundaran Jalan Hasanudin HM. Dua-duanya sedang dikerjakan.

Proyek-proyek penataan RTH kota ini juga ada yang menuai kontroversi karena dianggap tak jelas arah tujuan penataannya mau ke mana. Pengamat Tata Kota, Subhan Syarif mengatakan pemerintah kota sudah saatnya memiliki road map pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Banjarmasin. Road map tersebut adalah dokumen rencana kerja rinci. Menggambarkan apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah kota untuk mencapai tujuan, khususnya penataan RTH.

Menurutnya, ruang-ruang hijau yang ada di kota ini masih dianggap hanya sekadar menjadikannya sebagai etalase kota. Plus untuk mengejar ketertinggalan RTH yang disyaratkan 30 persen. “Keberadaan RTH sangat dibutuhkan sebagai pusat berkumpul masyarakat. Ada interaksi di dalamnya. Bukan sekadar menjadi memoles untuk terlihat cantik. Ambil contoh, patung Ikan Kelabau di MT Haryono atau yang terbaru pembangunan tugu bundaran Jalan Hasanudin HM. Fungsi untuk masyarakatnya apa?” tukasnya.

Ketua Lembaga Penyedia Jasa Konstruksi (LPJK) Kalsel ini merekomendasikan pemerintah kota bisa membangun RTH di setiap kecamatan. Tepatnya lima kecamatan yang tersebar di kota ini. Supaya menjadi pusat berkumpul dan rekreasi masyarakat. “Road map itu adalah kuncinya. Perencanaan jangka panjang yang spesifik. Bukan asal-asalan. Kalau tidak, penataan pertamanan kita tidak jelas tujuannya mau seperti apa,” ujarnya.

Mau ambil kasus, Subhan mencontohkan keberadaan RTH Siring Pierre Tendean yang sudah membeludak oleh masyarakat kala akhir pekan. Ini gara-gara kota ini tak memiliki RTH yang representatif untuk ditempati. “Seandainya ini dipikirkan sejak dulu, kita tidak akan mengalami ketertinggalan. Sekali lagi, kuncinya adalah road map,” tuntasnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, Mukhyar belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Kabarnya sedang menghadiri rapat di Surabaya.(dom/at/dye)

BANJARMASIN – Belakangan Pemko Banjarmasin gencar membangun dan menata taman-taman kota. Ambil contoh, pembangunan air mancur di RTH Kamboja, atau penataan kembali tugu bundaran Jalan Hasanudin HM. Dua-duanya sedang dikerjakan.

Proyek-proyek penataan RTH kota ini juga ada yang menuai kontroversi karena dianggap tak jelas arah tujuan penataannya mau ke mana. Pengamat Tata Kota, Subhan Syarif mengatakan pemerintah kota sudah saatnya memiliki road map pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Banjarmasin. Road map tersebut adalah dokumen rencana kerja rinci. Menggambarkan apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah kota untuk mencapai tujuan, khususnya penataan RTH.

Menurutnya, ruang-ruang hijau yang ada di kota ini masih dianggap hanya sekadar menjadikannya sebagai etalase kota. Plus untuk mengejar ketertinggalan RTH yang disyaratkan 30 persen. “Keberadaan RTH sangat dibutuhkan sebagai pusat berkumpul masyarakat. Ada interaksi di dalamnya. Bukan sekadar menjadi memoles untuk terlihat cantik. Ambil contoh, patung Ikan Kelabau di MT Haryono atau yang terbaru pembangunan tugu bundaran Jalan Hasanudin HM. Fungsi untuk masyarakatnya apa?” tukasnya.

Ketua Lembaga Penyedia Jasa Konstruksi (LPJK) Kalsel ini merekomendasikan pemerintah kota bisa membangun RTH di setiap kecamatan. Tepatnya lima kecamatan yang tersebar di kota ini. Supaya menjadi pusat berkumpul dan rekreasi masyarakat. “Road map itu adalah kuncinya. Perencanaan jangka panjang yang spesifik. Bukan asal-asalan. Kalau tidak, penataan pertamanan kita tidak jelas tujuannya mau seperti apa,” ujarnya.

Mau ambil kasus, Subhan mencontohkan keberadaan RTH Siring Pierre Tendean yang sudah membeludak oleh masyarakat kala akhir pekan. Ini gara-gara kota ini tak memiliki RTH yang representatif untuk ditempati. “Seandainya ini dipikirkan sejak dulu, kita tidak akan mengalami ketertinggalan. Sekali lagi, kuncinya adalah road map,” tuntasnya.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Banjarmasin, Mukhyar belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Kabarnya sedang menghadiri rapat di Surabaya.(dom/at/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/