alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

KEREN..!! Ujian, Madrasah Gunakan Android

BANJARMASIN – Dalam penyelenggaraan ujian di sekolah-sekolah sekarang menerapkan ujian berbasis komputer. Tapi tidak jarang masih ada saja sekolah yang masih belum bisa, karena keterbatasan perangkat komputer.

Nah, Kantor Wilayah Kementerian Agama pun kini memutar otak. Agar seluruh siswa tetap dapat melaksanakan ujian dengan sistem komputer, mereka menggantinya cukup dengan perangkat android.

“Lebih murah karena tidak perlu dana besar untuk membeli perangkat komputer, dan pastinya lebih mudah,” kata Kepala Bidang Madrasah Aliyah, Kemenag Kalsel, Fajeriannor Subhi.

Pola ujian seperti ini, terang Subhi, lebih mengedepankan kejujuran siswa. Guru dapat melihat dan menilai sampai sejauh mana daya berfikir siswa. Kalau menggunakan sistem tertulis, siswa masih bisa berdiskusi dengan teman. Tapi dengan menggunakan android, mereka harus berpacu dalam waktu yang sudah ditentukan.

“Pola ini juga memudahkan guru. Mereka tidak perlu lagi harus berhari-hari memeriksa hasil jawaban siswa, karena sistem tersebut bisa langsung diketahui hasilnya,” jelasnya.

Menurutnya, mayoritas anak-anak zaman sekarang sudah punya perangkat android. Namun jika memang ada siswa yang belum memiliki, akan dipinjamkan android yang dibeli dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).  Ujian berbasis android ini akan diuji coba pada ujian semester, dari kelas 1 sampai kelas 3.

“Harga android tidak terlalu mahal sekitar Rp350 ribu, sekarang harga android China banyak yang sudah memiliki spesifikasi cukup,” ujarnya.

Subhi menyebut ada sejumlah madrasah aliyah di kabupaten yang sudah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti ujian berbasis android. “Saya lupa nama sekolahnya, tapi daerahnya di Tanah Bumbu, Banjar, Banjarbaru dan Hulu Sungai Utara (HSU),” ujarnya.

Kata Subhi, terobosan ini dalam rangka menunjang persiapan madrasah hebat dan bermartabat. Harapan ke depan madrasah bisa menjadi sekolah unggulan,  yang menghasilkan generasi penerus cerdas dari segi intelektualitas serta dari segi ilmu agama, punya karakter tidak radikalisme. (gmp)

BANJARMASIN – Dalam penyelenggaraan ujian di sekolah-sekolah sekarang menerapkan ujian berbasis komputer. Tapi tidak jarang masih ada saja sekolah yang masih belum bisa, karena keterbatasan perangkat komputer.

Nah, Kantor Wilayah Kementerian Agama pun kini memutar otak. Agar seluruh siswa tetap dapat melaksanakan ujian dengan sistem komputer, mereka menggantinya cukup dengan perangkat android.

“Lebih murah karena tidak perlu dana besar untuk membeli perangkat komputer, dan pastinya lebih mudah,” kata Kepala Bidang Madrasah Aliyah, Kemenag Kalsel, Fajeriannor Subhi.

Pola ujian seperti ini, terang Subhi, lebih mengedepankan kejujuran siswa. Guru dapat melihat dan menilai sampai sejauh mana daya berfikir siswa. Kalau menggunakan sistem tertulis, siswa masih bisa berdiskusi dengan teman. Tapi dengan menggunakan android, mereka harus berpacu dalam waktu yang sudah ditentukan.

“Pola ini juga memudahkan guru. Mereka tidak perlu lagi harus berhari-hari memeriksa hasil jawaban siswa, karena sistem tersebut bisa langsung diketahui hasilnya,” jelasnya.

Menurutnya, mayoritas anak-anak zaman sekarang sudah punya perangkat android. Namun jika memang ada siswa yang belum memiliki, akan dipinjamkan android yang dibeli dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).  Ujian berbasis android ini akan diuji coba pada ujian semester, dari kelas 1 sampai kelas 3.

“Harga android tidak terlalu mahal sekitar Rp350 ribu, sekarang harga android China banyak yang sudah memiliki spesifikasi cukup,” ujarnya.

Subhi menyebut ada sejumlah madrasah aliyah di kabupaten yang sudah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti ujian berbasis android. “Saya lupa nama sekolahnya, tapi daerahnya di Tanah Bumbu, Banjar, Banjarbaru dan Hulu Sungai Utara (HSU),” ujarnya.

Kata Subhi, terobosan ini dalam rangka menunjang persiapan madrasah hebat dan bermartabat. Harapan ke depan madrasah bisa menjadi sekolah unggulan,  yang menghasilkan generasi penerus cerdas dari segi intelektualitas serta dari segi ilmu agama, punya karakter tidak radikalisme. (gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/