alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Saturday, 21 May 2022

Gara-gara Kulit Pisang, Siswa SMK Pertanian Banjarbaru Masuk Final Astra Green Energy Student Innovation

BANJARBARU –  Membanggakan.  Itulah kata yang layak disematkan pada tim karya ilmiah SMK Pertanian Pembangunan (PP) Negeri Banjarbaru. Pasalnya, inovasinya meneliti kulit pisang berbuah lolosnya tim SMK Pertanian ke final Astra Green Energy Student Innovation.

Dalam rilis yang diterima SMK PP Negeri Banjarbaru, tim karya ilmiah ini berkompetisi dengan 1.425 tim dari seluruh Indonesia.  SMK Pertanian Banjarbaru berhasil lolos dan menjadi wakil satu-satunya bagi Kalimantan.

Lomba ini sebenarnya strategi Astra untuk mengkomunikasikan Astra Green Energy kepada stakeholder agar mendapatkan dukungan, sinergi dan menjalin network untuk keberlanjutan Astra Green Energy.

Astra Green Energy Summit yang merupakan acara khusus dalam rangka meningkatkan efisiensi dan konservasi energi, serta untuk mempromosikan teknologi bersih & teknologi industri hijau untuk bisnis yang berkelanjutan. Salah satu rangkaian event Astra Green Energy Summit adalah Astra Green Energy Student Innovation yang diikuti pelajar baik tingkat menengah maupun perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Nah, judul inovasi yang yang dikirimkan kelompok SMK Pertanian Banjarbaru yang beranggotakan Siti Kholisah, Rizkha Wella Febiantama, Sofhia Noor Sahamira, Muhammad Adelin Nazhirin dan Indra Saleh Maulana ini adalah proses pembuatan Bioetanol dari limbah kulit pisang kepok.

Menurut pembimbingnya Akbar Suhaji SPd alasan memilih limbah pertanian kulit pisang untuk maju dalam lomba inovasi energy ini karena jumlahnya yang berlimpah dan belum maksimal dimanfaatkan. 

“Sehingga saya mengajak siswa yang tergabung dalam tim ini untuk memikirkan pembuatan bioethanol dari kulit pisang kepok.  Alhamdulillah kerja keras dari kelompok ini membuahkan hasil yang lumayan bagus, paling tidak kita membuktikan bahwa siswa SMK Pertanian juga mampu untuk berkomptensi tingkat Nasional,” ungkapnya

Limbah kulit pisang ini belum banyak dimanfaatkan padahal limbah kulit pisang masih mengandung lemak, protein dan karbohidrat yang cukup tinggi.  Kulit buah pisang merupakan bahan buangan yang cukup banyak jumlahnya yaitu kira-kira sepertiga buah pisang yang belum dikupas.

Tingginya produksi pisang di Indonesia akan juga menghasilkan limbah kulit buah pisang yang banyak pula.Kulit buah pisang yang merupakan bahan organik dan bersifat semi basah dan banyak ditemukan pada limbah rumah tangga.

Bioetanol dapat diperoleh dari substrat, diantaranya adalah kulit pisang.  Kulit pisang merupakan salah satu permasalahan limbah di alam karena akan meningkatkan keasaman tanah dan mencemarkan lingkungan. 

“Oleh karena itu, disini kami mencoba memanfaatkan limbah kulit pisang tersebut menjadi bioethanol,’ kata salah seorang anggota tim, Indra kepada tim reporter SMK Pertanian Banjarbaru.

Kepala Sekolah Suherman SP MP menyampaikan selamat dan rasa gembira.  “Semoga mereka bisa menunjukan bahwa mereka mampu untuk mengkampanyekan Sekolah Pertanian di tingat Nasional khususnya SMK PP Banjarbaru,” imbuhnya.

Menurutnya, pertanian yang selama ini masih dianggap sebelah mata bisa diminimalisir melalui pembuktian dalam ajang-ajang lomba prestisius seperti ini.

“Selamat kepada tim dari SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru dan pembimbingnya.  Semoga nanti bisa memberikan hasil yang terbaik,” tukasnya.  (humas/ema)

BANJARBARU –  Membanggakan.  Itulah kata yang layak disematkan pada tim karya ilmiah SMK Pertanian Pembangunan (PP) Negeri Banjarbaru. Pasalnya, inovasinya meneliti kulit pisang berbuah lolosnya tim SMK Pertanian ke final Astra Green Energy Student Innovation.

Dalam rilis yang diterima SMK PP Negeri Banjarbaru, tim karya ilmiah ini berkompetisi dengan 1.425 tim dari seluruh Indonesia.  SMK Pertanian Banjarbaru berhasil lolos dan menjadi wakil satu-satunya bagi Kalimantan.

Lomba ini sebenarnya strategi Astra untuk mengkomunikasikan Astra Green Energy kepada stakeholder agar mendapatkan dukungan, sinergi dan menjalin network untuk keberlanjutan Astra Green Energy.

Astra Green Energy Summit yang merupakan acara khusus dalam rangka meningkatkan efisiensi dan konservasi energi, serta untuk mempromosikan teknologi bersih & teknologi industri hijau untuk bisnis yang berkelanjutan. Salah satu rangkaian event Astra Green Energy Summit adalah Astra Green Energy Student Innovation yang diikuti pelajar baik tingkat menengah maupun perguruan tinggi seluruh Indonesia.

Nah, judul inovasi yang yang dikirimkan kelompok SMK Pertanian Banjarbaru yang beranggotakan Siti Kholisah, Rizkha Wella Febiantama, Sofhia Noor Sahamira, Muhammad Adelin Nazhirin dan Indra Saleh Maulana ini adalah proses pembuatan Bioetanol dari limbah kulit pisang kepok.

Menurut pembimbingnya Akbar Suhaji SPd alasan memilih limbah pertanian kulit pisang untuk maju dalam lomba inovasi energy ini karena jumlahnya yang berlimpah dan belum maksimal dimanfaatkan. 

“Sehingga saya mengajak siswa yang tergabung dalam tim ini untuk memikirkan pembuatan bioethanol dari kulit pisang kepok.  Alhamdulillah kerja keras dari kelompok ini membuahkan hasil yang lumayan bagus, paling tidak kita membuktikan bahwa siswa SMK Pertanian juga mampu untuk berkomptensi tingkat Nasional,” ungkapnya

Limbah kulit pisang ini belum banyak dimanfaatkan padahal limbah kulit pisang masih mengandung lemak, protein dan karbohidrat yang cukup tinggi.  Kulit buah pisang merupakan bahan buangan yang cukup banyak jumlahnya yaitu kira-kira sepertiga buah pisang yang belum dikupas.

Tingginya produksi pisang di Indonesia akan juga menghasilkan limbah kulit buah pisang yang banyak pula.Kulit buah pisang yang merupakan bahan organik dan bersifat semi basah dan banyak ditemukan pada limbah rumah tangga.

Bioetanol dapat diperoleh dari substrat, diantaranya adalah kulit pisang.  Kulit pisang merupakan salah satu permasalahan limbah di alam karena akan meningkatkan keasaman tanah dan mencemarkan lingkungan. 

“Oleh karena itu, disini kami mencoba memanfaatkan limbah kulit pisang tersebut menjadi bioethanol,’ kata salah seorang anggota tim, Indra kepada tim reporter SMK Pertanian Banjarbaru.

Kepala Sekolah Suherman SP MP menyampaikan selamat dan rasa gembira.  “Semoga mereka bisa menunjukan bahwa mereka mampu untuk mengkampanyekan Sekolah Pertanian di tingat Nasional khususnya SMK PP Banjarbaru,” imbuhnya.

Menurutnya, pertanian yang selama ini masih dianggap sebelah mata bisa diminimalisir melalui pembuktian dalam ajang-ajang lomba prestisius seperti ini.

“Selamat kepada tim dari SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru dan pembimbingnya.  Semoga nanti bisa memberikan hasil yang terbaik,” tukasnya.  (humas/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/