alexametrics
32.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Temuan Baru, Pemilih Ganda Kalsel Capai 39 Ribu

BANJARMASIN – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional Pemilu 2019 sudah diplenokan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 5 September lalu. Namun, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merekomendasikan, agar koleganya tersebut menunda penetapan. Perkaranya banyak sekali data pemilih ganda ditemukan. Jumlahnya mencapai jutaan se-Indonesia!

Di Kalsel, kasus yang sama juga ditemukan. Ketua KPU Kalsel, Edy Ariansyah mengungkapkan, setelah dicermati, jumlah pemilih ganda di Kalsel sebanyak 39.042 pemilih.

Jumlah itu tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Hanya Kabupaten Tapin nihil kegandaan. Paling banyak pemilih ganda ada di Kabupaten Tanah Bumbu, sementara paling sedikit ada di Kabupaten Tanah Laut.

“Hanya Kabupaten Tapin yang tak ditemukan kegandaan. Sementara, di 12 daerah lain masih banyak ditemukan kegandaan, totalnya mencapai 39.042 pemilih,” ujarnya.

Mantan staf ahli Bawaslu RI ini menambahkan data pemilih ganda yakni berupa by name, by address pemilih telah dianalisis dan kemudian penetapan kembali dilakukan pada 14 September mendatang. Untuk KPU kabupaten dan kota, penetapan dilakukan tanggal 13 September. Sementara, KPU RI akan menetapkan tanggal 16 September nanti,” terang Edy kemarin

Terpisah, Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Banjarmasin, Subhani mengungkapkan, setelah ditetapkan DPT pada 20 Agustus lalu sebanyak 423.392 orang, ternyata setelah dicermati ulang, didapati ada sekitar 6.542 pemilih ganda dalam beberapa kategori. Mulai dari kegandaan Nomor Kartu Keluarga (NKK), Nomor Induk KTP (NIK), tempat dan tanggal lahir, status kawin, jenis kelamin, alamat, hingga nama pemilih. “Hasil pencermatan ini akan kami sampaikan ke KPU kota,” ujar Subhani kemarin.

Seperti diketahui, pada pleno DPT Kalsel pemilu 2019 lalu, ditetapkan dan disahkan sejumlah 2.754.291 orang. DPT tersebut mengalami penurunan sekitar 66.970 orang jika dibandingkan dengan DPT Pemilu 2014 yang berjumlah 2.785.530 (Pileg) dan 2.821.261 (Pilpres).

Sebelumnya, saat penyisiran data ganda, Bawaslu pusat menengarai daftar pemilih tetap (DPT) belum menunjukkan tanda-tanda selesai. Bahkan, Bawaslu mendapati lebih dari 1 juta data ganda di 55 persen kabupaten/kota.

Senin tadi (10/9) Bawaslu menyerahkan hasil analisis di 285 kabupaten/kota itu ke KPU. Dari 91.001.344 pemilih di DPT, ditemukan 1.013.067 data ganda. ’’Hasil analisis kegandaan mendasarkan pada elemen NIK, nama, dan tanggal lahir yang identik,’’ ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Menurut Abhan, jajarannya juga telah berkoordinasi dengan jajaran KPU di kabupaten/kota setempat untuk mencermati data-data tersebut. Selain data ganda, yang menjadi bahan pengawasan adalah pemilih tidak memenuhi syarat yang masuk ke DPT. Demikian juga sebaliknya, pemilih memenuhi syarat belum masuk ke DPT.

KPU hingga sore masih terus menyisir data ganda bersama tim dari Bawaslu dan parpol. ’’Kami juga tunjukkan fitur cek kegandaan di sidalih (sistem informasi data pemilih),’’ kata Komisioner KPU Viryan Azis di KPU kemarin. Yang jelas, jumlahnya tidak akan sampai 25 juta sebagaimana klaim parpol sebelumnya.

Disinggung mengenai jumlah temuan yang didapati KLPU, Viryan belum mau menjelaskan secara detail karena masih dalam proses. Namun, berdasar data yang dirilis Bawaslu, dia menyebut masih berpotensi bertambah. Asumsinya, data Bawaslu mencakup hampir 50 persen dari keseluruhan potensi ganda. ’’Maka, dugaan ganda bisa kita ambil rata-rata, mungkin sekitar angka 1–2 juta,’’ lanjutnya.

Jika datanya memang diyakini identik ganda, akan langsung dicoret. ’’Tetapi, dalam hal begitu sepertinya harus dicek di lapangan, maka dilakukan pengecekan bersama,’’ tambah Viryan. Sebab, tidak tertutup kemungkinan data yang mirip itu dimiliki dua orang yang berbeda. Menganalisisnya memang perlu waktu karena jumlah DPT dalam negeri mencapai 185 juta. (mof/byu/ba/ay/ran)

BANJARMASIN – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Nasional Pemilu 2019 sudah diplenokan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 5 September lalu. Namun, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merekomendasikan, agar koleganya tersebut menunda penetapan. Perkaranya banyak sekali data pemilih ganda ditemukan. Jumlahnya mencapai jutaan se-Indonesia!

Di Kalsel, kasus yang sama juga ditemukan. Ketua KPU Kalsel, Edy Ariansyah mengungkapkan, setelah dicermati, jumlah pemilih ganda di Kalsel sebanyak 39.042 pemilih.

Jumlah itu tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Hanya Kabupaten Tapin nihil kegandaan. Paling banyak pemilih ganda ada di Kabupaten Tanah Bumbu, sementara paling sedikit ada di Kabupaten Tanah Laut.

“Hanya Kabupaten Tapin yang tak ditemukan kegandaan. Sementara, di 12 daerah lain masih banyak ditemukan kegandaan, totalnya mencapai 39.042 pemilih,” ujarnya.

Mantan staf ahli Bawaslu RI ini menambahkan data pemilih ganda yakni berupa by name, by address pemilih telah dianalisis dan kemudian penetapan kembali dilakukan pada 14 September mendatang. Untuk KPU kabupaten dan kota, penetapan dilakukan tanggal 13 September. Sementara, KPU RI akan menetapkan tanggal 16 September nanti,” terang Edy kemarin

Terpisah, Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Banjarmasin, Subhani mengungkapkan, setelah ditetapkan DPT pada 20 Agustus lalu sebanyak 423.392 orang, ternyata setelah dicermati ulang, didapati ada sekitar 6.542 pemilih ganda dalam beberapa kategori. Mulai dari kegandaan Nomor Kartu Keluarga (NKK), Nomor Induk KTP (NIK), tempat dan tanggal lahir, status kawin, jenis kelamin, alamat, hingga nama pemilih. “Hasil pencermatan ini akan kami sampaikan ke KPU kota,” ujar Subhani kemarin.

Seperti diketahui, pada pleno DPT Kalsel pemilu 2019 lalu, ditetapkan dan disahkan sejumlah 2.754.291 orang. DPT tersebut mengalami penurunan sekitar 66.970 orang jika dibandingkan dengan DPT Pemilu 2014 yang berjumlah 2.785.530 (Pileg) dan 2.821.261 (Pilpres).

Sebelumnya, saat penyisiran data ganda, Bawaslu pusat menengarai daftar pemilih tetap (DPT) belum menunjukkan tanda-tanda selesai. Bahkan, Bawaslu mendapati lebih dari 1 juta data ganda di 55 persen kabupaten/kota.

Senin tadi (10/9) Bawaslu menyerahkan hasil analisis di 285 kabupaten/kota itu ke KPU. Dari 91.001.344 pemilih di DPT, ditemukan 1.013.067 data ganda. ’’Hasil analisis kegandaan mendasarkan pada elemen NIK, nama, dan tanggal lahir yang identik,’’ ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan tertulisnya kemarin.

Menurut Abhan, jajarannya juga telah berkoordinasi dengan jajaran KPU di kabupaten/kota setempat untuk mencermati data-data tersebut. Selain data ganda, yang menjadi bahan pengawasan adalah pemilih tidak memenuhi syarat yang masuk ke DPT. Demikian juga sebaliknya, pemilih memenuhi syarat belum masuk ke DPT.

KPU hingga sore masih terus menyisir data ganda bersama tim dari Bawaslu dan parpol. ’’Kami juga tunjukkan fitur cek kegandaan di sidalih (sistem informasi data pemilih),’’ kata Komisioner KPU Viryan Azis di KPU kemarin. Yang jelas, jumlahnya tidak akan sampai 25 juta sebagaimana klaim parpol sebelumnya.

Disinggung mengenai jumlah temuan yang didapati KLPU, Viryan belum mau menjelaskan secara detail karena masih dalam proses. Namun, berdasar data yang dirilis Bawaslu, dia menyebut masih berpotensi bertambah. Asumsinya, data Bawaslu mencakup hampir 50 persen dari keseluruhan potensi ganda. ’’Maka, dugaan ganda bisa kita ambil rata-rata, mungkin sekitar angka 1–2 juta,’’ lanjutnya.

Jika datanya memang diyakini identik ganda, akan langsung dicoret. ’’Tetapi, dalam hal begitu sepertinya harus dicek di lapangan, maka dilakukan pengecekan bersama,’’ tambah Viryan. Sebab, tidak tertutup kemungkinan data yang mirip itu dimiliki dua orang yang berbeda. Menganalisisnya memang perlu waktu karena jumlah DPT dalam negeri mencapai 185 juta. (mof/byu/ba/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/