alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Terganggu Kabut Asap, Pesawat Tak Berani Mendarat di Syamsudin Noor

BANJARBARU – Masih maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, membuat kabut asap semakin pekat setiap harinya. Bahkan, Selasa (11/9) kemarin sudah mulai mengganggu aktivitas penerbangan.

Akibat kabut asap yang cukup tebal pada pagi hari, mengakibatkan sejumlah pesawat kesulitan mendarat di Bandara Syamsudin Noor. Sehingga, beberapa memilih untuk holding atau berputar-putar di udara untuk menunggu kabut menipis.

Bahkan, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-310 jurusan Surabaya (SUB) – Banjarmasin (BDJ) memutuskan untuk kembali ke Bandara Juanda. Lantaran tak ingin mengambil risiko, mendarat dengan jarak pandang yang tak memungkinkan. Setelah kabut menepis, pesawat kemudian berangkat lagi ke Bandara Syamsudin Noor.

Area Manager Lion Air Kalsel Agung Purnama mengatakan, kabut asap yang terjadi sejak subuh tersebut benar-benar membuat penerbangan kacau. Selain, JT-310 yang memilih untuk putar balik. Sejumlah penerbangan juga mengalami keterlambatan.

“Penerbangan JT-315 tujuan Surabaya terlambat hingga 180 menit. Lalu, JT-945 tujuan Bandung mengalami keterlambatan 60 menit. Kemudian, Wings Air IW-1384 tujuan Balikpapan-Banjarmasin juga delay selama 65 menit,” katanya.

Dia mengungkapkan, penerbangan baru bisa normal ketika kabut asap mulai menipis sekitar pukul 09.00 Wita. “Setelah merotasi beberapa jadwal. Semua penerbangan akhirnya bisa diterbangkan dan tidak ada yang dibatalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Operasional Bandara Syamsudin Noor Ruly Artha membenarkan jika kabut asap mulai mengganggu penerbangan. “Selain pesawat Lion Air yang sempat kembali ke Surabaya. Pesawat Citilink QG-484 jurusan Surabaya – Banjarmasin juga sempat divert (landing di bandara bukan tujuan) ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan,” ucapnya.

Lanjutnya, sedangkan pesawat yang sempat holding beberapa menit di udara, menunggu kabut menipis ialah pesawat Garuda GA-530 dari Bandara Internasional Soekarno -Hatta. “Sementara untuk pesawat yang take off tak ada yang terkendala. Hanya saja, beberapa mengalami delay,” ujarnya.

Secara terpisah, Prakirawan BMKG Bandara Syamsudin Noor Herin Hutri Istyarini menjelaskan, sejumlah penerbangan terganggu lantaran ketika kabut asap tebal, jarak pandang hanya sekitar 400 meter. “Ini jarak pandang terendah pada bulan ini,” jelasnya.

Jarak pandang sendiri diketahui dari pengamatan langsung, kemudian dibandingkan dengan alat Automatic Weather Observing System (AWOS). “AWOS kami pasang di setiap ujung runway. Alat ini menggunakan banyak sensor, untuk mengukur parameter cuaca. Seperti angin, suhu, hujan, kelembaban dan visibility,” pungkasnya. (ris/ay/ran)

BANJARBARU – Masih maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, membuat kabut asap semakin pekat setiap harinya. Bahkan, Selasa (11/9) kemarin sudah mulai mengganggu aktivitas penerbangan.

Akibat kabut asap yang cukup tebal pada pagi hari, mengakibatkan sejumlah pesawat kesulitan mendarat di Bandara Syamsudin Noor. Sehingga, beberapa memilih untuk holding atau berputar-putar di udara untuk menunggu kabut menipis.

Bahkan, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-310 jurusan Surabaya (SUB) – Banjarmasin (BDJ) memutuskan untuk kembali ke Bandara Juanda. Lantaran tak ingin mengambil risiko, mendarat dengan jarak pandang yang tak memungkinkan. Setelah kabut menepis, pesawat kemudian berangkat lagi ke Bandara Syamsudin Noor.

Area Manager Lion Air Kalsel Agung Purnama mengatakan, kabut asap yang terjadi sejak subuh tersebut benar-benar membuat penerbangan kacau. Selain, JT-310 yang memilih untuk putar balik. Sejumlah penerbangan juga mengalami keterlambatan.

“Penerbangan JT-315 tujuan Surabaya terlambat hingga 180 menit. Lalu, JT-945 tujuan Bandung mengalami keterlambatan 60 menit. Kemudian, Wings Air IW-1384 tujuan Balikpapan-Banjarmasin juga delay selama 65 menit,” katanya.

Dia mengungkapkan, penerbangan baru bisa normal ketika kabut asap mulai menipis sekitar pukul 09.00 Wita. “Setelah merotasi beberapa jadwal. Semua penerbangan akhirnya bisa diterbangkan dan tidak ada yang dibatalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager Operasional Bandara Syamsudin Noor Ruly Artha membenarkan jika kabut asap mulai mengganggu penerbangan. “Selain pesawat Lion Air yang sempat kembali ke Surabaya. Pesawat Citilink QG-484 jurusan Surabaya – Banjarmasin juga sempat divert (landing di bandara bukan tujuan) ke Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan,” ucapnya.

Lanjutnya, sedangkan pesawat yang sempat holding beberapa menit di udara, menunggu kabut menipis ialah pesawat Garuda GA-530 dari Bandara Internasional Soekarno -Hatta. “Sementara untuk pesawat yang take off tak ada yang terkendala. Hanya saja, beberapa mengalami delay,” ujarnya.

Secara terpisah, Prakirawan BMKG Bandara Syamsudin Noor Herin Hutri Istyarini menjelaskan, sejumlah penerbangan terganggu lantaran ketika kabut asap tebal, jarak pandang hanya sekitar 400 meter. “Ini jarak pandang terendah pada bulan ini,” jelasnya.

Jarak pandang sendiri diketahui dari pengamatan langsung, kemudian dibandingkan dengan alat Automatic Weather Observing System (AWOS). “AWOS kami pasang di setiap ujung runway. Alat ini menggunakan banyak sensor, untuk mengukur parameter cuaca. Seperti angin, suhu, hujan, kelembaban dan visibility,” pungkasnya. (ris/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/