alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Ibnu: Semoga Tahun ini Banjarmasin Jadi Kota yang Kian Berkah

PAWAI Tahun Baru Islam sudah menjadi tradisi bagi Masjid Majmu’ush Sholihin di Jalan Keramat Raya. Selama enam tahun berturut-turut, perayaan 1 Muharram bisa digelar dengan modal swadaya masyarakat.

Kemarin (11/9) sekitar pukul 07.30 Wita, pawai dilepas oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Camat Banjarmasin Timur, Ahmad Muzaiyin.

Pawai dilepas dari depan masjid di RT 13. Dari Jalan Keramat, pawai menyusuri Jalan Veteran. Pada perempatan Jalan Gatot Subroto, pawai berbelok di Pengambangan untuk kembali ke titik awal.

Pada sepanjang jalan yang menjadi rute pawai, warga sudah berkerumun dan menunggu-nunggu di tepi jalan sejak seusai salat subuh.

Perihal kreasi peserta pawai, ada yang menaiki boneka unta berukuran besar, menarik miniatur kakbah, hingga mendorong gerobak dengan bentuk kubah masjid.

Lurah Sungai Bilu, Sauqi yang tergabung dalam kepanitiaan menyebut pawai itu diikuti tak kurang dari lima ribu orang. Dari anak kecil hingga ibu rumah tangga.

“Peserta pawai datang dari TPA (Taman Pendidikan Alquran), majelis taklim ibu-ibu, pelajar sekolah, hingga para penarik becak di sekitar sini,” ujarnya.

Setidaknya, ada tiga kelurahan yang terlibat dalam pawai ini. Yakni Kelurahan Sungai Bilu, Banua Anyar, dan Pengambangan. Bukan sekadar meramaikan pawai, tapi juga terlibat jauh-jauh hari untuk persiapan acara.

Sauqi tak bisa berkata-kata lagi. Selain mengungkapkan rasa terima kasih pada warga dan tokoh dermawan di sekitar masjid. “Ini murni berkat swadaya masyarakat. Ditambah donasi beberapa tokoh,” tukasnya.

Sementara itu, wali kota mengaku terkesan dengan kesungguhan pengurus masjid dan masyarakat sekitar. Mau bersusah payah dan merogok kocek pribadi untuk merayakan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah. Yang selama ini kerap kalah pamor dengan Tahun Baru Masehi 1 Januari.

“Ini benar-benar murni milik masyarakat. Enam tahun berturut-turut demi menggemakan Syiar Islam. Luar biasa,” kata Ibnu.

Ditegaskannya, hijrah mengandung makna yang dahsyat. Hijrah dari kemaksiatan menuju kebaikan. Hijrah dari yang kurang taat untuk menjadi lebih taat.

Lalu, apa yang menjadi doa Ibnu pada tahun baru ini? “Semoga pada tahun yang baru ini, Banjarmasin menjadi kota yang kian berkah,” harapnya. (fud/at/nur)

PAWAI Tahun Baru Islam sudah menjadi tradisi bagi Masjid Majmu’ush Sholihin di Jalan Keramat Raya. Selama enam tahun berturut-turut, perayaan 1 Muharram bisa digelar dengan modal swadaya masyarakat.

Kemarin (11/9) sekitar pukul 07.30 Wita, pawai dilepas oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Camat Banjarmasin Timur, Ahmad Muzaiyin.

Pawai dilepas dari depan masjid di RT 13. Dari Jalan Keramat, pawai menyusuri Jalan Veteran. Pada perempatan Jalan Gatot Subroto, pawai berbelok di Pengambangan untuk kembali ke titik awal.

Pada sepanjang jalan yang menjadi rute pawai, warga sudah berkerumun dan menunggu-nunggu di tepi jalan sejak seusai salat subuh.

Perihal kreasi peserta pawai, ada yang menaiki boneka unta berukuran besar, menarik miniatur kakbah, hingga mendorong gerobak dengan bentuk kubah masjid.

Lurah Sungai Bilu, Sauqi yang tergabung dalam kepanitiaan menyebut pawai itu diikuti tak kurang dari lima ribu orang. Dari anak kecil hingga ibu rumah tangga.

“Peserta pawai datang dari TPA (Taman Pendidikan Alquran), majelis taklim ibu-ibu, pelajar sekolah, hingga para penarik becak di sekitar sini,” ujarnya.

Setidaknya, ada tiga kelurahan yang terlibat dalam pawai ini. Yakni Kelurahan Sungai Bilu, Banua Anyar, dan Pengambangan. Bukan sekadar meramaikan pawai, tapi juga terlibat jauh-jauh hari untuk persiapan acara.

Sauqi tak bisa berkata-kata lagi. Selain mengungkapkan rasa terima kasih pada warga dan tokoh dermawan di sekitar masjid. “Ini murni berkat swadaya masyarakat. Ditambah donasi beberapa tokoh,” tukasnya.

Sementara itu, wali kota mengaku terkesan dengan kesungguhan pengurus masjid dan masyarakat sekitar. Mau bersusah payah dan merogok kocek pribadi untuk merayakan Tahun Baru Islam 1440 Hijriyah. Yang selama ini kerap kalah pamor dengan Tahun Baru Masehi 1 Januari.

“Ini benar-benar murni milik masyarakat. Enam tahun berturut-turut demi menggemakan Syiar Islam. Luar biasa,” kata Ibnu.

Ditegaskannya, hijrah mengandung makna yang dahsyat. Hijrah dari kemaksiatan menuju kebaikan. Hijrah dari yang kurang taat untuk menjadi lebih taat.

Lalu, apa yang menjadi doa Ibnu pada tahun baru ini? “Semoga pada tahun yang baru ini, Banjarmasin menjadi kota yang kian berkah,” harapnya. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/