alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Gelar Pelatihan Pelatihan Fasilitator Perencanaan dan PPRG

BANJARBARU – Beberapa waktu lalu Asisten I Bidang Pemerintahan, Dr Muhammad Aswan didampingi Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Puspa Kecana MP dan Kepala BAPPEDA Kota Banjarbaru Khanafi Menghadiri sekaligus membuka Kegiatan Pelatihan Fasilitator Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG), bertempat di Aula lantai III BAPPEDA Kota Banjarbaru.

Kegiatan ini sendiri diadakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarbaru.

Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Puspa Kecana dalam sambutannya menyampaikan bahwa didasari dari pemahaman bersama kalau kebutuhan penganggaran yang responsif gender tersebut teramat sangat penting.

“Konsep perencanaan responsive gender serta anggaran responsif gender ini yaitu suatu proses perencanaan dan penganggaran program, sekaligus kegiatan pembangunan yang mampu menjamin unsur keadilan terutama bagi perempuan dan laki-laki,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, Anggaran responsif gender adalah anggaran yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan laki-laki (gender). “Yang mana ini dapat dipergunakan sebagai alat untuk mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dan keadilan gender,” tambahnya.

Melalui penganggaran yang responsif gender ini, Puspa menyatakan dapat diketahui sejauh mana dampak dari alokasi anggaran yang telah ditempuh pemerintah berpengaruh terhadap kesetaraan gender.

“Kesenjangan pelaksanaan prioritas pembangunan dapat dikurangi bahkan dihilangkan karena telah responsif terhadap kebutuhan gender (laki-laki maupun perempuan),” tegasnya.

Selain itu, Puspa mengatakan bahwa tujuan lainnya adalah memberi pemahaman kepada peserta tentang pentingnya Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam program pembangunan.

“Juga memberikan pemahaman tentang model perencanaan berbasis kinerja, terus pemahaman soal konsep dan tatalaksana PPRG serta melatih peserta untuk menyusun PPRG dalam program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan melalui Gender Analysis Pathway (GAP), Gender Budget Statemen (GBS) dan Term of Reference (TOR),” paparnya yang juga tak lupa mengatakan bahwa ini juga untuk melatih peserta agar mampu melaksanakan monev pelaksanaan PPRG. (*/rvn)

BANJARBARU – Beberapa waktu lalu Asisten I Bidang Pemerintahan, Dr Muhammad Aswan didampingi Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Puspa Kecana MP dan Kepala BAPPEDA Kota Banjarbaru Khanafi Menghadiri sekaligus membuka Kegiatan Pelatihan Fasilitator Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG), bertempat di Aula lantai III BAPPEDA Kota Banjarbaru.

Kegiatan ini sendiri diadakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjarbaru.

Kepala Disdalduk KB PMP dan PA Kota Banjarbaru, Puspa Kecana dalam sambutannya menyampaikan bahwa didasari dari pemahaman bersama kalau kebutuhan penganggaran yang responsif gender tersebut teramat sangat penting.

“Konsep perencanaan responsive gender serta anggaran responsif gender ini yaitu suatu proses perencanaan dan penganggaran program, sekaligus kegiatan pembangunan yang mampu menjamin unsur keadilan terutama bagi perempuan dan laki-laki,” jelasnya.

Dijelaskannya lagi, Anggaran responsif gender adalah anggaran yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan laki-laki (gender). “Yang mana ini dapat dipergunakan sebagai alat untuk mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dan keadilan gender,” tambahnya.

Melalui penganggaran yang responsif gender ini, Puspa menyatakan dapat diketahui sejauh mana dampak dari alokasi anggaran yang telah ditempuh pemerintah berpengaruh terhadap kesetaraan gender.

“Kesenjangan pelaksanaan prioritas pembangunan dapat dikurangi bahkan dihilangkan karena telah responsif terhadap kebutuhan gender (laki-laki maupun perempuan),” tegasnya.

Selain itu, Puspa mengatakan bahwa tujuan lainnya adalah memberi pemahaman kepada peserta tentang pentingnya Pengarusutamaan Gender (PUG) dalam program pembangunan.

“Juga memberikan pemahaman tentang model perencanaan berbasis kinerja, terus pemahaman soal konsep dan tatalaksana PPRG serta melatih peserta untuk menyusun PPRG dalam program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan melalui Gender Analysis Pathway (GAP), Gender Budget Statemen (GBS) dan Term of Reference (TOR),” paparnya yang juga tak lupa mengatakan bahwa ini juga untuk melatih peserta agar mampu melaksanakan monev pelaksanaan PPRG. (*/rvn)

Most Read

Artikel Terbaru

/