alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Begini Jadinya Kalau Polisi Rangkul Preman di Pasar Kuripan

BANJARMASIN – Pasar identik menjadi tempat berkumpulnya preman. Namun yang dilihat Kamis (5/9) siang justru berbeda. Puluhan preman pasar Kuripan kompak melakukan aksi bersih-bersih pasar. Mereka menyiram lantai tangga masuk pasar agar terlihat bersih.

Usai membersihkan lantai pasar, puluhan preman pasar juga mendapat bantuan alat kelengkapan parkir dan jaga malam serta jaket.  Di depan tangga menuju pasar Kuripan, terpampang spanduk bertuliskan “Kami para warga Pasar Kuripan banjarmasin Anti Premanisme”.

Dituturkan Heriyadi, salah seorang penjaga keamanan di pasar tersebut mengaku senang dengan kehadiran jajaran Polda Kalsel. Petugas memberikan imbauan agar menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan pasar.

“Pastinya terima kasih sekali, kita diminta untuk menjaga keamanan dan ketertiban di pasar, supaya tidak ada lagi cap preman pasar di mata orang-orang,” katanya.

Kata Yadi,  demikian pria berambut panjang ini biasa disapa, ia bersama dengan rekan-rekannya yang berjaga di Pasar Kuripan ini selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Kita tidak ingin masyarakat yang datang berbelanja ke sini merasa takut atau was-was.

“Biar orang-orang berbelanja aman tidak takut, karena kita selalu memantau keadaan pasar,” ujarnya.

Sebab menurutnya, bukan tidak mungkin ada saja pelaku kriminal seperti copet yang mencoba beroperasi di dalam pasar. Untuk antisipasi, kata Yadi, dia bersama dengan rekan-rekannya selalu menghalau.  “Saya tahu, karena pelaku seperti itu bukan orang sini, karena kalau disini saya kenal semua,” ucapnya.

Panit 1 Subdit 4 Ditintelkam Polda Kalsel, Ipda Agung Kadi Ananto mengatakan tujuan dari giat ini adalah untuk menghilangkan image yang kurang baik terhadap preman yang ada di pasar. Mereka dirangkul dengan diajak melakukan aksi bersih-bersih.

“Maksudnya untuk menciptakan suasana kebersamaan, rasa memiliki dan menjaga pasar Kuripan tersebut serta menciptakan suasana yang nyaman dan aman  bebas dari aksi premanisme, makanya kita sentuh mereka,” ujarnya.

Menurut Agung, ide merangkul para preman pasar adalah untuk mewujudkan keamanan dilingkungan sekitar. Sebab mereka merupakan pihak terdekat dan paling paham dengan kondisi tempat tinggalnya.

“Mereka tidak mau lingkungannya di cap tidak aman, mereka akan membantu menginformasikan apa yang terjadi di lingkungannya, apalagi sudah memasuki masa Pemilu,” ujarnya. (gmp)

BANJARMASIN – Pasar identik menjadi tempat berkumpulnya preman. Namun yang dilihat Kamis (5/9) siang justru berbeda. Puluhan preman pasar Kuripan kompak melakukan aksi bersih-bersih pasar. Mereka menyiram lantai tangga masuk pasar agar terlihat bersih.

Usai membersihkan lantai pasar, puluhan preman pasar juga mendapat bantuan alat kelengkapan parkir dan jaga malam serta jaket.  Di depan tangga menuju pasar Kuripan, terpampang spanduk bertuliskan “Kami para warga Pasar Kuripan banjarmasin Anti Premanisme”.

Dituturkan Heriyadi, salah seorang penjaga keamanan di pasar tersebut mengaku senang dengan kehadiran jajaran Polda Kalsel. Petugas memberikan imbauan agar menjaga keamanan dan ketertiban dilingkungan pasar.

“Pastinya terima kasih sekali, kita diminta untuk menjaga keamanan dan ketertiban di pasar, supaya tidak ada lagi cap preman pasar di mata orang-orang,” katanya.

Kata Yadi,  demikian pria berambut panjang ini biasa disapa, ia bersama dengan rekan-rekannya yang berjaga di Pasar Kuripan ini selalu menjaga keamanan dan ketertiban. Kita tidak ingin masyarakat yang datang berbelanja ke sini merasa takut atau was-was.

“Biar orang-orang berbelanja aman tidak takut, karena kita selalu memantau keadaan pasar,” ujarnya.

Sebab menurutnya, bukan tidak mungkin ada saja pelaku kriminal seperti copet yang mencoba beroperasi di dalam pasar. Untuk antisipasi, kata Yadi, dia bersama dengan rekan-rekannya selalu menghalau.  “Saya tahu, karena pelaku seperti itu bukan orang sini, karena kalau disini saya kenal semua,” ucapnya.

Panit 1 Subdit 4 Ditintelkam Polda Kalsel, Ipda Agung Kadi Ananto mengatakan tujuan dari giat ini adalah untuk menghilangkan image yang kurang baik terhadap preman yang ada di pasar. Mereka dirangkul dengan diajak melakukan aksi bersih-bersih.

“Maksudnya untuk menciptakan suasana kebersamaan, rasa memiliki dan menjaga pasar Kuripan tersebut serta menciptakan suasana yang nyaman dan aman  bebas dari aksi premanisme, makanya kita sentuh mereka,” ujarnya.

Menurut Agung, ide merangkul para preman pasar adalah untuk mewujudkan keamanan dilingkungan sekitar. Sebab mereka merupakan pihak terdekat dan paling paham dengan kondisi tempat tinggalnya.

“Mereka tidak mau lingkungannya di cap tidak aman, mereka akan membantu menginformasikan apa yang terjadi di lingkungannya, apalagi sudah memasuki masa Pemilu,” ujarnya. (gmp)

Most Read

Artikel Terbaru

/