alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Walikota Banjarbaru Buka Sosialisasi Perda Kawasan Tanpa Rokok

BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Agus Widjaja Rabu (5/9) tadi menghadiri sekaligus membuka sosialisasi peraturan daerah nomor 12 tahun 2017 tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dan bahaya merokok di lingkungan pendidikan.

Bertempat di Aula Gawi Sabarataan, kegiatan yabg dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Banjarbaru tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru Rahmah Khairita, para kepala sekolah dan pimpinan lembaga pendidikan di Kota Banjarbaru.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pelaksana Mulidah, menyampaikan bahwa sosialisasi digelar untuk memperkenalkan perda nomor 12 tahun 2017. Sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dengan optimal dan efektif.

“Peserta yang ikut sebanyak 80 orang, terdiri dari Kepala sekolah dan pimpinan lembaga pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengatakan, kawasan tanpa rokok ditetapkan untuk menurunkan angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat. Serta mewujudkan kualitas udara yang sehat, bersih dan bebas dari asap rokok.

“Selain itu, perda juga untuk menurunkan jumlah perokok dan mencegah bertambahnya perokok pemula,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, kawasan tanpa rokok sendiri berada di lokasi pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum dan kantor.

Pada kesempatan itu, Walikota Banjarbaru, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan dan beberapa perwakilan sekolah melakukan penandatanganan komitmen bersama pemegang kebijakan di sekolah dan perguruan tinggi dalam rangka pelaksanaan Perda KTR nomor 12 tahun 2017 di Kota Banjarbaru. (ris/bin)

BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Agus Widjaja Rabu (5/9) tadi menghadiri sekaligus membuka sosialisasi peraturan daerah nomor 12 tahun 2017 tentang kawasan tanpa rokok (KTR) dan bahaya merokok di lingkungan pendidikan.

Bertempat di Aula Gawi Sabarataan, kegiatan yabg dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Banjarbaru tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Banjarbaru Rahmah Khairita, para kepala sekolah dan pimpinan lembaga pendidikan di Kota Banjarbaru.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pelaksana Mulidah, menyampaikan bahwa sosialisasi digelar untuk memperkenalkan perda nomor 12 tahun 2017. Sehingga diharapkan dapat diimplementasikan dengan optimal dan efektif.

“Peserta yang ikut sebanyak 80 orang, terdiri dari Kepala sekolah dan pimpinan lembaga pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani mengatakan, kawasan tanpa rokok ditetapkan untuk menurunkan angka kematian dengan cara mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat. Serta mewujudkan kualitas udara yang sehat, bersih dan bebas dari asap rokok.

“Selain itu, perda juga untuk menurunkan jumlah perokok dan mencegah bertambahnya perokok pemula,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, kawasan tanpa rokok sendiri berada di lokasi pelayanan kesehatan, tempat belajar mengajar, anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum dan kantor.

Pada kesempatan itu, Walikota Banjarbaru, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan dan beberapa perwakilan sekolah melakukan penandatanganan komitmen bersama pemegang kebijakan di sekolah dan perguruan tinggi dalam rangka pelaksanaan Perda KTR nomor 12 tahun 2017 di Kota Banjarbaru. (ris/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/