alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Tempat Wisata Danau Harus Diambil Langkah

BANJARBARU – Kurang lebih satu tahun terakhir. Wisata Danau Seran maupun Danau Caramin lumayan menyedot pengunjung. Danau yang sebenarnya bekas penambangan intan dari PT Galuh Cempaka ini masih belum menjadi aset ataupun dikelola Pemerintah Kota Banjarbaru.

Melihat hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Syamsuri memberikan pandangan bahwasanya obyek wisata ini perlu ditindaklanjuti oleh Pemko.

“Pengunjungnya relatif ramai, Pemko perlu mengambil langkah-langkah untuk menambah PAD di sektor wisata, jangan hanya jadi penonton ataupun pembiaran soalnya lokasi danau-danau ini masuk wilayah Banjarbaru,” terangnya.

Selain sebagai untuk menambah PAD di sektor wisata. Menurut Syamsuri ini juga untuk mengantisipasi sejak dini apabila di lokasi wisata tersebut terjadi sebuah insiden atau masalah.

“Misalnya ada kecelakaan, katakan pengunjung tenggelam, masyarakat nanti ditakutkan justru malah menyalahkan dan menyudutkan Pemko yang dianggap melakukan pembiaran,” paparnya.

Karena hal itulah, Syamsuri menyarankan agar Pemerintah Kota intuk mengambil langkah-langkah terhadap status dan pengelolaan dari beberapa obyek wisata tersebut.

“Saya menyarankan Pemko melalui OPD terkait agar melakukan langkah-langlah konstruktif, dan juga diharapkan keberadaan wisata ini bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah, bisa melalui retribusi maupun pakjak yang berpotensi,” ujarnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Kurang lebih satu tahun terakhir. Wisata Danau Seran maupun Danau Caramin lumayan menyedot pengunjung. Danau yang sebenarnya bekas penambangan intan dari PT Galuh Cempaka ini masih belum menjadi aset ataupun dikelola Pemerintah Kota Banjarbaru.

Melihat hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Syamsuri memberikan pandangan bahwasanya obyek wisata ini perlu ditindaklanjuti oleh Pemko.

“Pengunjungnya relatif ramai, Pemko perlu mengambil langkah-langkah untuk menambah PAD di sektor wisata, jangan hanya jadi penonton ataupun pembiaran soalnya lokasi danau-danau ini masuk wilayah Banjarbaru,” terangnya.

Selain sebagai untuk menambah PAD di sektor wisata. Menurut Syamsuri ini juga untuk mengantisipasi sejak dini apabila di lokasi wisata tersebut terjadi sebuah insiden atau masalah.

“Misalnya ada kecelakaan, katakan pengunjung tenggelam, masyarakat nanti ditakutkan justru malah menyalahkan dan menyudutkan Pemko yang dianggap melakukan pembiaran,” paparnya.

Karena hal itulah, Syamsuri menyarankan agar Pemerintah Kota intuk mengambil langkah-langkah terhadap status dan pengelolaan dari beberapa obyek wisata tersebut.

“Saya menyarankan Pemko melalui OPD terkait agar melakukan langkah-langlah konstruktif, dan juga diharapkan keberadaan wisata ini bisa memberikan kontribusi kepada pemerintah, bisa melalui retribusi maupun pakjak yang berpotensi,” ujarnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/