alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Raperda Perubahan APBD 2018 Mulai Diparipurnakan

PARINGIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balangan, Selasa (4/9) malam kemarin menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2018.

Sidang paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Balangan H Abdul Hadi didampingi Wakil Ketua I dan II tersebut, dihadiri Bupati Balangan H Ansharuddin, Wakapolres Balangan, anggota DPRD Balangan serta jajaran kepala SKPD .

Ketua DPRD Kabupaten Balangan, H Abdul Hadi mengungkapkan, perubahan APBD merupakan hal yang rutin dilakukan dalam setiap tahun anggaran, demi beradaptasi atau menyikapi perubahan situasi, namun tetap mengacu pada kebijakan dasar prioritas pembangunan yang tengah dijalankan.

Sementara itu, dalam penyampaiannya, Bupati Balangan H Ansharuddin sebelumnya bercerita terkait permasalahan penyempitan anggaran pada pertengahan tahun 2016 saat kondisi keuangan negara mengalami situasi yang cukup sulit.

“Situasi ini berakibat pada pemotongan transfer dana dari pusat ke daerah. Salah satu dampak yang sangat signifikan dari situasi saat itu adalah batasan yang lebih sesak bagi kita dalam menyusun anggaran tahun 2017,” kenangnya.

Bahkan, menurut Bupati, situasi keterbatasan dalam penyusunan anggaran itu semakin terasa sesak dengan perubahan satuan organisasi perangkat daerah yang diberlakukan secara nasional, dan harus dijalankan pada awal tahun anggaran 2017.

Tapi situasi dan kemampuan finansial saat itu, kata Bupati, sempat pulih, meskipun kemudian saat ini dihadapkan pada situasi penurunan kemampuan finansial lagi.

”Dari sana kita punya pengalaman yang belum lama berselang, sehingga sudah semestinya kita tidak mengeluh pada penyempitan anggaran yang terjadi tahun ini, tetapi justru harus menunjukkan hasil pembelajaran kita dari situasi kesulitan dua tahun yang lalu,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan, dibandingkan dengan anggaran awal atau anggaran murni, rancangan APBD tahun anggaran 2018 setelah perubahan mengalami sedikit penurunan, kondisi umum pendapatan daerah secara keseluruhan turun sebesar 0,41%, sedangkan belanja turun sebesar 5,94%.

Secara garis besar, bupati merinci APBD Perubahan ini terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp1.263.606.407.236,00 atau turun 0,41% dari anggaran awal, belanja daerah dapat dianggarkan sebesar Rp1.362.830.804.866,00 atau turun 5,94% dari anggaran awal, defisit pendapatan adalah sebesar Rp99.224.397.630 atau turun 44,89% dari anggaran awal.

Pada bagian pembiayaan, penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp99.224.397.630,00 atau turun 49,13% dari anggaran awal, pengeluaran pembiayaan semula dianggarkan Rp15.000.000.000,00 pada perubahan ini dinol-kan, sehingga pembiayaan netto dalam anggaran akan mengalami surplus sebesar penerimaan pembiayaan, yaitu Rp99.224.397.630,00 dan menutupi defisit pendapatan.

“Dengan demikian, maka struktur anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Balangan pasca perubahan secara keseluruhan adalah berimbang,’’ jelasnya.

Selain itu, menurut Bupati, berpikir positif adalah awal dari berbagai keberhasilan. Karena, berpikir positif membuat bersikap positif, lebih fokus pada solusi dan bukan pada masalah. Berpikir positif juga membuat dapat melihat hikmah dari setiap peristiwa atau dalam setiap masalah sekalipun.

“Jika kita dapat selalu berpikir positif, dan tentu saja dengan kerja sama yang baik dan sinergis, insyaallah kita akan selalu bisa melihat petunjuk dari sang maha berilmu lagi maha bijaksana, sehingga dapat kita rumuskan solusi yang tepat untuk setiap kendala dan permasalahan,‘‘ pungkasnya. (why/ema)

PARINGIN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balangan, Selasa (4/9) malam kemarin menggelar sidang paripurna dengan agenda penyampaian Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2018.

Sidang paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kabupaten Balangan H Abdul Hadi didampingi Wakil Ketua I dan II tersebut, dihadiri Bupati Balangan H Ansharuddin, Wakapolres Balangan, anggota DPRD Balangan serta jajaran kepala SKPD .

Ketua DPRD Kabupaten Balangan, H Abdul Hadi mengungkapkan, perubahan APBD merupakan hal yang rutin dilakukan dalam setiap tahun anggaran, demi beradaptasi atau menyikapi perubahan situasi, namun tetap mengacu pada kebijakan dasar prioritas pembangunan yang tengah dijalankan.

Sementara itu, dalam penyampaiannya, Bupati Balangan H Ansharuddin sebelumnya bercerita terkait permasalahan penyempitan anggaran pada pertengahan tahun 2016 saat kondisi keuangan negara mengalami situasi yang cukup sulit.

“Situasi ini berakibat pada pemotongan transfer dana dari pusat ke daerah. Salah satu dampak yang sangat signifikan dari situasi saat itu adalah batasan yang lebih sesak bagi kita dalam menyusun anggaran tahun 2017,” kenangnya.

Bahkan, menurut Bupati, situasi keterbatasan dalam penyusunan anggaran itu semakin terasa sesak dengan perubahan satuan organisasi perangkat daerah yang diberlakukan secara nasional, dan harus dijalankan pada awal tahun anggaran 2017.

Tapi situasi dan kemampuan finansial saat itu, kata Bupati, sempat pulih, meskipun kemudian saat ini dihadapkan pada situasi penurunan kemampuan finansial lagi.

”Dari sana kita punya pengalaman yang belum lama berselang, sehingga sudah semestinya kita tidak mengeluh pada penyempitan anggaran yang terjadi tahun ini, tetapi justru harus menunjukkan hasil pembelajaran kita dari situasi kesulitan dua tahun yang lalu,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan, dibandingkan dengan anggaran awal atau anggaran murni, rancangan APBD tahun anggaran 2018 setelah perubahan mengalami sedikit penurunan, kondisi umum pendapatan daerah secara keseluruhan turun sebesar 0,41%, sedangkan belanja turun sebesar 5,94%.

Secara garis besar, bupati merinci APBD Perubahan ini terdiri dari pendapatan daerah sebesar Rp1.263.606.407.236,00 atau turun 0,41% dari anggaran awal, belanja daerah dapat dianggarkan sebesar Rp1.362.830.804.866,00 atau turun 5,94% dari anggaran awal, defisit pendapatan adalah sebesar Rp99.224.397.630 atau turun 44,89% dari anggaran awal.

Pada bagian pembiayaan, penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp99.224.397.630,00 atau turun 49,13% dari anggaran awal, pengeluaran pembiayaan semula dianggarkan Rp15.000.000.000,00 pada perubahan ini dinol-kan, sehingga pembiayaan netto dalam anggaran akan mengalami surplus sebesar penerimaan pembiayaan, yaitu Rp99.224.397.630,00 dan menutupi defisit pendapatan.

“Dengan demikian, maka struktur anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Balangan pasca perubahan secara keseluruhan adalah berimbang,’’ jelasnya.

Selain itu, menurut Bupati, berpikir positif adalah awal dari berbagai keberhasilan. Karena, berpikir positif membuat bersikap positif, lebih fokus pada solusi dan bukan pada masalah. Berpikir positif juga membuat dapat melihat hikmah dari setiap peristiwa atau dalam setiap masalah sekalipun.

“Jika kita dapat selalu berpikir positif, dan tentu saja dengan kerja sama yang baik dan sinergis, insyaallah kita akan selalu bisa melihat petunjuk dari sang maha berilmu lagi maha bijaksana, sehingga dapat kita rumuskan solusi yang tepat untuk setiap kendala dan permasalahan,‘‘ pungkasnya. (why/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/