alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Terpaksa Pakai Dana Talangan

JEMBATAN penyeberangan di depan Mitra Plaza sudah lama dibongkar. Menyisakan baliho bando yang izinnya sudah kedaluwarsa. Satpol PP rupanya kesulitan untuk membongkarnya.

“Tangga sampai badan jembatannya sudah dibongkar, tersisa baliho. Justru itu bagian yang sulit. Butuh alat berat. Satpol PP jelas enggak sanggup,” kata Kepala Dinas Damkar dan Satpol PP Banjarmasin, Hermansyah.

Itu baru bicara perkara teknis. Soal lain, eksekusi baliho sebesar itu membutuhkan ongkos mahal. “Kami sedang mencari kontraktor untuk membongkarnya. Jelas butuh biaya yang tidak sedikit,” imbuhnya.

Masa izin JPO dan baliho di pusat kota itu sebenarnya sudah lama habis. Bertahun-tahun silam dibangun atas kerjasama pemko dan pihak ketiga. Maka wajar jika Satpol PP enggan mengorbankan uang APBD untuk membongkar JPO tersebut.

Kalau pun ada anggaran yang bisa dipakai Satpol PP, Hermansyah menyebutnya sebagai dana talangan. Namanya juga talangan, artinya di kemudian hari harus diganti.

“Solusi terdekat, Satpol PP bisa saja menalangi. Dengan harapan nanti diganti oleh pihak swasta yang dulu mengambil keuntungan dari keberadaan JPO tersebut,” bebernya.

Ditanya target, dia memastikan sebelum bulan September berakhir, area itu sudah harus bersih. “Mudah-mudahan tidak berlarut-larut,” tukasnya.

Sebelumnya, JPO di depan Mitra Plaza itu ramai menuai kritik warga. Kondisinya bak besi tua raksasa. Wajar pejalan kaki enggan menggunakannya. Lantaran JPO itu kerap menjadi tempat sarang gepeng dan orang gila terlantar.

Fasilitas publik itu mulai tidak terawat seiring berlalunya era kejayaan Mitra Plaza. Dari tahun ke tahun, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan modern itu terus berkurang. (fud/at/nur)

JEMBATAN penyeberangan di depan Mitra Plaza sudah lama dibongkar. Menyisakan baliho bando yang izinnya sudah kedaluwarsa. Satpol PP rupanya kesulitan untuk membongkarnya.

“Tangga sampai badan jembatannya sudah dibongkar, tersisa baliho. Justru itu bagian yang sulit. Butuh alat berat. Satpol PP jelas enggak sanggup,” kata Kepala Dinas Damkar dan Satpol PP Banjarmasin, Hermansyah.

Itu baru bicara perkara teknis. Soal lain, eksekusi baliho sebesar itu membutuhkan ongkos mahal. “Kami sedang mencari kontraktor untuk membongkarnya. Jelas butuh biaya yang tidak sedikit,” imbuhnya.

Masa izin JPO dan baliho di pusat kota itu sebenarnya sudah lama habis. Bertahun-tahun silam dibangun atas kerjasama pemko dan pihak ketiga. Maka wajar jika Satpol PP enggan mengorbankan uang APBD untuk membongkar JPO tersebut.

Kalau pun ada anggaran yang bisa dipakai Satpol PP, Hermansyah menyebutnya sebagai dana talangan. Namanya juga talangan, artinya di kemudian hari harus diganti.

“Solusi terdekat, Satpol PP bisa saja menalangi. Dengan harapan nanti diganti oleh pihak swasta yang dulu mengambil keuntungan dari keberadaan JPO tersebut,” bebernya.

Ditanya target, dia memastikan sebelum bulan September berakhir, area itu sudah harus bersih. “Mudah-mudahan tidak berlarut-larut,” tukasnya.

Sebelumnya, JPO di depan Mitra Plaza itu ramai menuai kritik warga. Kondisinya bak besi tua raksasa. Wajar pejalan kaki enggan menggunakannya. Lantaran JPO itu kerap menjadi tempat sarang gepeng dan orang gila terlantar.

Fasilitas publik itu mulai tidak terawat seiring berlalunya era kejayaan Mitra Plaza. Dari tahun ke tahun, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan modern itu terus berkurang. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/