alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Aset Pemko Gudang Transito Harus Dimaksimalkan

BANJARBARU – Gudang Transito yang berada di Liang Anggang Banjarbaru ternyata kondisinya memprihatinkan. Hal ini berdasarkan dari hasil tinjauan anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, M Subakhi pada Senin (3/9) ke lokasi.

“Kalau melihat sewaktu peninjauan bersama Komisi II kemarin, bangunannya sangat memprihatinkan, terutama yang berukuran besar, bukan yang punya sekat,” ucap Subakhi.

Gudang Transito sendiri kata Subakhi sudah dibangun sejak tahun 1996 lalu dan menjadi aset pemko. Gudang ini sendiri kata Subakhi sangat luas dan juga salah satu sumber PAD yang cukup potensial bagi Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Untuk yang bangunan los itu dari tahun 1996 dikontrak oleh PT Pupuk Kaltim, tetapi Maret tadi tidak dilanjutkannya, padahal dalam satu tahun itu angka kontraknya Rp200.000.000 dan masuk PAD,” terangnya.

Perihal putusnya kontrak tersebut. Subakhi menilai bahwa kondisi bangunan yang memprihatinkan, menjadi salah satu alasan kenapa perusahaan yang sudah mengontrak berpuluh-puluh tahun itu memutuskan tidak melanjutkan.

“Saya pikir siapapun yang melihat bangunannya akan berpikiran sama, karena itu bahaya, banyak yang retak dan jebol, kalau ada angin kencang itu bisa berbahaya,” tuturnya.

Makanya kata Subakhi Gudang Transito ini harus segera diperbaiki. Khusus untuk yang luas atau los tersebut katanya harus direhab total. Agar bisa memikat calon yang akan mengontrak nantinya.

“Harus direhab total itu kalau mau dipulihkan untuk salah satu PAD, apalagi persaingan gudang juga sengit kan, jadi pihak terkait seperti Disperindag harus benar-benar memikirkan soal gudang tersebut,” pesannya.

Soal tanggapan dari Dinas terkait. Dikatakannya kalau langkah perbaikan yang rehab total akan dimasukkan ke anggaran murni. Sedangkan yang perbaikan atau rehab ringan untuk gudang yang bersekat-sekat akan diajukan di ABT.

“Kalau yang los besar itu di anggaran murni karena perlu dana besar, kalau yang dalam waktu dekat lewat ABT di bagian yang bersekat-sekat,” pungkasnya. (rvn/al/bin)

BANJARBARU – Gudang Transito yang berada di Liang Anggang Banjarbaru ternyata kondisinya memprihatinkan. Hal ini berdasarkan dari hasil tinjauan anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, M Subakhi pada Senin (3/9) ke lokasi.

“Kalau melihat sewaktu peninjauan bersama Komisi II kemarin, bangunannya sangat memprihatinkan, terutama yang berukuran besar, bukan yang punya sekat,” ucap Subakhi.

Gudang Transito sendiri kata Subakhi sudah dibangun sejak tahun 1996 lalu dan menjadi aset pemko. Gudang ini sendiri kata Subakhi sangat luas dan juga salah satu sumber PAD yang cukup potensial bagi Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Untuk yang bangunan los itu dari tahun 1996 dikontrak oleh PT Pupuk Kaltim, tetapi Maret tadi tidak dilanjutkannya, padahal dalam satu tahun itu angka kontraknya Rp200.000.000 dan masuk PAD,” terangnya.

Perihal putusnya kontrak tersebut. Subakhi menilai bahwa kondisi bangunan yang memprihatinkan, menjadi salah satu alasan kenapa perusahaan yang sudah mengontrak berpuluh-puluh tahun itu memutuskan tidak melanjutkan.

“Saya pikir siapapun yang melihat bangunannya akan berpikiran sama, karena itu bahaya, banyak yang retak dan jebol, kalau ada angin kencang itu bisa berbahaya,” tuturnya.

Makanya kata Subakhi Gudang Transito ini harus segera diperbaiki. Khusus untuk yang luas atau los tersebut katanya harus direhab total. Agar bisa memikat calon yang akan mengontrak nantinya.

“Harus direhab total itu kalau mau dipulihkan untuk salah satu PAD, apalagi persaingan gudang juga sengit kan, jadi pihak terkait seperti Disperindag harus benar-benar memikirkan soal gudang tersebut,” pesannya.

Soal tanggapan dari Dinas terkait. Dikatakannya kalau langkah perbaikan yang rehab total akan dimasukkan ke anggaran murni. Sedangkan yang perbaikan atau rehab ringan untuk gudang yang bersekat-sekat akan diajukan di ABT.

“Kalau yang los besar itu di anggaran murni karena perlu dana besar, kalau yang dalam waktu dekat lewat ABT di bagian yang bersekat-sekat,” pungkasnya. (rvn/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/