alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Ribuan Miras Milik Paiti

BANJARBARU – Teka-teki siapa dalang dari 1.613 botol minuman keras (Miras) yang disita Satpol PP Banjarbaru di eks lokalisasi Pembatuan pada Sabtu (1/9) malam akhirnya terkuak.

Dalam Sidang Tipiring (Tindak Pidana Ringan) yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarbaru pada Selasa (4/9) siang. NS (26) yang sebelumnya juga diamankan di tempat yang sama dengan ribuan miras tersebut ditemukan mulai menceritakan faktanya.

Dihadapan Hakim Ketua, M Umaryaji, NS mengakui kalau dirinya hanya sebagai penjual dan disuruh oleh seseorang yang merupakan pemilik aslinya. “Saya hanya disuruh menjual di tempat tersebut,” jawab NS ketika ditanya Hakim Ketua.

Dari pengakunnya, ribuan botol miras bernilai ratusan juta rupiah tersebut adalah dimiliki oleh Paiti. Seseorang yang selama ini juga terus dicari oleh pihak Satpol PP Banjarbaru, karena kerap terlibat dalam peredaran Miras di wilayah Eks Lokalisasi Pembatuan dan sekitarnya.

Dalam sidang kemarin, sesuai Perda No 5 Tentang Larangan Minuman Beralkohol, NS dijatuhi hukuman pidana denda sebesar Rp2.500.000. “Apabila tidak dibayar, tersangka akan diganti dengan kurungan pidana selama satu bulan,” ucap Hakim Ketua dalam membacakan putusannya.

Terkait hanya didenda, Jaksa Penuntu Umum (JPU), Akhmad Rifani kepada wartawan menjelaskan kalau tersangka NS statusnya hanya penjual. “Karena dia penjual, kalau pemilik tentu putusan pidananya lebih berat,” jelasnya sesuai sidang.

Sementara itu di sidang yang sama, terduga PSK, TA (46) yang juga diamankan dalam operasi gabungan Satpol PP bersama TNI dan Polri pada Sabtu (1/9) turut dijatuhi putusan.

TA yang terbukti melakukan tindak pidana prostitusi sendiri dijatuhi Hakim Ketua dengan putusan pidana selama dua bulan kurungan dengan masa percobaan enam bulan.

“Sesuai Perda No 6 Tahun 2002 tentang larangan prostitusi, TA dijatuhi pidana kurungan dua bulan dengan masa percobaan enam bulan, kalau dalam enam bulan melakukan tindak pidana dalam bentuk apapun akan dipidana selama dua bulan,” terang Jaksa Penuntut Umum, Akhmad Rifani. (rvn/al/bin)

BANJARBARU – Teka-teki siapa dalang dari 1.613 botol minuman keras (Miras) yang disita Satpol PP Banjarbaru di eks lokalisasi Pembatuan pada Sabtu (1/9) malam akhirnya terkuak.

Dalam Sidang Tipiring (Tindak Pidana Ringan) yang digelar di Pengadilan Negeri Banjarbaru pada Selasa (4/9) siang. NS (26) yang sebelumnya juga diamankan di tempat yang sama dengan ribuan miras tersebut ditemukan mulai menceritakan faktanya.

Dihadapan Hakim Ketua, M Umaryaji, NS mengakui kalau dirinya hanya sebagai penjual dan disuruh oleh seseorang yang merupakan pemilik aslinya. “Saya hanya disuruh menjual di tempat tersebut,” jawab NS ketika ditanya Hakim Ketua.

Dari pengakunnya, ribuan botol miras bernilai ratusan juta rupiah tersebut adalah dimiliki oleh Paiti. Seseorang yang selama ini juga terus dicari oleh pihak Satpol PP Banjarbaru, karena kerap terlibat dalam peredaran Miras di wilayah Eks Lokalisasi Pembatuan dan sekitarnya.

Dalam sidang kemarin, sesuai Perda No 5 Tentang Larangan Minuman Beralkohol, NS dijatuhi hukuman pidana denda sebesar Rp2.500.000. “Apabila tidak dibayar, tersangka akan diganti dengan kurungan pidana selama satu bulan,” ucap Hakim Ketua dalam membacakan putusannya.

Terkait hanya didenda, Jaksa Penuntu Umum (JPU), Akhmad Rifani kepada wartawan menjelaskan kalau tersangka NS statusnya hanya penjual. “Karena dia penjual, kalau pemilik tentu putusan pidananya lebih berat,” jelasnya sesuai sidang.

Sementara itu di sidang yang sama, terduga PSK, TA (46) yang juga diamankan dalam operasi gabungan Satpol PP bersama TNI dan Polri pada Sabtu (1/9) turut dijatuhi putusan.

TA yang terbukti melakukan tindak pidana prostitusi sendiri dijatuhi Hakim Ketua dengan putusan pidana selama dua bulan kurungan dengan masa percobaan enam bulan.

“Sesuai Perda No 6 Tahun 2002 tentang larangan prostitusi, TA dijatuhi pidana kurungan dua bulan dengan masa percobaan enam bulan, kalau dalam enam bulan melakukan tindak pidana dalam bentuk apapun akan dipidana selama dua bulan,” terang Jaksa Penuntut Umum, Akhmad Rifani. (rvn/al/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/