alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Termotivasi Pesilat Asian Games

BANJARMASIN-  Cabang olahraga (Cabor) pencak silat menajadi Cabor yang paling banyak menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di acara Asian Games 2018. Pesilat dari Indonesia berhasil menyumbangkan 14 medali emas dan 1 perunggu. Ternyata hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi atlet silat PPLP Kalsel untuk mengikuti jejak para atlet nasional itu.

Kini mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan nasional antar pelajar di Sulawesi Selatan, Oktober depan. Dari pencapaian yang diraih oleh cabor pencak silat, atlet silat PPLP Kalsel merasa mendapat suntikan motivasi untuk tampil di ajang nasional itu. “Saya ingin menjadi seperti mereka juga, bisa mengharumkan nama Indonesia kelak. Saya jadi lebih semangat menatap kejurnas bulan depan,” kata Candra atlet PPLP kelas tanding B itu.

Disinggung mengenai persiapan atlet, Muhrani sebagai pelatih atlet, mengaku hanya tinggal pemantapan untuk mentalitas saat bertanding saja. Kini ia fokus untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang dimiliki atlet. Ini menjadi tantangan baru untuknya dalam pola latihan pra kejurnas.

“Latihan sekarang lebih banyak memoles mental. Soalnya rasa percaya diri itu penting untuk para atlet. Kami sudah melakukan langkah-langkah seperti memberi motivasi lebih kepada atlet. Ditambah dengan hasil dari cabor pencak silat yang sangat memuaskan. Ini menjadi sesuatu yang baik untuk atlet kami. Agar mereka bisa belajar dari atlet yang berprestasi,” katanya.

Muhrani juga menargetkan untuk kejurnas tahun ini, ia berharap tujuh atlet yang diboyong yaitu Candra, Fahrizal, Dela Putri Ramadani, Fatikah dan Ahmad Maulana bisa menyumbangkan medali emas untuk Kalsel. “Persiapan kita sudah sejak awal Januari, jadi target untuk mendapat emas saya rasa harus kita perjuangkan. Dan anak-anak juga menunjukkan konsistensinya dengan baik,” tutupnya.(mr-151)

BANJARMASIN-  Cabang olahraga (Cabor) pencak silat menajadi Cabor yang paling banyak menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di acara Asian Games 2018. Pesilat dari Indonesia berhasil menyumbangkan 14 medali emas dan 1 perunggu. Ternyata hal itu menjadi motivasi tersendiri bagi atlet silat PPLP Kalsel untuk mengikuti jejak para atlet nasional itu.

Kini mereka sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kejuaraan nasional antar pelajar di Sulawesi Selatan, Oktober depan. Dari pencapaian yang diraih oleh cabor pencak silat, atlet silat PPLP Kalsel merasa mendapat suntikan motivasi untuk tampil di ajang nasional itu. “Saya ingin menjadi seperti mereka juga, bisa mengharumkan nama Indonesia kelak. Saya jadi lebih semangat menatap kejurnas bulan depan,” kata Candra atlet PPLP kelas tanding B itu.

Disinggung mengenai persiapan atlet, Muhrani sebagai pelatih atlet, mengaku hanya tinggal pemantapan untuk mentalitas saat bertanding saja. Kini ia fokus untuk menumbuhkan rasa percaya diri yang dimiliki atlet. Ini menjadi tantangan baru untuknya dalam pola latihan pra kejurnas.

“Latihan sekarang lebih banyak memoles mental. Soalnya rasa percaya diri itu penting untuk para atlet. Kami sudah melakukan langkah-langkah seperti memberi motivasi lebih kepada atlet. Ditambah dengan hasil dari cabor pencak silat yang sangat memuaskan. Ini menjadi sesuatu yang baik untuk atlet kami. Agar mereka bisa belajar dari atlet yang berprestasi,” katanya.

Muhrani juga menargetkan untuk kejurnas tahun ini, ia berharap tujuh atlet yang diboyong yaitu Candra, Fahrizal, Dela Putri Ramadani, Fatikah dan Ahmad Maulana bisa menyumbangkan medali emas untuk Kalsel. “Persiapan kita sudah sejak awal Januari, jadi target untuk mendapat emas saya rasa harus kita perjuangkan. Dan anak-anak juga menunjukkan konsistensinya dengan baik,” tutupnya.(mr-151)

Most Read

Artikel Terbaru

/