alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Kalsel Tampung Pengungsi Gempa Lombok

BANJARMASIN – Kalsel menjadi salah satu tempat mengungsi warga Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban gempa. Tercatat ada 40 jiwa sudah berada di lokasi trans Sungai Batang, Kabupaten Banjar.

Rinciannya, 22 dewasa, 14 anak-anak, dan 4 balita. Semua pengungsi ini masih satu keluarga dan berasal dari satu tempat, yaitu Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Pengungsi korban gempa di Lombok yang masuk ke Kalsel tidak membuat khawatir Pemerintah Provinsi Kalsel. Pemprov Kalsel yakin dapat menampung para korban selama berada di Banua. “Berapa pun korban gempa Lombok yang masuk, kita terima. Saya yakin Kalsel mampu,” ungkap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor usai penandatanganan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di DPRD Kalsel, Jumat (31/8) tadi.

Sahbirin yakin Pemprov Kalsel mampu membantu para korban, mulai dari kebutuhan pangan serta kesehatan. Instansi terkait lainnya di pemerintahan daerah sudah dikerahkan ke lapangan.

Mereka memberikan pelayanan sesuai dengan tugasnya. Kebutuhan hidup seperti makan sehari-hari, tempat berteduh di rumah penduduk, mendirikan tenda, mendirikan dapur umum, serta tak lupa pendidikan.

Selain itu, anak-anak pengungsi juga akan diberikan hak pendidikannya dengan menitipkan ke sekolah-sekolah terdekat. Diharapkan pelayanan ini mampu meringankan beban para pengungsi. “SKPD sudah memberikan pelayanan terbaik untuk para korban gempa Lombok selama berada di Kalsel,” kata Sahbirin.

Kesiapan pemprov merupakan bentuk kepedulian sebagai sesama umat manusia serta warga negara Indonesia. “Meski tidak banyak yang kita berikan untuk membantu mereka, mudahan bermanfaat. Makin banyak membantu semakin membawa berkah bagi Kalsel,” ujarnya.

Asisten II Pemprov Kalsel, Hermansyah Manaf mengungkapkan Disdik Kalsel sudah memberikan bantuan alat tulis dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban gempa Lombok yang mengungsi. “Mereka akan dititipkan di sekolah terdekat sesuai dengan tingkatannya,” jelas Manaf.

Pendidikan ini merupakan salah satu yang menjadi perhatian Pemprov Kalsel. Jangan sampai keberadaan mereka di tempat pengungsian membuat anak-anak sampai kehilangan hak mendapatkan pendidikan. “Pendidikan ini tidak kalah penting, karena ini demi masa depan anak-anak generasi mendatang,” tegasnya.

Setidaknya ada 2 gelombang pengungsi yang berlabuh ke Sungai Batang. Pertama tanggal 20 Agustus 2018 sebanyak 4 KK atau 12 orang, disusul pekan selanjutnya tanggal 26 Agustus 2018 kurang lebih 28 jiwa terdiri 9 kepala keluarga. Mereka ditampung di rumah Ruspan (21 orang), Zainudin (11 orang), dan Safrudin (8 orang). Kabarnya, pekan depan masih ada 5 kepala keluarga menyusul kerabat di Sungai Batang, dengan catatan memiliki uang tiket pesawat.(gmp/az/dye)

BANJARMASIN – Kalsel menjadi salah satu tempat mengungsi warga Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menjadi korban gempa. Tercatat ada 40 jiwa sudah berada di lokasi trans Sungai Batang, Kabupaten Banjar.

Rinciannya, 22 dewasa, 14 anak-anak, dan 4 balita. Semua pengungsi ini masih satu keluarga dan berasal dari satu tempat, yaitu Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur.

Pengungsi korban gempa di Lombok yang masuk ke Kalsel tidak membuat khawatir Pemerintah Provinsi Kalsel. Pemprov Kalsel yakin dapat menampung para korban selama berada di Banua. “Berapa pun korban gempa Lombok yang masuk, kita terima. Saya yakin Kalsel mampu,” ungkap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor usai penandatanganan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di DPRD Kalsel, Jumat (31/8) tadi.

Sahbirin yakin Pemprov Kalsel mampu membantu para korban, mulai dari kebutuhan pangan serta kesehatan. Instansi terkait lainnya di pemerintahan daerah sudah dikerahkan ke lapangan.

Mereka memberikan pelayanan sesuai dengan tugasnya. Kebutuhan hidup seperti makan sehari-hari, tempat berteduh di rumah penduduk, mendirikan tenda, mendirikan dapur umum, serta tak lupa pendidikan.

Selain itu, anak-anak pengungsi juga akan diberikan hak pendidikannya dengan menitipkan ke sekolah-sekolah terdekat. Diharapkan pelayanan ini mampu meringankan beban para pengungsi. “SKPD sudah memberikan pelayanan terbaik untuk para korban gempa Lombok selama berada di Kalsel,” kata Sahbirin.

Kesiapan pemprov merupakan bentuk kepedulian sebagai sesama umat manusia serta warga negara Indonesia. “Meski tidak banyak yang kita berikan untuk membantu mereka, mudahan bermanfaat. Makin banyak membantu semakin membawa berkah bagi Kalsel,” ujarnya.

Asisten II Pemprov Kalsel, Hermansyah Manaf mengungkapkan Disdik Kalsel sudah memberikan bantuan alat tulis dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban gempa Lombok yang mengungsi. “Mereka akan dititipkan di sekolah terdekat sesuai dengan tingkatannya,” jelas Manaf.

Pendidikan ini merupakan salah satu yang menjadi perhatian Pemprov Kalsel. Jangan sampai keberadaan mereka di tempat pengungsian membuat anak-anak sampai kehilangan hak mendapatkan pendidikan. “Pendidikan ini tidak kalah penting, karena ini demi masa depan anak-anak generasi mendatang,” tegasnya.

Setidaknya ada 2 gelombang pengungsi yang berlabuh ke Sungai Batang. Pertama tanggal 20 Agustus 2018 sebanyak 4 KK atau 12 orang, disusul pekan selanjutnya tanggal 26 Agustus 2018 kurang lebih 28 jiwa terdiri 9 kepala keluarga. Mereka ditampung di rumah Ruspan (21 orang), Zainudin (11 orang), dan Safrudin (8 orang). Kabarnya, pekan depan masih ada 5 kepala keluarga menyusul kerabat di Sungai Batang, dengan catatan memiliki uang tiket pesawat.(gmp/az/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/